
💥💥💥
Andrew dan Chika berpamitan kepada kepada seluruh keluarga besarnya untuk berangkat berbulan madu sebelum resepsi dilaksanakan beberapa hari lagi. hanya menginap satu malam dan esok pagi mereka akan kembali pulang demi sang buah hati yang ditinggalkan.
Beruntungnya mereka telah terbiasa ditinggal, walau sedikit rewel. dengan adanya Oma dan Opa membuat dua bocah itu tidak akan kesepian. yang terpenting, stok Asi untuk keduanya selalu tersedia.
Chika dan Andrew mengecup pipi putra dan putrinya terlebih dahulu sebelum meninggalkan tempat tinggal mereka, menyalurkan kerinduan yang dirasakan Chika sebagai seorang ibu. entah kenapa--ia benar-benar tidak tega untuk meninggalkannnya walaupun hanya semalaman saja.
"Kalian anak yang pintar, jangan rewel dan susahkan Oma, ya." nasihat perempuan itu
**
Beberapa menit waktu yang ditempuh, akhirnya sepasang insan ini telah tiba di Pantai Ancol pada sore hari. tidaklah jauh dari tempat tinggal, cukup masih di Ibukota saja keduanya sudah merasa syukur.
"Aaaah ... akhirnya main air lagi." Chika membentangkan kedua tangannya ke udara, mengembangkan sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman yang lebar. pertanda ia begitu bahagia bisa bertemu lagi dengan lautan.
Andrew menatapnya hanya mengulum senyum, ia begitu bahagia melihat pancaran senyum yang tak pernah pudar itu.
"Sayang, ayo kita jalan-jalan." ajak Chika
"Nggak mau, aku ingin bercinta sampai pagi." tolak Andrew
Chika memutar bola matanya, "Nanti, setelah melihat sunset." lirih Chika dengan nada suara yang lembut, selembut sutra. ia mengerlingkan matanya
Sungguh membuat Andrew gemas melihatnya
"Ayo!" Andrew langsung merengkuh tubuh mungil itu, menggendong wanitanya ala bridelstyle hingga memutar-mutar tubuh mereka.
Chika tergelak, ini sungguh menyenangkan baginya. bersatu dengan angin laut yang menerpa kencang wajahnya, ditambah lagi perlakuan Andrew mampu memacu adrenalin wanita ini.
__ADS_1
Untung saja, keadaan pantai tidak seramai tadi siang. hanya menyisakan beberapa orang yang ingin sekali menyaksikan sunset
"Oh Andrew, suamiku! cintaku!" teriak ibu beranak dua itu
"Ah, sudah, Sayang. aku lelah," Andrew menjatuhkan tubuh mereka diatas pasir halus tepi pantai itu
Kedua insan ini berbaring diatasnya, menatap langit-langit jingga yang sudah tidak terang lagi sembari mengatur nafas yang menggebu-gebu
"Andaikan malam tak pernah datang, apa yang terjadi?" tanya Chika, menoleh ke samping menatap wajah suaminya
"Manusia tak akan pernah berhenti berkerja, termasuk aku. juga tak akan pernah memakanmu diwaktu istirahat yang panjang." ujar Andrew, menatap istrinya sembari terkekeh
"Is! pikiranmu hanya bercinta terus!" gerutu Chika
"Memang begitulah adanya, Sayang." Andrew menegakkan lengannya dan menjadikan siku menyentuh pasir sekaligus menumpu kepala itu dengan telapak tangan. "Emang kamu mau aku bekerja terus selama dua puluh empat jam?" tanya Andrew
"Maka dari itu, Tuhan menciptakan malam untuk beristirahat, siang untuk bekerja mengais rejeki serta berkegiatan lainnya. sekaligus--malam adalah untuk mencetak anak yang terbaik hingga fajar menjelang."
"Apaan sih, mesum amat!" Chika mencubit perut suaminya
"Uh, sakit, Sayang." Andrew menggaduh. "Toh kita kesini untuk berbuat mesum." seringai Andrew, menaikkan tubuh Chika hingga berada dibawah kungkungannya
Chika terbelalak, "Apa yang kau lakukan!" ia menoleh ke kanan dan ke kiri, alih-alih ingin melihat kondisi sekitar
"Tidak ada orang, Sayang. kita berada jauh dari kerumunan." lirihnya, langsung menenggelamkan bibirnya pada bibir sang istri. memanggutnya dengan lembut, menyatukan anaconda milik mereka didalam sana sekaligus bergulat lincah dengan memberikan gelenyar memabukkan atas penyatuan saliva mereka.
Chika mengalungkan tangannya dileher sang suami, salah satu tangannya menekan kepala Andrew untuk lebih memperdalam lagi ciuman mereka. tidak ada lagi kelembutan, sensasi yang luar biasa mampu membuat penyatuan itu berubah kasar dan buas
Eeemmh ...
__ADS_1
Tak hanya ingin berciuman, Andrew juga memanfaatkan keindahan dibawah kungkungannya. menelusuri leher mulus sang istri, menjilat, menyesap dan memberikannya bercak merah. sungguh sensasi ini sangat menggelikan
"Ayo kita ke kamar!" Andrew langsung bangkit, menggendong tubuh Chika dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Resort. masa bodo dengan sunset, yang terpenting sekarang adalah menyalurkan hasrat mereka yang terus menggebu dan membuncah. apalagi anaconda raksasa milik Andrew telah menegang, ia butuh obat yaitu goa sempit yang berharga.
Tibalah di kamar yang mereka sewa, Andrew langsung menghempas tubuh Chika diatas ranjang, melucuti dress yang dikenakan Chika dan juga pakaian da*am miliknya. kemudian beralih dengan pakaiannya sendiri, hingga keduanya benar-benar polos tanpa balutan apapun.
Andrew melebarkan kaki isterinya, tanpa banyak kata ia langsung memasukkan anaconda ke dalam sangkar emas itu
"Aaaakkh ...." Chika mengerang, inti tubuhnya terasa penuh dan sesak. apalagi Andrew menerobos masuk dengan kasar hingga langsung mengobrak-abrik perkakas miliknya dengan kecepatan ritme yang kencang. mampu meluluh lantakkkan pertahanan Chika
Tak urung, ia juga menikmati sensasi yang mendambakan ini
"Oh, Sayang ..." desah Andrew
"Ngh ..."
Suara erotis saling sahut menyahut memenuhi ruangan itu, semakin membuat Andrew semangat dan lebih mempercepatkan lagi hentakan demi hentakan yang memabukkan.
Chika tak kuasa, menekan tengkuk sang suami hingga wajah itu tenggelam di ceruk leher sang istri. Andrew semakin bahagia, suara erotis istrinya yang begitu merdu terdengar tepat di telinganya
Hingga beberapa menit kemudian, pelepasan pun terjadi antara keduanya. keduanya melenguh bersamaan tatkala semburan hangat didalam sana lolos dengan sempurna. benar-benar membuat sepasang insan ini merasa lega atas penyatuan keduanya
"Aku mencintaimu, Sayang."
💥💥💥
Uh hareudang pagi-pagi, biar emak-emak semangat untuk menyambut malam jumat nanti ya 😂😂
Ayo like koment seramainya, vote dan hadiah yaa.. mawar pun alhamdulillah
__ADS_1