Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Tamu Istimewa


__ADS_3

💥💥💥


"Anak kecil itu manis sekali ya, Yang?" Chika tersenyum ceria tatkala ia baru saja bertemu dengan seorang gadis kecil berusia 7 tahun, yang diketahui adalah anak tetangga barunya.


Gadis itu hanya tinggal sendiri bersama pembantunya, kebetulan mereka bertemu tatkala bocah tersebut tengah mencari kucing kesayangannya.


Hingga Chika dan Andrew diajak gadis tersebut untuk bertandang ke kediamannya.


Dia manis sekali, gadis ramah dan ceria.


Namun sayang, dari cerita yang diungkapkannya, gadis itu sangat kesepian sekali. kedua orang tuanya sibuk bekerja dan kini tengah pergi keluar kota karena urusan pekerjaan.


"Ya, siapa ya namanya? aku sampai lupa." Andrew tengah berpikir


"Aqilla." jawab Chika


"Yeah! Aqilla, gadis yang malang."


Chika mengangguk lesu, "Hari-harinya hanya bermain bersama Bibi, ditambah lagi penduduk area sini kurang bersosial."


"Mungkin saja karena jarak rumah ke rumah lainnya cukup jauh, Sayang."


"Iya juga." Chika mendudukkan tubuhnya di kursi teras sembari memegang perutnya


"Aku ambil air minum ya," tawar Andrew, Chika mengangguk


Chika menunduk menatap perutnya, mengelus-elus lembut dengan penuh kasih sayang. hingga sudut bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman tatkala ada dua benda yang menonjol dan bergerak.


Chika terperangah, ia memangapkan mulutnya karena gembira. anak-anaknya merespon sentuhan sang Ibunda.


"Oh bayi-bayiku, ini Mama, Sayang." lirih Chika, ia terkesima


"Kalian masih asyik bermain, hm? apa semenyenangkan itu didalam perut Mama? oh my twins." Chika terus mengelusnya, merasakan pergerakan itu didalam sana.


Kedua janinnya begitu aktif, terus bergerak dan bahkan membuat Chika hampir meringis pada ulu hatinya.


"Kenapa kalian barbar sekali?" Chika tergelak sembari meringis


"Sayang, ada apa?" sosok Andrew telah kembali, menatap cemas pada istrinya yang memegang dada dan pinggul sembari merintih kecil


"Its oke! mereka terlalu aktif." Chika menenangkan ke khawatiran suaminya


"Oalah! minum dulu," Andrew menyodorkan segelas air putih


Chika meraihnya, dan meneguk air mineral itu hingga tandas.


"Ayo kita ke kamar, kamu harus istirahat." Andrew membantu sang istri untuk berdiri, Chika mengangguk menuruti

__ADS_1


"Sudah-sudah! aku masih kuat jalan kok, kamu memperlakukan ku seakan akan kandunganku udah sembilan bulan saja." cibir Chika, menggeleng gelengkan kepala


"Perutmu itu jumbo, makanya aku lebih khawatir."


Chika hanya mengulum senyum


Mereka menaiki tangga dengan pelan tapi pasti, setelah tiba di lantai dua, keduanya memasuki kamar utama yang begitu sepi.


**


"Ya Allah, Chika! ini rumah atau istana kayangan, sih?? megah amat!" seru Melani, perempuan itu baru saja tiba bersama Assisten Raffa di kediaman baru sang sahabat, dan langsung membuat kehebohan.


Malam itu mereka berdua disambut hangat oleh penghuni baru kediaman megah ini.


Lupa akan pelukan, lupa pula menyalimi sang Tuan rumah, akibat pandangannya langsung dihipnotis sebelum memasuki kediaman ini. Melani benar-benar terpukau, ia tidak menyangka akan memasuki tempat seindah ini.


