Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Mereka Sangat Sehat


__ADS_3

💥💥💥


"Alhamdulillah, janinnya sehat dan aktif sekali di kandungan Ibunya, detak jantungnya juga normal." Dokter Obgyn memerhatikan dengan lekat layar monitor yang menunjukkan gerakan janin dalam bentuk yang tidak terlalu jelas bagi orang awam. hanya Dokter yang bisa melihat lebih teliti gerakan halus yang terlihat samar itu.


Chika melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman sembari menatap layar hitam kelabu yang menampikkan gerakan halus. naluri keibuannya begitu merasakan bahwa anaknya memang baik-baik saja seperti yang dijabarkan oleh Dokter.


Chika mendongak menatap wajah suaminya yang turut menatap lekat monitor itu, terlihat gerakan dua janin yang saling beradu didalam sana.


Dan mereka senang sekaligus bahagia bercampur haru, sudah sangat tidak sabar menanti kelahiran buah cinta mereka.


"Sekarang kita dengar detak jantung keduanya yaa," ucap Dokter, dengan antusias, sepasang suami istri itu mengangguk


Tanpa terasa Chika kembali menitikan air matanya saat sepasang indra pendengarannya dapat menangkap suara detak jantung milik kedua buah hatinya. hatinya tersentuh, detak jantung janinnya berfungsi dengan normal dan terdengar merdu.


Chika menyeka buliran air mata yang menetesi pelipisnya, ia benar-benar terhanyut dan bahagia.


"Sayang, anak kita" Chika menyentuh rahang kokoh suaminya sembari mendongak menatap wajah tampannya


"Mereka sehat, Sayang, terima kasih." Andrew mengecup dahi istrinya hingga bertubi-tubi, membuat wanita itu risih sekaligus malu di hadapan Dokter cantik ini.


Dokter wanita itu hanya tersenyum simpul, menatap ke arah lain untuk menghindari reaksi bahagia dari pemilik Rumah Sakit ini.


"Sayang! malu ah!" Chika menepuk pelan pipi suaminya, saking bahagianya pria itu tidak menyadari adanya orang ketiga di antara mereka


"Ehem," Dokter itu berdehem, semakin membuat pipi Chika merah merona tersipu malu


"Maaf, Dok, dia memang lebay." ucap Chika


Dokter itu menggeleng sembari melambaikan tangan, "Tidak ... itu hal biasa yang sudah saya jumpai, Nyonya." ujarnya

__ADS_1


"Sekarang jenis kelaminnya apa, Dok?" sela Andrew


Dokter kembali mengarahkan alat pendeteksi untuk mencari letak kelamin sepasang janin itu. ia pun memberitahu kabar bahagia tersebut, yang disambut antusias oleh keduanya.


Chika tercengang mendengarnya


"Posisi keduanya juga bagus, tidak sungsang tentunya."


"Syukurlah." Chika bernafas lega.


Dokter pun kembali membersihkan perut Chika dari gell yang melekat di kulitnya, setelahnya ia kembali berdiri dan menghampiri meja kerjanya.


Andrew membantu sang istri untuk bangkit secara perlahan, mereka pun menyusul Dokter tersebut ke meja kerjanya.


"Ada keluhan, Nyonya?" tanya nya


"Badan terasa pegal semua, kaki juga membengkak." keluh Chika


"Saya beri vitamin, ya ... perbanyak asupan sehat dan jalan kaki. berendam di air hangat juga di sarankan untuk merilekskan tubuh Ibu hamil." ujar Dokter tersebut seraya mengulum senyum


"Kalau ada keluhan lainnya, hubungi saya saja ya, Tuan."


"Baik, Dok. kalau begitu kami permisi dulu." pamit Andrew, sepasang insan ini pun menyalimi tangan Dokter tersebut sebelum beranjak pergi.


***


Kini keduanya telah berada didalam mobil, Chika terus saja mengulum senyum memandang foto hasil USG miliknya. sepasang netra itu menatap lekat gambar yang tertera namun terlihat samar.


Setelah mengetahui jenis kelamin bayinya, sekelebat bayangan perlengkapan yang dibutuhkan untuk calon buah hati mulai terfikirkan oleh wanita muda ini.

__ADS_1


"Sayang, saatnya kita beli perlengkapan bayi, yuk!" ajak Chika dengan senyum semringah yang ia pamerkan


"Jangan sekarang, nanti saja kalau tubuhmu sudah enakkan." Andrew menolak


Sontak saja membuat Chika mencebikkan bibirnya sembari menyedekapkan kedua tangan di dada


"Jangan merajuk dong, bukannya tubuhmu merasa pegal?"


"Udah enggak lagi! yang ada kalau di rumah terus, bakal pegal-pegal." keluhnya


"Hhh ... baiklah, kita ke Mall aja." Andrew terpaksa menuruti keinginan istrinya.


Mendengar hal itu, Chika kembali tersenyum semringah dan sangat bersemangat untuk berbelanja.


Tak ayal, gadis itu mulai berpikir apa saja yang dibutuhkan kedua bayinya nanti.


"Baju, popok, kain bedung, gurita, alat makan, kasur, stroller, apa lagi yaa??" gumamnya, Chika menaruh jari telunjuk miliknya di salah satu pipi


Ia tengah berpikir


"Baju saja dulu, kalau mau membeli semuanya itu tidak akan mungkin. kamu harus banyak istirahat, Sayang."


Chika memutar bola matanya, jengah, suaminya cerewet sekali.


"Baiklah." Chika pun terpaksa menurut


Andrew mengulum senyum menatapnya, wanita ini benar-benar keras kepala namun akhirnya menurut juga, sangat lucu bagi Andrew.


💥💥💥

__ADS_1


Senang banget ya calon mahmud 😅


__ADS_2