Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Wisuda Kakak Tiri


__ADS_3

💥💥💥


Hari demi hari Chika lalui dengan baik hanya sendiri, tanpa ada sosok Andrew yang selama ini dekat dengannya. semenjak kepulangan istri pertama, Celine selalu saja nempel pada suaminya bagaikan perangko yang sulit lepas.


Chika hanya bisa mengelus dada, bersabar menghadapi kenyataan dihadapannya. berbagi suami memanglah tidak enak, namun Chika harus merelakannya.


Mereka akan berpisah dua hari lagi, Andrew menalaknya saat itu juga. walau bagaimana pun Chika harus berbesar hati, karna dirinya tahu dan sadar akan posisinya.


Selir hanya untuk memuaskan si Tuan kesepian, menikahinya hanya untuk menghindari dosa. kini si Permaisuri asli telah kembali dan mereka akan menjalin rumah tangga tanpa adanya orang ketiga lagi.


Kini Chika duduk termenung di dalam taksi, mengantarkan dirinya ke kediaman Ibu tirinya. ia akan menghadiri acara wisuda Aysha yang akan digelar satu jam lagi.


Chika hanya sendiri, sedangkan Andrew tengah bekerja dan Celine tengah melakukan photoshoot di Kota ini juga.


Beberapa menit kemudian, Chika pun telah tiba di depan kediaman lamanya, setelah melewati jalan yang banyak lubang dan pula cukup sempit.


"Tunggu sebentar ya, Pak."


"Iya, Non."


Chika bergegas keluar taksi dan memasuki kediamannya.


"Ibu, Kakak, udah siap??" Chika masuk menyelonong tatkala pintu tidak terkunci. pandangan wanita itu juga menatap seisi rumahnya, tidaklah sekotor saat mereka bertandang kemarin.


"Ibu disini! masuklah," sorak Ibu, Chika memasuki kamar Ibu tirinya


"Kalian udah siap? taksi udah menunggu," ujar Chika


"Sebentar, tinggal blush on aja." ucap Aysha


Chika mengangguk paham sembari menatap bingung,

__ADS_1


Kenapa sikap mereka berbeda kepadaku? apa mereka udah taubat? atau karena aku mengancam Aysha soal fotonya yang kencan sama om-om?


Syukur deh kalau gitu, ini berkat Assisten Raffa yang sering menguntit mereka, batin Chika


Ya, selama Chika menikah dengan Andrew, Andrew menugaskan Assistennya untuk memerhatikan keluarga Chika. mulai dari keadaan rumah yang sangat kotor, kedua wanita itu suka meminjam uang kepada rentenir, berfoya-foya dengan teman sosialita, dan bahkan mengambil jalan pintas untuk bersenang-senang dengan pria hidung belang.


Dan Assisten Raffa mengerahkan anak buahnya untuk menguntit kedua wanita itu dan tak lupa untuk mengambil foto mereka sebagai bukti.


Sejak pembullyan itu, Chika dengan cerdiknya mengirim satu foto milik Aysha dan Ibunya yang tengah bergandeng dengan pria lain. Ibu dengan pria seusianya, sedangkan Aysha dengan om-om hidung belang.


"Selesai! ayo, kita berangkat! kamu terlihat sangat cantik," puji Ibu pada anak kandungnya


Mereka bertiga pun bergegas pergi meninggalkan kediaman tersebut, menaiki taksi yang sedari tadi mengantarkan Chika.


Selama di perjalanan, Ibu dan Aysha saling pandang. bagaikan ada sesuatu yang ingin disampaikan, namun keduanya sangat ragu untuk mengutarakannya disini.


"Ada apa, Bu?" ternyata Chika mengetahui gelagat mereka


"Hmmm, Ibu mau mengatakan sesuatu padamu, tapi nanti saja yaa."


"Bagaimana rumah tangga kalian?"


"Alhamdulillah baik-baik aja, Bu." jawabnya


"Syukurlah, Nak." Ibu mengelus rambut gadis ini. Chika menoleh seraya mengulum senyum


Chika tidak ingin bersikap terbuka kepada Ibu maupun Aysha, walaupun mereka adalah keluarganya. mengingat kedua wanita ini sangat kasar dan membencinya, dan kini menjelma menjadi sosok yang baik untuknya.


Chika tidak akan mudah untuk percaya, bisa saja mereka memanfaatkan situasi dan kebaikannya hanya untuk mengorek tentang sisi seorang Chika.


Lebih baik ia menyimpan kisah hidupnya seorang diri, dan hanya Melani lah yang lebih mengetahui tentangnya. dan Chika sangat percaya pada Melani, sahabat masa kecilnya.

__ADS_1


Taksi yang membawa ketiganya pun telah tiba di Universitas tersebut, begitu ramainya yang mendatangi area kampus hingga parkiran pun sudah terlihat sangat penuh karena banyaknya kendaraan.


Chika mengedarkan pandangan, mencari sosok Melani yang entah dimana wanita itu.


"Cari siapa?" tanya Ibu, mereka berjalan menuju gedung aula


"Melani, katanya dia mau kemari."


"Itu dia!" tunjuk Aysha, Chika menajamkan penglihatannya, dan benar saja perempuan itu tengah berjalan cepat menghampiri keluarga ini.


Chika menghela nafas panjang,


"Akhirnya sampai juga, ayo kita masuk!" ajak Melan


"Ngomong-ngomong kamu ngapain kesini? bukannya keluargamu gak ada yang wisuda?" ketus Chika


"Emang gak boleh? aku hanya ingin melihat saja." cibir Melan memutar bola matanya.


***


Sidang wisuda pun di mulai yang diawali dengan kata sambutan dan sedikit nasihat untuk para Mahasiswa angkatan xx di tahun ini. keadaan tampak hening dengan sorot mata memperhatikan sosok di atas panggung.


Chika menatap jam di pergelangan tangannya, sudah pukul 10 dan pasti Andrew tengah mengadakan rapat di Kantornya. Andrew sempat memberitahukan kepada Chika bila ia tidak bisaa hadir karena pria itu begitu sibuk untuk menghadiri rapat dengan para investor.


Chika pun memakluminya, lagi pula ia tidak berharap bila pria tersebut turut hadir bersamanya.


Hingga acara inti pun dimulai, satu persatu nama mahasiswa dipanggil untuk penyerahan nilai hasil kerja keras mereka selama menduduki bangku kuliah.


💥💥💥


Semoga keluarga Chika benaran udah tobat ya guys 🙆

__ADS_1


Yuk Like koment vote dan hadiah nya 💃


Beberapa bab lagi kalian akan tercengang sama Andrew 😜


__ADS_2