"Tentu saja rumah." sahut Chika


"Eh, bukan-bukan! ini istana tau! kayak istana kerajaan." tukasnya


"Hmmm, serah deh! kalian bawa apaan tuh?" pandangan Chika sedari tadi hanya tertuju pada sesuatu yang di pegang Assisten Raffa


"Suami kamu nitip sesuatu untuk makan malam kalian." ujar Assisten Raffa


Chika beralih menatap suaminya yang hanya mengulum senyum, "Belum ada apa-apa di kulkas, Sayang." sela Andrew


"Terima kasih, Mas Raffa, anda baik sekali." puji Chika seraya mengulum senyum padanya, sesekali ia melirik reaksi wajah suaminya


Dan benar saja, mendengar pujian dari sang istri membuat pria itu berdehem-dehem.


"Ehem!"


"Kamu bawa ke Dapur dan persiapkan makan malam kami." perintah Andrew pada bawahannya


Assisten Raffa terhenyak, "Hah? dalam urusan makan pun harus saya juga, Tuan?"


"Yeah!" sahutnya dengan dingin


"Mas Raffa, biar Melani bantu ya, Melan juga udah lapar tau, hehehe" gadis itu menawarkan diri


"Hmmm, kita berdua aja, Lan! enggak enak sama Mas Raffa, udah terlalu baik." sanggah Chika


Suaminya benar-benar keterlaluan, menurut perempuan itu


Melani pun mengangguk, ia dan Nyonya rumah bergegas ke dapur untuk mempersiapkan makan malam mereka berempat.


🌴

__ADS_1


Kini dua pasang insan yang terlihat begitu akrab, tengah berkumpul di taman samping yang hampir menjurus ke belakang, tepatnya di area kolam renang.


Puas menelusuri area yang menyuguhkan pemandangan indah ini, mereka berempat pun lebih memilih untuk berdiam diri sembari mengobrol banyak hal di Gazebo, tempat berkumpul yang paling nyaman.


Sesekali menikmati cemilan pizza dan dessert yang begitu menggoda. suasana terasa begitu hangat walaupun cuaca kian mendingin. namun hal itu tidak menyuruti kebersamaan mereka yang terjalin cukup lama.


"Tuan, kalau Chika tinggal disini, berarti anda juga memanjakan saya dong?" celetuk Melani


Andrew mengernyit, "Apa hubungannya?"


"Ck! artinya saya akan lebih sering berkunjung kesini, hehehe." ujarnya sembari cengengesan


"Itu pun kalau boleh," gumamnya


"Oh." pria itu hanya memberi respon sesingkat itu, membuat Melani mencebikkan bibirnya


"Boleh nggak kalau saya sering main kesini?" tanya gadis itu


"Silakan, asal tidak membuat istri saya kelelahan. kamu lihat? dia hamil besar." Andrew menunjuk perut sang istri dengan sorot matanya


"Ya, saya tau juga kali!" cibirnya


"Ngomong-ngomong, Chik, anakmu pasti semok kalau udah lahir." Melani mengelus perut sahabatnya


"Kenapa gitu? karna gede, ya?"


Melani mengangguk


"Hu'um, atau tidak--mungkin kembar." tebaknya


"Ngawur kamu!" Chika tergelak


"Benar lho, apalagi saat itu--Ibumu melahirkan anak---kembar." ucapnya dengan terbata-bata. Chika hanya tersenyum menanggapi itu


"Jangan tersinggung ya, aduh, aku jadi merasa tidak enak." Melani mengelus tengkuk lehernya


"Its oke, nggak masalah. itu sudah takdir ilahi 'kan? kita tidak boleh bersedih berlarut-larut." pukas Chika


Melani mengangguk seraya tersenyum, gadis itu berhambur memeluk sahabat tercintanya.


💥💥💥


Sahabat solid, jadi pengen peluk halu 😍


Ayo rutinitas wajibnya ya ...


btw Novel ini udah ada *A**udiobook* nya lho .. yang malas baca, boleh dengerin suara kak Mono.Nay

__ADS_1


Tapi dari bab awal, heheh 😅😉


__ADS_2