Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Si Perusuh


__ADS_3

💥💥💥


"Eh, ada si macan rupanya, apa kabar om?" ledek Fandi, tersenyum seringai. kemudian tatapannya beralih kepada dua bayi yang tengah menatapnya dengan lekat


"Woohoo! anak siapa mereka, Chik?" tanyanya, menyentuh pipi gembul milik Giel yang berada di gendongan sang ibu


"Hai! jangan kau sentuh anakku!" berang Andrew, mencegah pria itu mendekati anak dan istrinya


"Oh, anakmu, Om. eh, berarti anak Chika juga dong?" Fandi tercengang, pria itu menatap Chika seolah ingin meminta jawaban


Chika mengangguk seraya mengulum senyum padanya, lalu mengecup rambut Giel yang begitu wangi


"Wah-wah! gila kalian! langsung dapat dua." ia menatap tak percaya


"Iya dong, bukan sembarang benih." ucap Andrew dengan bangganya. menunjukkan sisi sombong kepada pria itu


Andrew merangkul pundak sang istri, seolah memberi kode bahwa mereka bertiga adalah miliknya


"Is, apa sih, Yang! bikin malu aja." ternyata Chika merasa risih atas kalimat yang keluar dari mulut sang suami


Eeeek ....


Veer merengek, mengerutkan wajahnya. seolah-olah mereka semua ini mengganggu ketenangannya


"Oh, sayangnya Papa ... Veer mau mimik ya?" tanya Andrew pada putra pertamanya. ia pun menoleh mencari Mami, ternyata perempuan itu tengah berselfie ria bersama besannya


Andrew beralih menatap Melani yang terus menempel kepada istrinya.


"Melani, bisakah kau mintain botol susu sama Mamiku?"


"Oh, tentu!" perempuan itu melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah Mami Chaterine


Tidak mungkin kan di alam terbuka ini, sang istri menyusui anak-anaknya? itu adalah hal gila, kecuali bila ada kain untuk melindungi harta karun itu. dan maka dari itu, mereka menyiapkan Asi di dalam dua botol yang berbeda.


Melani kembali datang membawa botol tersebut, Andrew dengan lihainya mengacungkan dot itu ke mulut mungil putranya.


**


Sore pun telah tiba, sang mentari mengurangi kadar teriknya. sepasang insan bersama keluarganya yang lain pun telah tiba di kediaman megah itu.

__ADS_1


Andrew merebahkan tubuhnya di ranjang setelah menaruh Veer ke dalam ranjang bayi. begitu pula dengan Chika yang menaruh Giel ke dalam ranjangnya.


"Sayang, mandi yuk." ajak Chika, mendudukkan tubuhnya di paha sang suami


Sontak saja Andrew bangkit, menatap lekat wajah sang istri.


"Apa??"


"Mandi bareng." ulang Chika, mengerlingkan sebelah matanya


"What! yang benar saja, Yang? ini benaran kamu 'kan?" Andrew mengatup kedua pipi itu


Chika masih saja mengulum senyum sensual, ia sedang ingin bercinta disaat anak-anaknya tengah tertidur.


"Ya, nggak mungkin dedemit." Chika memutar bola matanya


"Istriku yang nakal!" Andrew langsung merengkuh tubuh mungil itu, menggendongnya didalam dekapan. Chika tampak bahagia, dengan senang hati ia mengalungkan tangan di leher suaminya


Hingga, tiba-tiba saja suara ketukan pintu terdengar menggema di ruangan tersebut.


"Cih! siapa yang mengganggu kita!" Andrew kesal sekali, menurunkan Chika dan bergegas menghampiri pintu kamarnya


Ceklek,


"Kakak! aku mau menemui kakak iparku," ternyata itu adalah Robert, adik kandung Andrew.


Pria itu melenggang masuk tanpa permisi sekali pun dengan kakaknya maupun kakak ipar.


"Kau rupanya! ada apa? jangan buat keributan."


Namun pria berusia 26 tahun itu tidak menggubris ucapan kakaknya dan malah menghampiri Chika yang sedang mengisi air di kamar mandi


"Kakak ipar?" panggilnya


"Eh, ada apa Mas Robert?"


"Kak, eh, Chika, hmmm aku mau nanya boleh?" ia mengusap tengkuk lehernya. tiba-tiba saja tubuh pria itu diseret oleh Andrew untuk keluar dari kamar mandi.


Bagaimana bisa adiknya ini tidak tahu sopan santun, menyelonong masuk ke kamar mandinya yang terdapat Chika didalam sana

__ADS_1


Chika pun menyusul, sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan Robert, adik iparnya.


"Ada apa?" tanya Chika


"Chika, kenalin aku sama saudara tirimu dong." pintanya


Chika terbelalak, ia menatap sang suami yang sama terkejutnya.


"Aysha??" tanya Andrew


"Ya, dia cantik sekali." serunya seraya mengulum senyum membayangi wajah itu


"Hmmm, kau bahkan baru beberapa kali melihatnya. itu bukan suka, tapi kagum saja. pergi keluar!" usir Andrew


"Chika, minta nomor ponselnya dong."


"Hah?"


"Minta saja sendiri, Robert! keluarlah, kau mengganggu tidur anakku." Andrew menarik tangannya, menyeret lelaki itu untuk keluar dari kamar


"Anak itu benar-benar menggangguku!" geram Andrew, setelah pintu kamarnya ia kunci


Chika datang mendekat, mengelus dada suaminya.


"Sepertinya dia sedang jatuh cinta sama kakakku." ucap Chika


"Yang benar saja? aku bahkan belum percaya sama kakak tirimu itu."


"Bukannya dia udah sering kamu selidiki? dia benar-benar sudah berubah."


"Ya, kamu benar, Yang. lagian itu bukan urusan ku. ayo kita mandi, sebelum si kembar mengganggu kita." Andrew langsung menggendong tubuh itu dan membawanya ke sangkar percintaan yang memberikan kenikmatan terhakiki.


💥💥💥


Virgiella dan Veergon



__ADS_1


__ADS_2