
💥💥💥
Andrew dan Chika baru saja pulang kala sore itu. sebagai suami yang siaga, Andrew turut membantu sang permaisuri untuk turun dari mobil dengan penuh hati-hati.
Keduanya masuk ke dalam rumah yang telah disinggahi sejak beberapa minggu terakhir ini, rumah keadaan sepi dan seakan tak berpenghuni.
"Mami kemana ya?" gumam Chika
"Mungkin di kamarnya, Sayang." ucap Andrew, Chika mengangguk paham
Kini keduanya telah tiba di kamar utama, Chika langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. ia merasa lelah, dan ingin sekali untuk beristirahat.
"Istirahatlah, maaf kalau hari ini aku membuatmu kelelahan." ujar Andrew
Chika menggeleng cepat, "Enggak sama sekali, tidak perlu minta maaf." ucap Chika
"Hmm." Andrew berdeham. ia kemudian menyampirkan selimut ke tubuh sang istri, setelahnya ia melenggang pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian, pria tampan tersebut telah menyelesaikan kegiatannya di dalam sana. tubuh bertelanjang dada yang hanya dibaluri beberapa titik air, pinggang kokoh yang dibaluti dengan handuk, dan rambut tengah diusap hingga menguar wangi ke udara.
Namun, wanginya tubuh Andrew, tidak ada reaksi apapun dari sang istri.
Andrew mendekat untuk melihat istrinya, seketika napasnya terjeda tatkala melihat perempuan itu telah terlelap.
"Tidur yang nyenyak, Sayang." ucap Andrew, berbisik pada telinganya. tak lupa ia mengecup kening itu dan juga beralih pada perutnya.
**
Tidak terasa kehamilan Chika telah memasuki usia 9 bulan, hari-hari ia lalui dengan baik walau terkadang selalu ada keluhan yang terlontar pada ucapannya. seperti pinggulnya sakit, dada terasa sesak dan kantung kemih seakan ingin terus mengeluarkan cairan urin.
Namun, semua itu ia lalui dengan penuh kesabaran, dan sesekali berkonsultasi kepada dokter kandungan yang bekerja di Rumah Sakit milik Andrew.
Pagi ini, setelah sarapan pagi, Chika tengah melakukan senam hamil di kediamannya yang berada di ruang olahraga. bersama instruktur muda yang berbakat dalam bidangnya.
"Sudah siap?" tanya instruktur wanita tersebut, ia ingin memastikan bila anak didiknya telah siap untuk memulai
"Siap, Kak." jawab Chika, ia sangat yakin
__ADS_1
Instruktur muda yang membimbing Chika ini pun memulai awalan dengan gerakan kegel, berjongkok diatas matras, membuka kaki lebar-lebar hingga posisi perut berada di tengah antara kedua lutut. dan juga kedua telapak tangan saling memgatup didepan dada, kedua siku yang bertumpu kepada lutut.
Latihan ini sangat membantu merangsang kontraksi pada bagian area otot panggul untuk mempercepat proses melahirkan. gerakan ini juga bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit terutama pada area panggul dan juga terbebas dari masalah buang air kecil yang terlalu sering.
Chika berusaha untuk menyeimbangkan tubuhnya pada gerakan ini dalam beberapa menit kedepan, menghembus napas dengan pelan hingga sang istruktur mulai beralih pada gerakan lainnya
"Kayak yang kemarin ya, Nona, berbaring dan angkat pinggul ke atas. lakukan dengan hati-hati." bimbingnya, ia melakukan dan Chika turut menyusul.
"Yeah! ini sangat membantu memperkencang otot panggul." ucapnya
Hingga beberapa gerakan senam hamil pun Chika lakukan dengan baik dan benar, dan tentunya lebih berhati-hati. seperti merangkak, sujud, gym ball yaitu duduk di atas bola dengan posisi kaki melebar, hingga melakukan peregangan kedua kaki.
Terapi ini sungguh menyenangkan, tidak hanya baik untuk proses persalinannya kelak, namun juga membuat tubuhnya menjadi rileks dan bugar.
Kini gerakan terakhir yaitu duduk bersila dan melatih nafas untuk mempersiapkan persalinan nanti.
"Bagaimana? udah enakan?" tanya Instruktur tersebut, ia duduk berhadapan kepada Chika
"Sudah lebih baik." ujar Chika
"Syukurlah. sepertinya lusa kita akan bertemu lagi, Nona. Nona juga bisa berlatih sendiri, setiap hari lebih baik." ucapnya seraya mengulum senyum
"Semoga baby twin sehat selalu."
"Aamiin, terima kasih aunty." ucap Chika, meniru suara anak kecil
"Ah iya, ayo kita minum dulu," ajak Chika, wanita itu berusaha bangkit dari duduknya dan menghampiri sebuah meja yang terdapat dua gelas dan teko berisi orange juice, beserta cake brownies buatan Mami dan dirinya
"Hmmm, melegakan."
"Perkiraan dokter kapan si twin akan lahir?" tanya instruktur tersebut, menikmati cake yang telah masuk ke dalam mulutnya
"Sekitar tiga minggu lagi, tapi aku berharap bisa secepatnya sih. hehehe," ujar Chika
"Semoga saja, dengan latihan senam juga dapat merangsang kontraksi agar lebih cepat kelahiran, juga diiringi dengan berhubungan bersama paksu, upz!" ia menutup mulutnya sembari terkekeh
Seketika saja pipi Chika merah merona mendengar kalimat itu
__ADS_1
"Malu tau, Kak, didengar netizen." Chika cekikikan
"Nggak apa-apa, rata-rata udah pada emak-emak'kan? sudah biasa kok membahas hal begituan. bagi yang belum berpengalaman pun, juga jadi tahu kalau efek berhubungan saat menjelang kelahiran itu sangat bagus." ocehnya
"Hmmm." Chika menutup wajahnya dengan salah satu telapak tangannya
Wanita ini benar-benar blak-blakkan
"Ya ya ya, serah deh." Chika pun acuh
"Hmmm," perempuan itu menatap jam di pergelangan tangannya. "Sudah jam sepuluh, sebentar lagi saya ada janjian dengan bumil lainnya."
"Terus mau pergi lagi ya?" Chika dengan wajah sendu
Perempuan itu mengangguk, "Iya, Nona, nggak enak kan kalau saya telat datang."
"Iya sih, yaudah, ayo saya antar." Chika beranjak bangkit berdiri, dibantu oleh wanita ini
Mereka berdua pun menuruni tangga dengan hati-hati, mengedarkan pandangan menatap sekitar kediaman yang cukup lengang. hanya ada Bibi yang sepertinya baru selesai mengepel lantai.
"Lantainya licin, nggak? kamu harus hati-hati." tanya wanita itu
"Tidak kok, sejauh ini aku juga belum pernah terpeleset."
"Syukurlah, jalan yang pelan-pelan saja, Nona."
Chika mengangguk
"Ibu mertua kamu kemana?"
"Palingan lagi di taman belakang, beliau sedang hobi bertanam bunga." ujar Chika
"Keren banget,"
"Ah, saya pergi dulu ya, Nona." pamitnya
Chika mengangguk, "Ya, hati-hati."
__ADS_1
💥💥💥
Jangan lupa like comment vote dan hadiah poin nya ya 😉🙏