Ruang Rindu

Ruang Rindu
Menjadi karyawan terbaik.


__ADS_3

Sang bos ternyata sudah memberikan banyak hal untuk sang karyawan yang sangat dia sayangi, sebuah kostum yang dia beli dari seorang desainer kelas atas yang merupakan temannya.


"Kau tidak perlu cemas akan hal ini, sebab aku memiliki seorang teman dengan kepandaian dalam mendesain baju yang amat modis, kau hanya perlu masuk ke dalam mobil lalu nanti berganti baju di tempat khusus yang sudah aku siapkan," pinta sang bos yang selalu semena-mena terhadapnya.


Mau tidak mau sangat gadis harus menuruti apa yang di katakan oleh seorang Adnan.


Akhirnya dia masuk ke dalam mobil, sang bos langsung tancap gas.


.


.


.


Sepanjang perjalanan menuju tempat yang dimaksud sangatlah jauh sehingga dia harus bersabar.


"Bos, kita akan pergi kemana?" tanya seorang gadis yang merasa bahwa sang bos terlalu berlebihan membawanya menuju ke sebuah tempat yang konon katanya sangat memberi apresiasi kepada dirinya.


Namun pada kenyataanya semua itu bisa saja hanya jebakan.


"Aku tidak akan mencelakai kau. Kau adalah gadis yang sangat aku cintai, meskipun jarang sekali kau memberikan perhatian kepadaku. Apalagi kau adalah satu-satunya gadis yang selalu menolak aku! ngenes sekali nasibku ini."


"Bos, maaf, jika aku sudah mengecewakanmu, namun aku memang sedang tak memikirkan semua itu."

__ADS_1


Sang gadis menjadi lebih murung dari sebelumnya ketika mengingat akan kisah cintanya dulu.


Dia bisa saja menjadi seorang gadis yang cuek dan menikah dengan seorang Adnan yang kaya serta tampan.


Namun pada kenyataanya, Rasta masih bertakhta di dalam hati seorang Rindu.


Ini tidak bisa di ganggu gugat lagi.


Sang bos sebenarnya paham akan semua perasaan yang menjadi fokus utamanya.


Rasa yang tak terbalas, cinta darinya untuk Rindu sejak pertama kali berjumpa dan dia akan selalu mengejarnya.


"Bos, di kantor ada berapa orang?" tanya Rindu basa-basi.


"Hm, kenapa kau bertanya hal yang tidak seharusnya?" Sang bos jadi curiga.


Sang gadis memiliki jurus jitu agar Adnan mau kembali ke kantor, bukannya pergi ke tempat yang tidak jelas.


"Oke, jika itu menjadi kendala, aku akan segera membatalkan rapat itu."


Dan akhirnya sang gadis harus menanggung semuanya.


Sang bos sangat senang melihat Rindu yang galau karena tak bisa berkelit.

__ADS_1


.


.


.


Kota X ...


Di ujung negara lainnya, ada sebuah rumah yang sangat ramai dengan orang, di sana ada Rasta dan seorang gadis yang tak asing lagi yaitu Cahaya.


Dua orang itu baru saja bertunangan.


Rasta terlihat bahagia untuk Cahaya, seorang gadis yang terlihat cantik dengan baju yang sangat menawan.


"Kalian sudah resmi bertunangan," ucap ayah Rasta dengan rasa bahagia.


Sedangkan Beni dan Erin, cukup sedih dengan ini.


"Ben, aku tidak tahan," ucap Erin.


"Rasta adalah sahabatmu, bagaimana kau bisa pergi di saat dia merasakan kebahagiaan ini?"


Beni paham akan semua yang dirasakan oleh Erin, namun saat mengingatkan tentang kebahagiaan Cahaya yang baru dua bulan lalu di tinggalkan calon suami sebab tak bisa hadir di acara pernikahan karena harus mengalami hal buruk dan tiada dari dunia ini.

__ADS_1


Beni mencoba mengingatkan, agar tak membawa emosi terlalu berlebihan.


*****


__ADS_2