
💥💥💥
"Serius dia yang mual-mual?" Melani terbelalak, Chika mengangguk dengan senyum manis khas miliknya
"Hahahaha, rasain tuh orang! kena getahnya juga," Melani tergelak, kemudian tersenyum seringai
"Hei, jangan gitu! gitu-gitu dia udah tobat, bapak anakku pula." protes Chika
"Iya deh, iya ... tapi gak nyangka sih baru sebulan kalian menikah udah langsung tembus brojol nya,"
"Alhamdulillah, berarti aku subur." Chika tersenyum bahagia, ia tidak menyangka akan ada dua malaikat yang mengisi hari-harinya kelak, dan kini tengah tumbuh di dalam rahimnya. Chika mengelus perutnya dengan penuh kelembutan, menyalurkan rasa kasih sayang darinya untuk kedua buah hatinya.
Apalagi kini kebahagiaannya telah bertambah dan dunia seakan berpihak kepadanya. mendapatkan suami yang ternyata mencintainya, ditambah dua mertua yang teramat sayang padanya.
Chika dikejutkan akan kedatangan seseorang yang menyentuh pundaknya, sontak saja Chika kaget dan menoleh ke belakang.
"Eh,"
"Ada yang nyari kamu tuh," seorang pria mengendikkan kepalanya ke samping
"Ah iya, terima kasih ya," ucap Chika kepada pelayan Resto
"Itu pasti Andrew, aku keluar dulu yaa,"
"Iya, jangan lama lama,.bentar lagi kita harus stand by" teriak Melani, Chika membulatkan jari telunjuk dan jempolnya.
Dan benar saja, pria itu kembali mendatanginya saat hari masih menjelang siang. Chika menggeleng-gelengkan kepala, pria itu benar-benar tidak bisa jauh darinya.
"Sayang, ngapain kesini?"
"Kangen sama kamu, aku pengen kita makan siang berdua nanti."
"Mana mungkin bisa, di waktu makan siang kita semua sibuk lho. lagi pun aku baru saja siap makan biar siangnya gak makan lagi,"
"Apalagi ini weekend, ramai banget. kami aja cuma dikasih waktu setengah jam untuk rehat,"
"Setengah jam? yang benar saja! apa mereka gak tau kamu lagi hamil, hah!" Andrew mulai meradang, menatap pintu dapur dengan tatapan sengit
__ADS_1
"Is, jangan lebay! ini karena weekend saja, hari-hari biasanya gak gini juga." Chika memutar bola matanya, jengah.
Menurutnya, Andrew terlalu berlebihan sekali mengkhawatirkannya. bukannya Chika merasa dirugikan, namun ia merasa gemas dengan tingkah pria ini yang memperlakukannya seperti anak kecil yang baru tumbuh.
"Hhh ..." Andrew menghembuskan nafasnya
"Aku suntuk di rumah, gak ada kamu terasa sepi." keluhnya
"Kan ada Mami dan Papi,"
"Is, Mami selalu membuatku jengkel."
"Gak boleh begitu, sekarang pulanglah!" usir Chika
"Kamu usir aku??" Andrew melotot
"Ck! bukan ... maksudku, aku mau kembali kerja. jemput aja nanti jam 3,"
"Baiklah, Sayang. jangan lupa minum susu dan vitamin mu,"
"Udah." Chika mendorong tubuh pria itu, Andrew pun bergegas pergi meninggalkan wanitanya seraya melambaikan tangan.
Bagi Chika, apapun yang sedang kita lakukan, lakukanlah dengan perasaan yang ikhlas, senang dalam melakukannya, dan ingat bahwa itulah tujuan hidup kita dalam mencapai kesuksesan. dipastikan semua apa yang dikerjakan akan menghasilkan sesuatu dengan maksimal.
***
Tanpa terasa Chika dan anak-anak lainnya telah selesai bekerja pada hari itu, mereka bergegas mencuci tangan dan kembali ke loker untuk mengambil tas. sedangkan seragam Chef, ia masukkan ke dalam loker tersebut.
Chika dan Melani berpisah, wanita itu melangkah keluar dari Hotel, sedangkan Melani ke arah yang berlawanan dimana tempat tinggal sementara ada disana.
Tanpa menunggu lama, mobil milik suaminya pun berhenti tepat di hadapannya. Andrew bergegas turun dari mobil, menyambut sang istri yang membukakan pintu mobil bagian jok belakang untuk sang Permaisuri.
"Maaf ya, Yang, kelamaan ... aku harus mengantarkan Mami untuk membeli sesuatu." ucap Andrew
"Emangnya Mami ikut?" Chika menatap heran
"Iya, kita akan ke sesuatu tempat," ujar Andrew,.membukakan pintu untuk istrinya
__ADS_1
"Kemana?" Chika mengernyit heran
"Nanti kamu sendiri juga tau." setelah Chika masuk, ia kembali menutup pintunya dan mengitari mobil untuk memasuki kendaraan itu.
Mobil terus melaju memecahkan jalanan Ibu kota yang cukup ramai kala hari menjelang sore itu, mengendarainya dengan kecepatan yang sedang dan penuh kehati-hatian.
Andrew yang tengah menyetir, sesekali melirik ke belakang menatap dua wanita yang sangat ia cintai. Mami dan istri kecilnya, kedua wanita yang sangat cepat sekali akrab bagaikan seorang sahabat yang telah sejak lama kenal.
Padahal baru hitungan hari kedekatan antara Mertua dan Menantu itu, namun entah kenapa sudah ada chemistry dari perasaan keduanya. mungkin saja karena Mami adalah orang yang sangat ramah kepada semua orang, terbuka dan cerewet, membuatnya jadi lebih cepat untuk berinteraksi dengan Chika, sang menantu.
"Adek gak rewel yaa pas mama kerja, hm?" Mami mengelus perut menantunya
"Enggak, Oma, aku gak mau menyusahkan Mama." jawab Chika meniru suara balita
Membuat Mami dan kedua orang di depannya, cekikikan mendengar suara Chika.
"Anak pintar, harus ngertiin keadaan mama, oke??"
"Oke!" sahut Papi didepan sana dengan suara balita pula, menyahut lebih dulu sebelum menantunya.
"Is, Papi! nyambung aja," gerutu Mami
Sepasang anak muda itu pun tergelak karenanya. sungguh keluarga yang hangat, dan baru kali ini Andrew bisa merasakannya disaat ia sudah bersama wanita yang berbedaa dari mantan istrinya.
Bila bersama Celine dulu, jangankan untuk tertawa, bercanda dengan suasana yang hangat pun sungguh nihil.
Hingga beberapa menit kemudian, mobil yang membawa satu keluarga itu pun telah berhenti tepat di depan hamparan batu nisan yang tersusun sejajar.
Chika tertegun melihatnya, tempat ini adalah rumah terakhir kedua orang tua dan juga adik kembarnya.
"Mami," lirih Chika
"Iya sayang, kita akan mengunjungi pemakaman orang tua kamu."
💥💥💥
**Otor, up nya dikit banget ..
__ADS_1
gak apalah dikit, yang penting tiga kali sehari kayak minum obat** 😂😜
Ayo like koment vote hadiah poinnya yaa 🎉 bagi yang belum nekan love, buruan tekan love nya 😉