
Sepanjang perjalanan yang mereka lihat sungguhlah menakjubkan, ini membuat mood rindu menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"Wah ini keren sekali," ucap Rindu sambil membuka jendela mobil, dia benar-benar menikmati pemandangan itu seakan-akan semua ciptaan Tuhan hanya untuk dirinya.
Erin merasa terbantu dengan Rasta yang meskipun slengekan, tetap mau membantu dirinya yang akan selalu berada di samping Rindu kondisi apapun.
"Iya Rin, padahal kau sering lewat sini, kita kan memang selalu lewat sini kan?" ucap Erin.
Dia hanya ingin ingatkan beberapa momen ketika mereka bersama, Erin akan memperlihatkan betapa indahnya kehidupan ini selain permasalahan yang ada di keluarga Rindu.
"Hm, aku sama sekali tidak menyadari bahwa kita sering ke sini, apakah aku terlalu sibuk dengan kehidupanku? hingga aku tak terlalu memperhatikan ayah dan ibuku yang seperti itu?" ucap Rindu yang tidak terlihat cukup tenang untuk memahami keadaan keluarganya yang amburadul.
__ADS_1
Sang ibu dekat dengan pria lain sedangkan ayahnya sudah beristri, waktu rindu mendapatkan dua ibu dan dua ayah.
Bagi sebagian orang, ini semuanya merupakan aib.
Sebuah aib yang tidak bisa ditutup lagi, semua orang sudah tahu tentang keburukan ayah dan ibunya.
Rindu mulai stress.
"Fokus pada hari ini saja, kita bertiga sedang ingin jalan-jalan! kau adalah manusia bebas Rindu, kau bisa berada di rumahku sampai kapanpun! kau tidak perlu bekerja atau menghasilkan uang untukku, aku hanya ingin kau menjadi orang yang tidak merasakan kesedihan itu, kita bangkit dan lakukan yang terbaik."
Erin mencoba untuk menguatkan dengan ucapannya, Rasta yang terlihat tak peduli juga berkata," Nona Rindu, aku merasa kau tidak sendirian, ibuku juga menikahi duda, entah mengapa ibuku memilih bersama dengan pria yang pernah menikah, tetapi kata ibuku, ayahku sudah bercerai lama dengan istrinya, jadi tidak ada masalah, hanya saja beberapa izin belum dikantongi, ayahku harus bolak balik kesana kemari."
__ADS_1
"Hm, ayahmu kan duda, beda dengan ibuku yang janda, dia masih menikah dengan ayahku, mereka berdua tidak cocok tetapi bukannya memperbaiki apa yang ada justru mereka lebih memilih memiliki simpanan, simpanan yang bukan hanya setahun dua tahun bersama, faktanya mereka sudah bersama ketika ikatan pernikahan itu, masih ada. Lalu ibuku lebih cocok dengan pria yang lebih muda 10 tahun darinya. Bukankah ini mengesalkan?" cetus seorang Rindu, dia meluapkan kekesalan yang ada di dalam dada.
"Ya, kau menjalani kehidupan yang sangat sulit tapi aku yakin, kau akan menjadi seorang gadis yang hebat di kemudian hari!" Rasta memberikan kata-kata ajaibnya, dia bisa menerima ayah tirinya sebab, sang ayah tiri memberikan kasih sayangnya tidak henti kepada ibu, Rasta dan sang adik.
Sang ayah selalu jujur dan tidak pernah berbohong.
Ini yang membuat seorang Rasta mau menerima seorang pria dewasa yang memang ikhlas menjaga anggota keluarganya bukan hanya menyiksa atau merampas uang yang dimiliki oleh ibunya.
"Erin paling memahami kehidupan rumah tangga kedua orang tuaku, ayah kandungku merupakan pria yang kasar. Dia tidak pernah merasa puas dengan kehidupan yang cukup mapan, ibuku dulu seorang direktur, ayahku juga seorang direktur. Mereka bisa mencukupi kebutuhan kamu tetapi tidak dengan kasih sayang, alhasil mereka harus berpisah! waktu itu usiaku masih sepuluh tahun, lalu lima tahun kemudian, ibu dekat dengan ayah tiriku. Keduanya cocok dan bersahabat. Saat kami berada dalam titik terendah, ayah tiriku, menikahi ibuku dan kehidupan kami menjadi lebih baik! sampai saat ini, aku melihat mereka berdua sungguh romantis meski sudah tidak muda lagi."
Rasta memiliki kisah yang tak kalah menyedihkan hingga Rindu mencoba untuk memahami kehidupan ini bahwa tidak hanya dia yang menderita.
__ADS_1
*****