Ruang Rindu

Ruang Rindu
Pantai Langit Biru.


__ADS_3

Erin merasa bahwa dirinya diperlakukan tidak baik, jadi sang gadis protes.


"Heh, kalian berdua jangan seperti itu ya, aku marah loh nanti!" ucap Erin protes.


Dia bukannya menyukai sugar daddy bernama mister Armando.


Erin hanya kagum betapa luar biasanya seorang Mr Armando, pria itu mencoba menjadi single daddy, usianya memang belum tua, masih 30 tahun. Namun, dia pandai mengolah perasaannya sehingga dengan dua anak perempuan sudah cukup membahagiakan kehidupannya tanpa harus menikah lagi.


Mr Armando bukannya pria yang jelek, dia adalah seorang pria dewasa yang sangat tampan, memiliki tubuh tinggi dan kekar, hanya dia terlihat botak, namun beberapa hari ini Mr Armando sudah merawat rambutnya sehingga kembali menjadi lebih muda lagi.


Erin masih tidak diterima jika idolanya mendapatkan ejekan.


"Heh! Mr Armando itu adalah orang yang sangat baik, dia meninggalkan istrinya toxic dan membiarkan hidupnya berada dalam kasih sayang 2 putri tercinta, keren kan dia? memangnya kalian berdua tidak memiliki idola!"


Erin memang sangat mengidolakan Mr Armando, jadi dia hanya akan mengatakan yang baik-baik saja mengenai dosen itu.


"Haha, Mr Armando sudah memiliki kekasih. Kau tidak perlu terlalu berharap dengannya, nanti kau sakit hati!" cetus Rindu, dia merupakan mahasiswa yang cerdas, dia hanya mengambil kuliah 3 tahun setengah, ini adalah tahun di mana dirinya harus menyelesaikan skripsi dan tahun depan dia sudah menjadi seorang sarjana.

__ADS_1


Berbeda dengan seorang Rasta dan Erin, mereka hanya malas-malasan dan tidak mau lulus dengan segera.


"Hm, kau tahu dari mana?" tanya Erin.


"Dia kebetulan adalah dosen pembimbingku, dia selalu mendapatkan telepon dari seorang gadis yang mengaku menjadi kekasihnya, mister Armando juga berbuat dan bersikap manis terhadap gadis yang selalu menelponnya itu. Aku tidak mau kau kecewa, jadi jangan terlalu berharap dengannya ya?" ungkap Rindu mencoba untuk memberikan nasihat yang terbaik untuk sang teman.


Dia tak mau ada seorang yang kecewa, mereka baru saja memulai semangat yang tinggi tapi harus terhempas karena peristiwa yang tidak terduga.


"Haha, aku hanya kagum dan tidak ingin dia menjadi kekasihku, jika dia mau aku juga tidak menolak!"


Rindu juga tertawa terbahak-bahak, dia sampai tak bisa menjawab pertanyaan dari Rasta.


Hingga Rasta harus menghentikan mobilnya di sebuah area parkir pantai langit biru.


"Hentikan tertawa kalian, kita sudah sampai di pantai biru langit!"


"Yey."

__ADS_1


Rindu dan Erin, tidak sabar untuk segera masuk ke dalam air laut, cuaca yang sangat cerah membuatnya bersemangat untuk bermain air.


"Erin akan semakin bahagia ketika ada mister Armando," ledek Rindu.


"Ya, aku memang seperti itu kau puas?" Erin sebenarnya bosan di ledek terus, tetapi dia tidak bisa mengatakan apapun karena mereka berdua merupakan sahabat yang paling baik dalam suka dan tubuh.


Rasta meminta dua temannya untuk turun dari mobil dan ikut bersamanya seorang teman.


"Kau mau ke mana? bukannya arah pantai lurus?" tanya Rindu heran.


"Mau mengatakan kepada penjaga pantai yang merupakan temanku, kita akan belajar berselancar!"


"Wah hebat! aku mau!"


Dua gadis terlihat antusias dalam menjalani liburan, meski hanya sebuah liburan untuk merefresh otak agar tidak terlalu tegang.


*****

__ADS_1


__ADS_2