Ruang Rindu

Ruang Rindu
Berselancar dalam cinta.


__ADS_3

Kini ketiga orang itu sudah bersama penjaga pantai yang merupakan teman dari Rasta.


Namanya adalah Beni, pria dengan bentuk tubuh yang sangat bagus.


Beni menatap wajah Rindu dan kagum, tapi Rindu cuek.


Si Rasta tidak terlalu suka pandangan mata Beni terhadap Rindu, jadi dia langsung ke inti permasalahannya yaitu ingin diajari berselancar.


"Hm! Ben, pandangan matamu jaga ya? aku kemari bersama dua temanku untuk belajar selancar bukan untuk diperhatikan seperti itu, terlalu berlebihan!" ucap Rasta agak keras.


Untuk saja si Beni paham tentang sifat asli Rasta yang memang tak bisa diganggu gugat orangnya.


Hingga Beni langsung meminta tiga orang itu masuk ke dalam pondok sederhana yang ada banyak pilihan papan selancar.


Beni sangat perhatian kepada Rindu, membuat seorang Rasta cemburu.


Erin paham dan langsing mencegah Rasta agar tidak terlalu membuat onar, Beni adalah teman Rasta, tak baik jika bertengkar. Di depan Rindu lagi.


"Reputasimu akan buruk, cobalah tahan emosimu, Ras!" bisik Erin.


"Tapi dia terlihat sangat tak sopan," jawab Rasta.

__ADS_1


"Dia berlaku sopan hanya saja pandanganmu yang terlalu berlebihan, kau tidak perlu melakukan hal itu sebab Rindu bukan gadis yang mudah menerima seorang pria di dalam kehidupannya. Rasta adalah yang pertama baginya."


"Benarkah?"


"Iya, makanya kau tidak perlu banyak bicara! ikuti saja apa yang ingin dilakukan oleh Beni karena dia adalah seorang pria yang sangat berprestasi dalam olahraga selancar, aku tahu pria ini dari televisi. Kau sangat pandai berteman karena memiliki teman yang hebat seperti Beni."


Erin bukannya membela rasa tetapi justru mengelu-elukan Beni, ini membuat Rasta kesal tetapi masih bisa menahannya.


"Kau tidak perlu marah karena kita lebih baik ikut Beni, noh! mereka berdua sudah berjalan menuju!"


Rasta dan Erin mengekor langkah Rindu dan Beni.


.


.


.


Beberapa menit kemudian ...


Rasta merasa tidak menikmati liburan kali ini karena melihat Erin dan Rindu semakin jauh darinya sebab selalu berbahagia dengan kegiatan selancar, Rasta memilih untuk duduk di bawah paling yang besar sambil meminum air kelapa yang masih muda.

__ADS_1


"Apa ini? sama sekali tidak paham konsep para gadis, Beni memang lebih tampan dariku tapi kan aku yang membawa mereka kemari? apakah mereka melupakan aku atau sengaja tidak ingat? huh! menyebalkan sekali dua orang itu!"


Saat Rasta saat kesal tiba-tiba saja Rindu datang.


"Heh pria aneh, kenapa kau berada di sini? bukannya ikut kami bersenang-senang!"


"Malas, aku tidak mau hitam."


"Yaelah, kau bisa saja! aku tahu kenapa kau marah, kami tidak suka dengan Beni, tapi dia pandai berselancar jadi kali ini belajar, aku menjadi pria paling menyedihkan ya? Erin mengatakan kepadaku jika Beni urusannya, ini aku harus mengurusmu!"


Rasta tidak pernah menyangka jika seorang Rindu bisa mengatakan itu semua kepada dirinya.


Selama ini, Rasta tak memiliki seorang teman gadis yang benar-benar peduli kepadanya selain ingin uangnya saja, Erin adalah list nomor pertama tetapi dia tidak ada rasa suka terhadap sahabat.


Dia dan Erin sudah berjanji hanya akan menjadi sahabat saja, Erin juga memiliki tipe yang sangat tinggi bukan seperti Rasta.


"Kok bengong?"


"Oh, iya. Kau mau mengurus aku ya? oke! aku akan siap menjadi bayi lagi."


*****

__ADS_1


__ADS_2