
°°°
Sulit bagiku untuk sekadar merajut percintaan kepada seseorang karena kekosongan dalam diriku ingin cepat-cepat dituntaskan, terjalin kasih tak mudah bagiku karna kehampaan ini begitu besar nan tebal dan tak mudah ditaklukkan. Kehampaan yang kurasakan ditengah riuhnya perdebatan dan persaingan menumpuk kekayaan.
cerita yang kutuliskan ini hanya sebuah sisipan diantara bab-bab ruang rindu yang keluar konteks dari bab sebelumnya, karna kurasa perlu untuk aku menuliskannya walaupun mungkin kalian yang membaca akan sedikit merasa tulisan ini tak perlu untuk ditulis di alur cerita Ruang Rindu.
malam semakin sepi, hanya bulan dan bintang yang menemaniku dikala aku sendiri tanpa teman atau kekasih yang tak jua kudapati. Aku merasa diriku paling tidak beruntung didunia ini yang bahkan teman yang datang hanya untuk meminta pertolongan dan hilang ketika menemukan kebahagiaan.
__ADS_1
kuraih ponselku mencoba berseluncur dalam pencarian Google yang tau segalanya, mencari artikel tentang eksploitasi alam dan manusia di belahan dunia yang sering ditutup-tutupi kebenarannya. aku tertarik pada sebuah artikel yang menceritakan ekspoitasi alam untuk kepentingan sebahagian kecil manusia demi memperkaya diri hingga melalaikan keberlangsungan ekosistem yang ada.
kebakaran hutan dibelahan penjuru dunia setiap tahun semakin meluas akibat pengalihan fungsi hutan yang sekarang banyak ditanami sawit yang ujung-ujungnya berdampak bagi keberlangsungan kehidupan satwa didalamnya bahkan semakin memperburuk kualitas udara yang dihirup manusia.
setiap tahun selalu ada kebakaran hutan dipenjuru dunia ditambah lagi dengan banyaknya asap knalpot dan gedung-gedung dengan desain kaca yang membuat suhu semakin tidak bersahabat, namun anehnya tak ada satupun peraturan yang dapat menjerat orang-orang yang melakukan itu semua malahan sebaliknya, orang-orang itu terlihat gembira ditengah jerit tangis orang-orang yang tak mampu mengatasi rasa laparnya.
masih aku dalam kesunyian pencarian makna kehidupan, apakah benar seperti Yusuf yang tak tergoda kecantikan Zulaikha, atau perjuangan Ayyub ketika ditimpa banyak musibah namun tetap taat kepada-Nya bisa jadi aku malah lari dari masalah seperti Yunus meninggalkan kaumnya?. belum tau pasti cerita yang akan aku rangkai dalam bingkai kehidupanku yang terlalu banyak liku ini.
__ADS_1
lauhul Mahfudz menjadi saksi catatan perjalanan hidupku, namun aku tak ingin hanya mengikuti arus karena bagiku akan lebih bermakna jika seseorang dapat menuliskan kisahnya yang nantinya dapat diceritakan kepada anak cucuku nanti.
cukup sudah cerita yang aku sisipkan distengah bab-bab Ruang Rindu semoga pembaca dapat mengerti situasi ku saat ini yang diterpa kehampaan dalam pencarian yang tak kunjung kudapatkan. Cerita singkat ini mungkin tak dapat mengobati dahaga kerinduan teman-teman dalam pencarian dan penantian panjang dan terjal untuk dijalankan.
diakhir cerita ini kusisipkan sebuat kalimat yang semoga dapat menjadi air penghilang dahaga kawan-kawan.
" Aku merasa malu pada matahari yang setiap hari muncul walau tetap sedikit yang menghargai, sedang aku yang dalam kitab suci pun mengatakan makhluk mulia tak mampu untuk hanya sedikit bersabar atas cobaan yang ada".
__ADS_1
°°°