Ruang Rindu

Ruang Rindu
Kesalahan terindah.


__ADS_3

Beberapa menit kemudian ...


Rasta, Beni dan Erin sudah berada di depan rumah sang pria, mereka tak jadi pergi ke rumah Erin sebab ayah Rasta tidak memberikan izin.


Alhasil, ketika sahabat itu harus berbicara di depan rumah tapi masuk ke dalam mobil agar tidak dicurigai sedang berbicara apa.


Ini soal Rindu jadi tidak bisa secara terbuka membicarakannya.


"Aku baru saja mendapatkan informasi dari temanku yang ada di luar negeri, dia melihat seorang gadis yang mirip dengan Rindu bersama bos besar," ucap Erin.


Sang teman sangat tercengang ketika gadis yang sudah menjadi pemilik hatinya selama 1 tahun ini ternyata memiliki seorang pria yang lebih hebat darinya.


Dia tidak bisa percaya begitu saja.


"Aku tahu jika Rindu bukanlah orang yang semudah itu memberikan cinta, aku tidak mempercayai semua itu dan berharap akan mendapatkan berita yang lebih valid lagi!"


Rasta tak mau mempercayai sebuah berita yang sebenarnya adalah hoax tetapi seakan-akan nyata, dia masih percaya jika Rindu mau bersamanya ketika Cahaya sembuh nanti.

__ADS_1


"Aku tak bisa meninggalkan Cahaya dalam kondisi seperti ini, aku ingin sekali bertemu dengan orang yang telah membuat statement bahwa Rindu adalah gadis yang memiliki cinta lain di luar negeri."


"Kau bisa bertemu dengannya 5 hari lagi karena dia akan kembali ke luar negeri, aku hanya ingin kau bertatap muka langsung dengan Rindu, selesaikan urusan kalian berdua dan jika ingin memilih kehidupan masing-masing hati kalian tidak akan terpaut lagi. Kami sudah sejauh ini memberikan informasi tetapi kau sama sekali tidak menghargai apa yang kami lakukan untukmu!"


Erin, dia merasa kesal dengan keputusan Rindu lagi dari Rasta, bagian Rasta yang memilih untuk membantu penyembuhan Cahaya.


Sang sahabat sudah mengatakan bahwa hubungan yang sudah terjalin itu tidak bisa putus dengan segera apalagi karena sebuah balas budi, semuanya akan lebih rumit dari yang dipikirkan, nyatanya Rasta tak mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh Erin.


"Rin, bukannya aku tidak menghargaimu tetapi perasaan yang menyedihkan ini tak bisa melihat Cahaya berada dalam titik terendahnya."


"Aku juga sahabat dari Cahaya tetapi kan kita bisa membicarakan hal ini baik-baik bukan langsung memutuskan agar kau bertunangan dengannya? aku sudah bicara dengan ayahmu, dia mau membantumu agar bisa melakukan balas budi ini dengan cara lain, tapi kau sudah memutuskan segalanya sendiri sehingga ayahmu tak bisa mengatakan apapun selain mendukung. Yah, dia selalu mendukung apapun yang kau katakan aku juga memahami hal ini sebab ibumu dalam kondisi yang kurang baik beberapa hari ini, dia sudah cocok dengan Cahaya. Huft! akan ada banyak hati yang kau sakiti!"


"Rasta, coba kau pikirkan apa yang disampaikan oleh Erin, dia hanya ingin yang terbaik untukmu dan kau tidak boleh egois!" ucap Beni.


"Aku tak egois Ben, karena semua itu aku mau menjadi tunangan dari Cahaya, kami adalah sahabat, pada intinya aku sudah memikirkan ini matang-matang dan akan menyelesaikannya perlahan! aku mohon dukung aku dan berikan aku semangat agar menjalani rencana ini dengan sebaik-baiknya tanpa ada pihak yang terluka!"


Rasta lalu berpamitan untuk masuk ke dalam rumah sebab dia harus menjaga Cahaya.

__ADS_1


Erin masih saja kesal tetapi Beni memberikan nasehat agar kekasihnya tidak terlalu marah.


Kini Rasta sudah masuk ke dalam rumah, Erin masih saja mengumpat.


"Ben, dari dulu dia itu memang sangat keras kepala sehingga aku tak bisa memberikan informasi yang jelas kepadanya! aku sudah mengatakan agar tidak tunangan dengan Cahaya, tetapi pria itu sungguh bandel. Huft! aku tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikirannya itu!"


Erin selalu marah ketika sang sahabat tak memikirkan perasaan orang lain ketika melakukan suatu tindakan.


Beni mencoba untuk menenangkan sang kekasih agar tidak menjadikan kondisi yang sudah baik ini ricuh lagi.


"Rin, kita lebih baik mencari keberadaan Rindu, minta temanmu untuk mempercepat kepulangannya ke luar negeri, aku paham Rasta tak akan mau ikut dengan kita! kita yang harus bertindak, kau mau kan membujuknya akan segera pulang?"


Beni kadang memiliki pikiran yang cerdas tetapi juga absurd.


"Haha, idemu boleh juga tapi kau yang mengatakan kepadanya ya karena dia itu orangnya temperamental!"


"Iya, nanti aku akan mengajaknya ke atas ring jika marah-marah! apakah kau tidak paham juga jika aku ini adalah atlet MMA."

__ADS_1


"Wkwkwkwkwkwwk, pertama kali ini kau mengatakan itu padaku, calon suami yang menggemaskan!"


*****


__ADS_2