Ruang Rindu

Ruang Rindu
Belum Ada Judul


__ADS_3

Setengah jam lebih awal dari tulisan yang kemarin aku rilis, aku belum memikirkan judul yang tepat untuk tulisan yang mau aku rilis hari ini, silahkan jika kalian yang membaca menemukan ide atau saran judul untuk tulisan ini tulis saja dikolom komentar.


°°°°


Aku belum mampu menjawab pertanyaan yang ada dalam benakku, menjadi mimpi panjang tiada usai ketika mata mulai tertutup dan terlelaplah aku dalam tidurku, ingin rasanya aku bermimpi mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang akhir-akhir ini selalu terbayang dalam fikirku.


tak terasa hampir satu tahun semenjak aku merasa ada kekosongan dalam diriku yang entah sampai kapan hal ini berlangsung, kupikir dulu akan cepat menemukan jawaban atas pertanyaan itu namun nyatanya tak jua kunjung kutemukan jawabnya.

__ADS_1


terlintas dalam benakku ketika pertama kali aku merasakan kekosongan yang ada dalam diriku, kucoba mengingat kembali kejadian awal berharap mendapat jawaban yang kuingini, mencoba menelusuri jejak-jejak yang tertinggal rapi kuselami samudera qolbuku namun tak jua kudapati, aku hanya melihat bermacam sampah menumpuk disana tak ada kecercah harap didalamnya, melanjutkan pencarian melihat keadaan disekitar namun tak jua kudapati jawab atas pertanyaan yang selalu terbayang.


kususuri senja kota kucari disetiap sudut gang sempit dijalan kumuh yang dipenuhi hewan dan bau yang tak terbayangkan, suatu hal yang enggan hilang dalam ingatan yang tak kunjung kutemukan jawaban. mengalir bak air menghempas karam di lautan, angin yang berhembus dipinggir pantai tak jua dapat meredakan kebimbangan.


lamunanku tersadar oleh secercah harapan, kulihat seorang kakek tua duduk dibangku pinggir jalan, aku tidak mengenalnya namun bagiku tak asing walau hanya sekali ini aku jumpa dengannya kulihat ia lalu bergegas aku menghampirinya, sudah dekat aku dengannya namun ia beranjak pergi dari tempat duduk dan hendak berlalu dengan segera aku mengikuti dibelakangnya tak ada satu kata terucap dariku atau dirinya.


gang kecil berlalu tanpa sepatah kata dan terus saja aku mengikuti kakek itu, hingga sampailah ia di depan pintu yang disana menunggu dua anak laki-laki langsung memeluknya. tak segera kuhampiri mereka hanya melihat aku dari kejauhan apa yang mereka lakukan, kemudian tak lama mereka beranjak untuk masuk kedalam rumah itu dipojok gang kecil dan berlalu tanpa sepatah kata terucap dariku bahkan hanya sekadar menyapa atau menanyakan siapa namanya.

__ADS_1


aku beranjak meninggalkan tempat itu untuk menuju kerumah dimana aku ingin meluangkan waktuku untuk banyak memikirkan tentang kejadian yang baru saja aku alamai, sampailah dirumah dan segera aku menyalakan kompor dan kusiapkan kopi untuk aku seduh menemani senja dikota penuh drama dan sandiwara.


kopi telah siap dinikmati dan akupun siap untuk mengevaluasi apa yang hari ini terjadi, berfikir aku menelusuri jalan fikiran yang tak berujung kucari apa yang hilang dalam benakku, semakin redup sinar matahari digantikan terangnya lampu disetiap sudut kota tempat aku dan segala pertanyaanku berada.


kopi telah habis dan kulihat jam dinding menunjukkan pukul 07.03 menyadarkan aku dalam fikiran panjang yang selama ini menjadi pertanyaan yang tak tahu kapan kutemukan jawaban hingga akhirnya tubuh tak dapat dipaksakan.


°°°

__ADS_1


__ADS_2