Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Ke-Khawatiran Pakmil


__ADS_3

💥💥💥


Chika tercengang mendengar penuturan Papi Setya yang memberikannya harta keluarga sebesar 5%. bila dibayangkan dengan jumlah yang segitu, bukanlah nilai yang kecil. Mengingat mereka memiliki harta yang tidak terhitung, pastilah harta 5% itu bukanlah sedikit. melainkan sangat banyak dan tidak ternilai.


Chika menimang-nimang, lagi pula untuk apa harta segitu banyak hanya diberikan secara cuma-cuma padanya? Chika hanya merasa tidak butuh semua itu, yang ingin ia butuhkan adalah sebuah kasih sayang dari suami, mertua, sahabat, dan---keluarga tirinya.


"Hmmm, Papi--terima kasih sebelumnya, tapi sepertinya itu tidak perlu, Pi. Chika merasa gak membutuhkan harta sebanyak itu. Chika bisa bahagia bersama anak kami dan Mas Andrew saja itu udah sangat cukup." tolak Chika


Mami dan Papi saling pandang, mereka tertegun mendengar alasan penolakan wanita ini.


"Hati kamu benar-benar suci, Chika. disaat orang lain sangat menginginkan harta, tapi kamu sungguh berbeda. kali ini Andrew memang gak salah memilih wanita," Mami terharu, ia pun memeluk menantu kesayangannya.


"Mami benar, Chika bukan orang yang seperti itu." sahut Andrew, mereka tersenyum menatap gadis ini


🍭


"Mereka benar-benar mengganggu kita! udah hampir pagi baru diajak tidur." cerca Andrew, ia mulai mengantuk disaat mendengar ocehan Mami. Maminya benar-benar wanita yang cerewet, sedangkan Papi adalah pria yang pendiam.


"Sudah ah, jangan ngomong gitu. gak baik juga ngatai orang tua sendiri, mending kita tidur aja."


Andrew mengangguk, memeluk sang istri di dalam dekapannya hingga pria itu benar-benar terlelap bersama sang permaisuri.


**


Sang mentari telah muncul ke permukaan untuk menyambut penghuni bumi, memancarkan sinarnya yang mampu menyengat alam di bawah junjungannya.


Pagi itu tidaklah seramai seperti biasanya, di hari weekend setiap umat lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang tersayang.


Di kediaman Andrew, beberapa penghuninya masih terlelap dibawah selimut dengan begitu nyenyaknya. mungkin saja karena baru terlelap disaat hari mulai menjelang pagi. namun tidak untuk Chika, perempuan cantik itu bangun lebih awal dan tengah menikmati suasana pagi di luar Apartement.

__ADS_1


Chika menghirup udara dalam-dalam, masih cukup segar dan belum banyak kendaraan yang berlalu lalang. Chika terus melangkah santai, sembari mencari warung yang menjual sarapan pagi. mengingat tiada satu pun bahan masakan di dalam kulkas, dan lagi pula Supermarket cukup jauh untuk ia jangkau.


"Ah, di seberang sana ada jual bubur ayam," gumam Chika, gadis itu menoleh ke kanan untuk memerhatikan kendaraan.


Hingga tibalah ia di Warung tersebut


Di sisi lain, Andrew baru saja terbangun dari tidur panjangnya setelah sebelah tangannya merasakan ruang kosong di sisi ranjang Chika.


Pria itu bangkit, terpelongo karena tidak mendapati Chika. ia menoleh ke kamar mandi, pintunya terbuka dan tidak terdengar ada suara apapun di dalam sana.


Entah kenapa pagi itu ia merasa khawatir. Andrew beranjak berdiri untuk melihat keadaan di luar.


"Sayang." Andrew memanggilnya, nanun tidak ada sahutan dari bawah.


"Sayang!" panggilnya lagi dengan nada suara yang cukup keras.


Andrew ke dapur, ruang laundry, balkon, tetap tidak ia dapati wanita itu. hingga ia mendengar suara pintu yang terbuka, ternyata pintu kamar Mami. Mami baru saja keluar dari kamar setelah mendengar teriakan putranya.


"Mami, Chika mana??"


"Bukannya di kamar kalian? memangnya gak ada?"


"Kalau ada, aku gak akan nanya sama Mami!" gerutu Andrew, menggaruk kepalanya dengan kasar.


"Mungkin dia keluar sebentar," Mami menenangkannya


"Ah Mami! bisa aja dia kabur lagi! aku trauma," Andrew sungguh gelisah


Hingga suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian anak dan Ibu itu.

__ADS_1


Chika baru saja pulang dengan membawa dua kantung kresek di tangannya, mengernyit heran menatap anak dan Ibu itu yang memerhatikannya dengan aneh.


"Sayang, kamu kemana aja, hah?" Andrew menghampirinya


"Aku beli sarapan pagi, kamu tau kan gak ada apa-apa di kulkas?" Chika menatap heran


Andrew pun akhirnya bisa bernafas lega, mengusap wajahnya dengan kasar.


"Lain kali bangunkan aku kalau mau kemana pun, paham?" tegas Andrew, mengambil dua kantung dari tangan istrinya


Chika mengerucutkan bibirnya, "Lebay amat, lagi pula cuma ke depan. kamu kan tau aku gak bisa bawa mobil," Chika menggelengkan kepala


Melihat ke khawatiran putranya membuat Mami senyum-senyum sendiri. ia merasa sangat bahagia melihat sang putra benar-benar mencintai Chika hingga secemas itu pada gadis cantik ini.


"Iya, tapi tetap aja ... kamu harus bangunkan aku, kita bisa jalan-jalan santai berdua."


"Hhh ...." Chika menghembuskan nafas, "Baiklah-baiklah, sekarang ayo kita sarapan."


Andrew bergegas ke dapur untuk mengambil beberapa mangkok.


"Mami, Papi udah bangun? ayo kita sarapan," ajak Chika


"Papi lagi mandi, Sayang, kita duluan aja. kamu beli apa, hm?"


"Bubur ayam, Mi, semoga Mami menyukainya." Chika mengulum senyum


💥💥💥


Babang segitu khawatirnya, si Berlian gak pergi jauh kok 😂😂

__ADS_1


Ayo like koment vote dan hadiah poinnya yaa 😉🎉


__ADS_2