
Aku menatap diriku di pantulan cermin. Tubuhku yang bertambah gemuk pasca melahirkan kini berangsur kembali pada bobot semula.
Aku memperhatikan dengan seksama, dan menemukan ada sedikit perbedaan yakni di bagian panggul dan tubuhku yang lain menjadi kian sintal. Bila orang-orang menyebutnya adalah proposional.
Aku tak menyangka akan hal ini. Padahal dulu aku kecil dan kurus, ditambah saat hamil ke dua anakku tubuhku tak ubahnya seseorang yang menderita busung lapar karena saking kurusnya. Tapi disaat kehamilan yang memasuki usia ke tujuh bulan, bobot tubuhku naik bertambah yang bila dokter mengatakan itu terjadi karena suasana hatiku dan pola makanku yang terjaga dengan baik.
Maka disaat itu dokter memperbolehkan aku untuk proses melahirkan normal meski dengan berbagai pertimbangan dan syarat-syarat pemeriksaan lain yang harus terpenuhi.
Kali ini sorot mataku tertuju pada bagian bawah perutku, bekas melintang jahitan sesar saat aku melahirkan Aqila dulu. Terlihat samar dan begitu kentara bila diperhatikan lebih dekat.
"Kenapa gak pakai baju, anak-anak sudah menunggu di bawah."
Suara Mas Pras terdengar bersamaan dengan tertutupnya pintu. Dari pantulan cermin dapat kulihat dia mendekat ke arahku, memperhatikan dengan seksama kemudian dia membalikkan tubuhku untuk menghadapnya.
"Kenapa badannya dilihatin begitu? Apa ada sesuatu yang janggal?" ucapnya memperhatikan bagian tubuhku yang hanya tertutupi dengan pakaian dalam saja.
"Menurut Mas?" ucapku yang meminta pendapat padanya. Karena jujur saja sekarang aku tak lagi malu-malu bila harus memakai pakaian di hadapannya dan begitu pula sebaliknya.
__ADS_1
Mas Pras berdecak. "Mas cuma khawatir, kalau kamu gak kunjung pakai baju nanti masuk angin."
Aku tersenyum kecut. "Aku ngomong apa dijawab apa!" gerutuku.
Mas Pras tergelak dan setelah tawanya sedikit mereda dia berucap, "Cantik."
Dan satu kata itu seketika membuat pipiku memanas. Jantungku berdetak sebab dia memandangku dengan sorot mata berbeda. Untuk mengalihkan rasa gugupku segera aku melarikan mataku menatap ke arah lain dengan satu tanganku bergerak menyelipkan sejumput rambut ke belakang telingaku.
Dari ekor mataku dapat kulihat Mas Pras mengulum senyum. "Mas suka kamu yang seperti ini," ucapnya yang menarik daguku. "Jadi kenapa dari tadi hanya berdiam diri di depan cermin tak kunjung pakai baju?"
Aku yang menundukkan sorot
Mas Pras mengangguk. "Ada banyak metode canggih untuk menyamarkan dan menghilangkan bekasnya. Besok kita temui dokter Dewi untuk konsultasi," ucapnya yang membuatku langsung menatapnya dengan alis berkerut.
"Kenapa?" tanyanya menanyakan ekspresi wajahku.
Aku pun menggeleng. "Biarlah seperti ini. Ini adalah bentuk tanda cintaku dan perjuanganku saat melahirkan buah hatimu, Mas."
__ADS_1
Mas Pras nampak tak bisa menyembunyikan senyumnya. "Baiklah. Mas bisa apa selain menurutimu," sahutnya dengan kedua tangan yang bergerak beralih merengkuh di pinggangku dan sorot matanya tetap terpaku menatap manik mataku.
"Kalau Mas begini, kapan kita pergi?" ucapku yang menanggapi perlakuannya. Sebab kami tadi berencana akan pergi ke rumah orangtuaku beserta mengajak kedua anak kami.
"Mas sudah merindukanmu," ucapnya lirih.
Aku mengulum senyum, dan aku tahu maksud kata rindu itu. Empat puluh hari lamanya dia telah berhasil menahan hasratnya. Dan bila di hitung ini sudah hampir genap dua bulan dia sama sekali belum menyentuhku.
"Tapi kita harus pergi sekarang. Calon istri Kak Andri takutnya akan segera datang," sahutku mengingatkan, dan lebih tepatnya aku ingin melihat ekspresi kecewanya karena rasa kerinduannya kembali tertunda.
Dan benar saja, kini Mas Pras tampak menghela napas kecewa.
Aku yang tak kuasa menahan senyum kini berjinjit kemudian berucap berbisik di telinganya, "Mas tenang saja masih ada waktu."
Sorot matanya berubah menyipit, menatap tajam padaku dan setengah kaget Mas Pras tiba-tiba mencium panas bibirku. "Sekarang pakai bajumu. Mas akan tagih nanti janjimu," ucapnya yang kemudian beranjak pergi menuju arah pintu.
To be Continue
__ADS_1
Tinggal beberapa episode, jempol dan komentar yang banyak biar aku makin semangat buat updatenya