
💥💥💥
Flashback On
Tiga tahun yang lalu di Spanyol, baru saja tiba dari Indonesia, Andrew harus berhadapan kepada kedua orang tuanya beserta Oma dan Opa yang kala itu masih hidup.
Mereka menatap lekat sosok sang putra yang telah berusia 27 tahun, sosok yang sudah cukup matang untuk menikah namun belum jua ingin melanjutkan hidup ke jenjang pernikahan tersebut.
Andrew mulai merasakan sesuatu yang tidak enak tatkala Papi Setya memegang beberapa foto wanita. dan benar saja, seketika itu beberapa foto tersebut dilemparkan ke hadapan Andrew.
"Pilih salah satu dari mereka dan menikahlah!" ujar Papi Setya
Andrew terbelalak, menatap lekat beberapa wanita yang berparas gadis Indonesia. tentu saja itu dari Bali, gadis manis dan bertata krama.
"Maaf, Pi, Andrew gak berminat dengan mereka." tolaknya
"Hhh ... sudah ku duga." gumam Papi
"Masih ingin bersama perempuan itu juga!" gerutu Mami yang dimaksud adalah Celine
"Ya. aku mencintainya dan hubungan kami sudah 7 tahun, Mi. mana mungkin aku meninggalkannya," protes Andrew
"Apa dia sudah mau menikah denganmu?" tanya Oma
Andrew menggeleng,
"Dia masih ngejar karir." ucapnya sendu
"Jangan bodoh, Andrew! dia aja tidak memikirkan kamu, apa lagi hubungan kalian. sampai kapan kalian berpacaran terus, sedang kami sudah menginginkan cucu."
"Papi, ini dunia barat! wajar saja kalau penduduknya belum juga menikah." sergahnya
"Gak peduli ini di Barat atau di Timur, yang penting Opa pengen cucu sebelum Opa mati. uhuk uhuk!" sahut Opa.
Sontak semua orang menatap ke arah Opa yang bisa-bisanya berkata seperti itu.
"Opa, jangan ngomong gitu!"
"Makanya, menikahlah."
Andrew terdiam, berpikir keras bagaimana caranya melunakkan keras kepalanya wanita itu.
"Papi akan berikan 5% harta padanya, asalkan pernikahan kalian telah mencapai 3 tahun dan tentu saja sudah memberikan cucu pada kami."
Andrew terbelalak mendengarnya, "Yang benar saja, Pi??"
"Ya! kalau dia gak mau juga, putuskan hubungan kalian dan pilih salah satu dari mereka yang jauh lebih baik darinya," tegas Papi
__ADS_1
Andrew menghembuskan nafas dengan kasar.
"Oke, baiklah. aku ingin ke rumahnya dulu," pamit pria muda itu, bergegas bangkit.
Beberapa menit kemudian, Andrew telah tiba di Kediaman Celine. dari bawah, pria itu dapat melihat sosok wanita yang ia cintai tengah bersantai sembari memanjakan kuku-kuku indahnya.
Andrew bersiul, perhatian wanita itu teralihkan dan menatap ke bawah. Sontak saja ia terbelalak melihat pujaan hatinya yang telah kembali dari Indonesia tanpa sepengetahuan dirinya.
"Andrew!!" teriaknya dengan girang. gadis itu beranjak masuk ke kamar untuk menyambut pangeran hatinya.
Mereka berpelukan dan berci*man dengan mesranya.
"Kapan kamu pulang?" tanya Celine dengan senyumnya yang paling manis
"Baru saja tiba, Sayang. bagaimana kabar mu?" Andrew merengkuh pinggul gadis itu
"Seperti yang kau lihat, sangat baik dan makin cantik."
"Ya, memang tidak dipungkiri. oh ya, aku kesini ada sesuatu yang ingin ku sampaikan." Andrew berkata serius
Celine mengernyit, "Apa itu?"
"Ayo kita menikah!" ajaknya
"Apa??? enggak, enggak! kau tau, Ndrew? aku ini model, belum bisa untuk menikah apalagi punya anak."
"Papi akan memberikan hartanya 5% padamu, yakin tidak mau??" ucap Andrew
Seketika saja Celine terbelalak, ia menghitung harta tersebut dengan jarinya.
Mereka ini orang tajir, bukan? perusahaan di Spanyol adalah perusahaan yang paling besar, pasti 5% harta yang tidak sedikit.
Celine membalikkan badannya menatap sang kekasih,
"Aku akan bersedia, tapi ada syaratnya."
"Apa itu??" tanya Andrew
"Izinkan aku tetap bekerja, menggapai cita-citaku."
Andrew berpikir, "Terserahlah."
"Jadi benaran mau menikah denganku?"
Celine mengangguk
"Bagus! ayo sekarang kita ke rumah orang tuaku." Andrew menarik tangannya. namun perempuan itu mencegah sang kekasih.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Aku harus ganti baju dulu,"
"Tidak masalah, ini saja. hanya membicarakan pernikahan."
"Hhh ... baiklah,"
Andrew dan Celine telah kembali ke kediaman mewah dan megah, halaman yang luas penuh beragam bunga dan air pancur di tengah-tengahnya. Andrew dan Celine keluar dari mobil, saling berpegangan tangan dan memasuki pintu utama.
Hingga tibalah mereka di ruang keluarga.
"Kami akan menikah sesuai yang kalian mau." ujar Andrew tiba-tiba setiba mereka di hadapan keluarganya
Sudah ku duga, kalau disogok dengan harta pasti mau. batin Mami
"Duduklah, Nak," Oma menyilahkannya untuk duduk.
Andrew dan Celine menduduki tubuhnya di sofa
"Yakin bersedia menikah dengan Andrew?" tanya Papi, gadis itu mengangguk
"Baiklah, kami akan memberikan harta 5% padamu bila saat nanti usia pernikahan kalian mencapai 3 tahun dan telah memberikan kami cucu." tegas Papi
Celine terhenyak mendengarnya, sejurus itu ia menatap tajam pada Andrew. bisa-bisanya pria itu hanya mengatakan tentang harta, namun tidak dengan syarat lainnya.
"Bagaimana??" tanya Papi lagi, kali ini kedua anak muda tersebut benar-benar di sidang dalam suasana yang mencekam
Kalau gak terima, aku bakal gak dapat harta. tapi menunggu 3 tahun itu ... is lama sekali! apalagi punya anak, ah tidak! tidak! katakan saja nanti kalau aku mandul.
Yang penting Andrew udah mengijinkan ku untuk berkarir
"Saya bersedia." ucapnya dengan pasti
"Baguslah, pernikahan akan dilaksanakan satu bulan lagi."
Dan lagi-lagi Andrew dan Celine terhenyak mendengarnya.
Benar saja, sebulan kemudian pun sepasang kekasih itu telah sah menjadi sepasang suami istri. walaupun keduanya berbeda keyakinan, namun Andrew tidak mempedulikannya. yang terpenting ia menikah dengan pujaan hatinya dan terbebas dari tuntutan untuk menikah.
Andrew pun memutuskan untuk membawa Celine ke Indonesia, sebab di Negara itulah Andrew harus meneruskan perusahaan kakeknya dari sang Papi.
💥💥💥
...Sekian dulu flashback tentang pernikahan mereka dulu yaa 😜...
...Rutinitas biasanya, like koment vote hadiah poinnya 😉...
__ADS_1