
💥💥💥
"Mami, maaf, Chika telat bangun." Chika menemui mertuanya yang sedang bersantai di ruang keluarga sembari menonton televisi
"Oh, Sayang, mari duduk!" Mami menepuk sofa di sisinya, Chika menjatuhkan bokongnya di sofa empuk itu
"Its oke, Mami tau keadaan kamu. apa kamu sudah sarapan?" tanya Mami
Chika menggeleng, "Nanggung, Mi. mending sekalian makan siang saja." ujar Chika sembari menatap jam digital yang telah pukul sepuluh pagi
Mami menggelengkan kepala, menaruh toples kripik kentang di meja. "Tidak baik seperti itu, Mami akan menyiapkannya untukmu." Mami bangkit
Chika langsung mencegahnya, namun ia terlambat karena wanita itu telah mlenggang pergi meninggalkannya untuk ke dapur.
Beberapa menit kemudian, Mami kembali membawa nampan yang berisi sepiring sandwich, susu hamil rasa vanila dan juga segelas air mineral. Mami mendudukkan tubuhnya disamping sang menantu, menaruh nampan diatas pahanya dan menyodorkan segelas air putih kepada menantu kesayangannya.
"Ini, minum dulu supaya tenggorokanmu tidak kering."
Chika mengangguk, meminum sedikit. kemudian Mami memberikannya sepotong sandwich dan diterima gadis itu dengan baik.
Mami tersenyum melihat manisnya perempuan ini, dia memang benar-benar menantu idaman untuk keluarganya.
"Kamu harus banyak-banyak makan, Chika, demi kandunganmu."
"Iya, Mi, terima kasih." Chika mengulum senyum sembari mengunyah sandwich miliknya
**
Disisi lain, Andrew sedang melakukan pemeriksaan lapangan pada sebuah proyek yang tengah ia bangun. bukanlah gedung mewah, namun ini hanya gedung berlantai dua dan luas. Andrew tersenyum puas, design interior nya sesuai apa yang dia inginkan.
"Susun dengan rapi ya." titahnya pada para pekerja
"Tuan, ini sangat bagus. kapan kita akan buka?" tanya Assisten Raffa
"Itu kita serahkan saja kepada yang berhak. ayo kita pergi!" ajak Andrew, pria yang bersamanya mengangguk
Andrew bergegas masuk ke dalam kereta kencana miliknya, mendudukkan tubuhnya di jok belakang sembari merogoh ponsel mahal didalam jas nya. kakinya menyilang, tubuh tegap ia sandarkan pada punggung kursi. ia tampak santai dan tenang, senyum di bibirnya pun tercetak indah di wajahnya, sangat manis bak gulali.
"Sekarang kita kemana lagi, Tuan?" tanya Assisten Raffa, namun tidak ada sahutan dari bossnya. Raffa mengintip dari balik spion, pria itu senyam-senyum sendiri pada ponselnya.
Assisten Raffa menggelengkan kepala, kemudian ia berdeham seolah-olah tengah menetralisirkan tenggorokannya yang kering.
__ADS_1
"Ehem!"
"Ehem! ehem!!"
Dan sontak saja, Andrew langsung menatapnya dengan tajam. sepasang netra yang tajam bak mata elang, langsung menjurus pada sosok dibalik spion itu
"Hehehehe," tanpa rasa takut, Raffa hanya cengengesan menatap raut wajah bossnya
"Kita pulang! aku ingin makan siang bersama istriku." titahnya
Tanpa banyak basa-basi, Assisten Raffa langsung menancap gas dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan rata-rata membelah jalanan Ibukota yang cukup padat pada tengah hari itu.
Andrew menatap jalanan, ia terlonjak tatkala melihat sebuah toko yang berhasil mencuri perhatiannya. Andrew pun menepuk pundak sang Assisten, memerintahkan pria itu untuk kembali memunndurkan mobilnya secara hati-hati.
"Disini, Tuan?" mobil berhenti tepat di depan toko bunga
"Ya, tunggu sebentar." Andrew bergegas turun dari kendaraannya, melangkah dengan tubuhnya yang tegap dan perkasa.
Hingga beberapa pasang mata menatapnya dengan takjub, pria berparas bule itu benar-benar mencuri perhatian para pegawai disana. tidak hanya tampan, ia juga manis sekali.
"Ada yang bisa dibantu, Tuan?" tanya salah seorang pegawai
🌹
Hari berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa hari yang selama ini Andrew tunggu pun telah tiba. Andrew menelisik tubuh sang istri, tampak bugar dan sangat baik.
"Kenapa melihatku seperti itu?" ternyata Chika menangkap raut wajah sang suami dari balik pantulan cermin.
Chika yang sedang mengenakan skincare pagi miliknya, sedangkan Andrew tengah bersantai di atas ranjang mereka.
"Hmm, bagaimana keadaan tubuhmu?" tanya Andrew
"Baik-baik saja. ini karena aku selalu senam hamil, tubuhku terasa enakkan." ujar Chika
"Perutmu? apa anak-anak kita rewel?" Andrew bangkit, ia berdiri dibelakang Chika dan langsung merangkul lehernya
Cup!
Andrew mengecup pipi itu, tangannya mengusap perut sang istri
"Tidak, hanya terus menendang." jawab Chika
__ADS_1
"Mereka sangat aktif, sampai tidurmu tidak lelap dan harus keluar masuk kamar mandi mulu."
Chika mengernyitkan dahinya, "Kok tau?"
"Tentu saja, aku memerhatikanmu."
"Berarti tidak tidur?"
"Aku terbangun, dan lebih menjaga kamu jika saja ada apa-apa."
"Oh, manisnya." puji Chika, mengelus bulu-bulu halus di rahang kokoh suaminya
"Berbaliklah, Sayang." titah Andrew dengan lembut. Chika menurut
Andrew langsung menangkup kedua pipi tembam sang istri, memajukan wajahnya hingga hembusan nafas milik Chika begitu terasa mengenai wajahnya.
Chika memejamkan mata, ia seolah tahu apa yang akan dilakukan suaminya. dan benar saja, Andrew langsung mengecup bibir manis itu hingga lidahnya memaksa belahan kenyal untuk memberi ruang kepadanya.
Chika begitu menikmati sensasi ini, hasratnya juga menuntun untuk membalas hingga pergulatan didalam sana kembali terjadi untuk beberapa saat.
Andrew kemudian melepaskannya, ia tidak ingin membuang waktu lagi.
"Berpakaianlah, Sayang, aku akan mengajakmu ke sesuatu tempat." titah Andrew dengan lembut
"Kemana??"
"Surprise dong, kau akan menyukainya."
"Hhh ... baiklah, suamiku yang tampan."
Kini sepasang insan itu telah tiba di tempat tersebut, Chika merasa tidak sabar dan ingin sekali untuk melihat sekitarnya. mata yang kembali di tutup oleh kain sudah menjadi kebiasaan suaminya jika saja pria itu ingin memberikan surprise.
Hingga ia mendengar pintu mobil disisinya terbuka, lengannya di pegang erat oleh seseorang. tentu saja ia tahu sentuhan milik siapa itu.
"Kita dimana? apa ditepi jalan raya?"
💥💥💥
Tidak, neng. ada ditengah jalan 😂
Ayo rutinitas nya .... like, koment, vote dan hadiahnya yaa 🙏
__ADS_1