Ruang Rindu

Ruang Rindu
Episode 93


__ADS_3

Mas Pras POV


Semalam seusai keluar dari kamar mandi aku melihat Anna sudah terlelap di ranjang, dia tampak tak mengenakan selimut.


Aku menggeleng dan berpikir mungkin dia sedang kelelahan makanya tidur lebih awal. Saat aku mendekat dan telah berdiri di sampingnya, aku segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Lalu pandangan mataku teralih pada ponselnya yang berada di atas nakas layarnya terlihat menyala.


Awalnya aku mengabaikannya kala layar ponsel itu mati, namun tak berapa lama layar itu kembali menyala hingga menarik minatku untuk mengambilnya.


Perlahan aku duduk di sisi ranjang kemudian menggapai ponsel itu, dan ini adalah kali pertama aku membuka ponsel miliknya. Ada puluhan panggilan tak terjawab dan pesan masuk, dan itupun dikirim oleh orang yang sama. Pada layar bertuliskan nama Kak Adrian.


Dalam hati aku mengeram, karena tanpa sepengetahuanku sampai saat ini mereka masih berhubungan. Aku kemudian membuka isi pesan itu satu persatu yang bertuliskan ajakan bertemu.


Jadi inilah sebab perubahan sikapnya dari tadi siang yang lebih banyak diam dan nyatanya tengah menyimpan sesuatu di dalam dirinya.


Aku memejamkan mataku sejenak dan menarik napasku dalam sebelum menoleh menatap wajahnya.


"Cara apalagi yang harus Mas lakukan agar bisa mengikatmu untuk tetap berada disisiku," ucapku lirih dengan telapak tanganku yang bergerak pelan mengelusi garis rahangnya.

__ADS_1


Akupun kemudian bangkit memilih untuk keluar kamar menuju pada ruang kerjaku. Duduk dengan menyandarkan kepala. Memejamkan mata berharap kewararasan masih menguasai pikiranku.


Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Hari nyatanya sudah pagi dan tak terasa semalaman aku tidur disini. Aku pun menghela napasku lalu bangkit keluar menuju ke kamar dan kudapati Razka telah terbangun tapi tak kutemui sosok Anna. Aku meyakini dia ada di kamar sebelah mengurusi Aqila.


Dan secepat inikah dia akan pergi meninggalkan kami, batinku.


Dengan langkah lunglai aku mendekat ke arah boks milik Razka, menggendongnya lalu membawanya ke atas ranjang. Namun tak lama pintu terbuka, dia datang dengan menampilkan senyum sumringahnya pada Razka lalu mendaratkan kecupannya.


Dan batinku menyuarakan, sampai kapan dia akan berpura-pura. Rasanya aku mulai muak dan tak menghiraukan ucapannya kala dia memberiku perintah hingga sampai tiba waktunya berangkat bekerja aku tetap memilih bungkam.


Namun pada kenyataannya ego dan batinku berbanding terbalik. Pesan semalam rasanya terngiang dalam benakku. Mengusik pikiranku. Memaksaku untuk tak mengabaikannya hingga menuntun langkahku sampai berada di restoran tempat Anna dan lelaki itu duduk dalam satu meja.


Saat aku mulai menyalakan mobilku, sosok Anna terlihat keluar dari area restoran diikuti oleh lelaki di belakangnya. Aku memperhatikannya dengan kening berkerut karena kudapati ada sesuatu yang tak beres, dan memancing amarahku kala gurat ketakutan Anna mulai terlihat.


Bergegas aku keluar mobil menghampiri mereka. Aku makin geram kala mendengar lelaki itu memaksakan kehendaknya menarik lengan Anna yang berusaha meronta dan meneriakkan kata, "lepas..."


Tanganku pun kian terkepal kemudian dengan kuat kulayangkan pada rahangnya hingga lelaki brengsek itu tersungkur di pelataran parkiran.

__ADS_1


"Ini yang terakhir kalinya kamu terlibat pembicaraan dengan istriku. Dan jauhi Anna!" Ancamku menatapnya tajam tak perduli dengannya yang tengah mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.


Dengan cepat aku menarik lengan Anna membawanya masuk ke dalam mobilku.


To be Continue


Give away dari novel Ruang Rindu;


beberapa episode akan berakhir, tapi beberapa episodenya belum diperhitungkan 😁


Cara dapat give away adalah,


-Review atau komentar unik di akhir episode nanti


-Vote tertinggi berkesempatan buat dapet hadiah yaaaa


Total nanti akan dipilih 3orang pemenang, bebas ongkir(indonesia)

__ADS_1


Hadiahnya apa thor? gamis cantik dariku 😘😘😘


__ADS_2