Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Ngedate Dengan Gebetan


__ADS_3

💥💥💥


Robert dan Aysha terbelalak melihat Andrew dan Chika telah kembali dan berjalan terburu-buru ke arah mereka. dengan wajahnya yang dingin penuh amarah ia menatap dua pengasuh ini dengan tajam. mereka hanya bisa berusaha untuk mendiamkan kedua bayi ini.


"Kau apakan anakku, Robert! oh astaga," Andrew langsung mengambil Veer dari tangan adik kandungnya. wajah bayi itu memerah karena menangis sedari tadi.


"Cup cup cup! jangan nangis, Sayang, Papa sudah pulang." Andrew menimang-nimang dengan penuh kasih sayang.


Begitu pula dengan Chika, merebut baby Giel dari tangan kakaknya. dan sontak saja, gadis mungil itu terdiam setelah berpindah tangan pada ibu kandungnya


"Lah-segampang itu dia tenang?" Aysha tercengang


"Ya, mungkin karna ditangan ibunya." ujar Chika seraya mengulum senyum, kemudian beralih menatap putrinya sembari mengajak bercanda.


"Bagaimana bisa mereka menangis kencang?" introgasi Andrew, setelah menaruh putra putri mereka di atas gazebo yang beralaskan karpet berbulu lembut. tampaknya mereka sedang bermain dengan tenang setelah Chika memberikannya Asi secara bergantian


Aysha menunjuk Robert, "Dia! baby Giel shock melihat wajahnya." ucap Aysha


Tatapan Andrew kembali beralih pada adiknya, mengernyit heran.


"Aku hanya menunjukkan wajahku tampan, wajah bule, tapi dia malah menangis." gerutu pria 26 tahun itu


"Dan baby Veer juga ikutan nangis." timpal Aysha


"Berarti dia nggak suka wajah sepertimu! kau bule jelek, beda samaku yang tampan ini." ledek Andrew, menyugarkan rambutnya ke belakang


"Sudah-sudah, yang penting sekarang mereka udah tenang." Chika meleraikannya, memijat salah satu pundak sang suami


"Hmm."


"Ah kalau gitu, aku masuk dulu ya, nemui Mami Ayna." pamit Aysha, diekori pula oleh Robert yang sepertinya ingin terus menempel pada gadis itu.


Kini sisalah sepasang suami istri yang selalu hangat dalam disetiap suasana. mereka saling bertatapan dan menggeleng kan kepala bersamaan


**


Seusai makan siang, Ibu dan Aysha berpamitan kepada tuan rumah untuk kembali ke kediaman mereka. Chika mengangguk, menyalimi tangan mereka yang bersiap-siap akan naik ke atas motor matic milik Aysha.


"Kami pergi dulu ya," pamit Ibu


"Hati-hati, Bu." pesan Chika


"Apa ibu nggak mau saya antar aja?" tawar Robert

__ADS_1


"Kalau kamu antar, motornya gimana? terima kasih banyak, nak Robert." ucap Ibu sembari mengulum senyum pada pria bule itu


Pria itu hanya cengengesan sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Chika, suami dan adik iparnya, menatap kepergian Ibu dan Aysha yang perlahan mulai lenyap dari pandangannya. Chika menghela nafas, merangkul pinggang suaminya dan memeluk pria itu.


"Ayo masuk!" ajak Andrew, Chika mengangguk. mereka pun melenggang masuk ke dalam rumah, meninggalkan pria itu sendirian


"Huft! kesepian lagi." gumamnya


Andrew dan Chika telah kembali ke kamar, duduk berselonjor diatas ranjang sembari menonton layar kaca yang menampilkan film ikan terbang yang menyesakkan dan mengobrak-abrik perasaan emak-emak.


Chika begitu serius, adrenalinnya memacu lebih cepat saat menyimak kisah yang ditampilkan. hingga tiba-tiba channel ikan terbang pun diganti oleh sang pemegang remote.


"Kok diganti?" Chika cemberut


"Acara kayak gitu nggak bagus untuk ditonton, mending ini aja, si bolang." ujar Andrew


"Hmmm." Chika memutar bola matanya, jengah.


"Ohya, bagaimana hubungan sahabatmu? ada perkembangan?" tanya Andrew


"Nggak tau tuh, nggak ada kayaknya. biasa saja." ucap Chika


"Sudahlah, biarkan saja mereka. jodoh ditangan Tuhan toh?" Chika acuh, membaringkan tubuhnya dan bersiap untuk memejamkan mata. ia merasa ngantuk sekali


"Hmmm, kamu mau tidur?" tanya Andrew


"Iya, ngantuk banget. selagi si kembar tidur, mending aku juga tidur."


"Baiklah, aku ke ruang kerja dulu. ada pekerjaan yang belum terselesaikan kemarin."


Chika mengangguk mengizinkan


**


"Kau mau kemana? nggak makan malam dulu?" Andrew dan Chika dengan membawa bayi mereka baru saja menuruni tangga, mereka berpapasan dengan Robert yang telah berpenampilan rapi nan tampan.


"Ngedate, Kak."


"What? sama siapa?"


"Tentu saja sama Aysha."

__ADS_1


"Kau jangan macam-macam! kau itu playboy! jangan memberi cinta padanya kalau kau saja masih berhubungan dengan wanita-wanitamu." peringat Andrew


"Ck! tidak ada wanita lagi, aku udah inshaf." gerutunya, ia melenggang pergi meninggalkan dua orang itu.


"Inshaf? yang benar saja."


"Emangnya iya, dia pemain wanita?" tanya Chika


Andrew mengangguk. "Dulu iya, dan sekarang mungkin masih."


"Hmmm, sepertinya aku harus memperingati kak Aysha juga. kita harus waspada." ujar Chika, ia memikirkan perasaan kakaknya jika saja dirinya dibuang saat lagi sayang-sayangnya.


Disisi lain, Robert telah tiba di kediaman perempuan yang ia incar. ia merasa bersyukur, akhirnya perempuan dingin itu bersedia juga menerima ajakannya untuk makan malam bersama sekaligus ia juga ingin diajak keliling oleh Aysha.


Aysha menyembulkan kepalanya, mendapati Robert yang berjalan menghampirinya.


"Hai, sudah siap?" tanya pria itu


"Sudah, ayo berangkat!" ajak Aysha


Dengan senang hati pria itu membukakan pintu mobil untuk sang pujaan hati. Aysha mengulas senyum menatapnya, ia kemudian masuk ke dalam kereta kencana itu.


"Kita mau kemana?"


"Restoran."


Aysha mengangguk paham seraya membulatkan mulutnya.


Mobil pun akhirnya melesat meninggalkan pelataran kediaman sederhana itu, keluar dari gang yang cukup sempit hingga telah berbaur dengan ratusan kendaraan lainnya yang memenuhi jalanan Ibukota.


Suasana hening, tak ada satu pun yang membuka percakapan. Aysha hanya fokus menatap jalanan, sedangkan pria itu tengah berpikir perihal obrolan apa yang menarik.


Biasanya ia lancar saja untuk menggombal, tapi dengan wanita ini rasanya sangat sulit, mengingat dia sangat tertutup dan kalem.


Tanpa terasa mobil pun telah tiba di Restoran, mereka keluar setelah mobil terparkir indah ditempatnya.


"Eh, tunggu deh," Robert menahan tangan Aysha tatkala ia ingin masuk kedalam restoran.


"Ada apa?"


"Itu bukannya Assisten kakakku ya? wah, dia sama wanita!" matanya berbinar-binar, setahunya pria itu sangat dingin pada wanita


💥💥💥

__ADS_1


__ADS_2