Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Percobaan Dikediaman Baru


__ADS_3

💥💥💥


Chika dan Andrew memasuki kediaman baru mereka yang berada di kompleks xxx, istana megah yang baru beberapa bulan terakhir Andrew persiapkan hanya untuk seorang Chika.


Chika terpana melihat pemandangan indah dihadapannya, diluar saja sudah terlihat bagus, apalagi didalam? semakin indah dan mengagumkan.


Chika terkesima melihatnya, senyum cerah tak pernah pudar di bibir manisnya. melihat hal itu, membuat Andrew tersenyum-senyum akan reaksi sang istri atas kejutan darinya


"Suka?" tanya Andrew


Chika mengangguk, "Suka banget, tapi rumahnya kegedean." imbuh Chika


"Sengaja dibuat gede, aku ingin penghuninya juga banyak nantinya." Andrew merengkuh tubuh itu, memeluknya dari belakang dan melingkari perut itu dengan tangannnya


Chika menjengit, "Maksudnya?"


"Aku ingin ada banyak anak nantinya yang menghias kediaman ini, Sayang." bisik Andrew dengan nada sensual


Chika terbelalak mendengarnya, apalagi tubuhnya dibuat mengerang tatkala ada sesuatu dibelakang sana yang terasa mengeras


"A-ada-ada saja kamu!" tukasnya


Andrew tersenyum seringai, "Aku ingin lebih dari lima anak." bisiknya, tepat di telinga Chika


Membuat tubuh gadis itu meremang


"Udah ah, lepas!!" Chika berusaha melepaskan lingkaran tangan itu dari perutnya, ingin rasanya ia kabur saat ini juga


Namun percuma, pria itu tetap tidak tergoyahkan. malahan Andrew langsung merengkuh tubuh Chika dan membawanya ke sesuatu tempat.


Chika terbelalak, matanya melotot tatkala dirinya tengah digendong oleh sang suami dan membawanya ke lantai dua.


"Sayang, mau ngapain!" teriaknya


"Ke kamar kita, apa kamu tidak ingin melihatnya?" tanya Andrew


"Hmmm, tapi aku bisa jalan sendiri."


"Terlalu lama, Sayang."


Tibalah di kamar utama, Chika semakin dibuat terpana melihat interior design dengan aksen modern nan nuansa girly, sangat indah dipandang.

__ADS_1


Andrew menurunkan perempuan itu, membiarkannya melalang buana untuk mengitari kamar tersebut. walaupun ia tengah berusaha memendam hasrat yang terpendam didalam sanubari nya.


Chika menyapu setiap sudut kamar tersebut, kemudian ia beralih memasuki ruang walk in closet yang juga tak kalah bagusnya. kemudian ia kembali berbalik, ingin melihat interior kamar mandi dikamar tersebut.


"Hhh ...." Andrew berdesah, tatkala rasa itu sudah tidak bisa terbendung lagi. ia segera menghampiri sang istri dan mulai mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba.


Chika terhenyak, ia kembali meronta-ronta


"Yang, lepas ih!"


"Sudah cukup untuk melihat kamarnya, Sayang."


"Lalu? kita mau kemana lagi?" tanya nya dengan polos


"Kamu harus membayar ini semua, ini bukan gratis ya!"


Chika terbelalak, entah apa maksud dari perkataan suaminya. Namun sejurus itu, ia mulai mengerti tatkala tubuhnya ditaruh pelan diatas ranjang empuk yang berukuran besar.


Chika terhenyak saat wajah pria ini langsung tenggelam di ceruk lehernya, memberikannya rasa sensasi yang luar biasa, mampu menyengat setiap desiran darah di dalamnya. Chika mengerang, tak ayal ia juga mengeluarkan suara erotisnya yang paling digilai kaum pria.


Andrew dengan rasa yang membuncah, menyergap leher putih mulus nan wangi milik istrinya secara bertubi-tubi, memberikan sedikit gigitan kecil dan sesapan yang begitu menggelikan.


Kedua tangannya pun tidak tinggal diam, melalang buana menelusuri tubuh Chika bahkan merematnya. apalagi dua gundukan yang kini dirasa besar pada genggamannya.


Andrew beralih menye*ap bibir Chika, rasa itu tidak mampu ditolak oleh Chika karena ia juga menyukai pagutan didalam sana. tangannya melingkar di leher sang suami, ci*man panas yang begitu dalam dan berangsur cukup lama untuk keduanya.


"Aakh!" Chika mengerang saat sesuatu menerobos masuk ke dalam inti tubuhnya, ia mengerjap-ngerjapkan mata yang sudah sayu, berusaha untuk melihat ke bawah dimana kulit mereka saling bersentuhan.


Chika kembali menghempaskan kepalanya di ranjang tatkala Andrew mulai mengobrak-abrik perkakasnya didalam sana.


Lenguhan, de*ahan, suara erotis itu benar-benar mampu menyemangati Andrew dalam mengunjungi kedua janinnya didalam sana.


"Pelan!"


Andrew tidak menggubrisnya, rasa yang menyengat ini memang sudah tidak bisa di negosiasi lagi. namun tetap saja, mengingat ada makhluk di dalamnya, Andrew tetap melakukannya dengan hati-hati.


Hingga beberapa menit kemudian, hasil dari percintaan di tengah hari ini pun membuahkan hasil, sesuatu yanng begitu hangat menyembur dengan derasnya didalam sana. Membuat sepasang insan ini melenguh panjang, Andrew menenggelamkan wajahnya diantara dua gundukan milik sang istri. membiarkan penyatuan dibawah sana tetap berpagutan dalam jangka waktu yang cukup lama.


Chika terengah-engah, begitu pula dengan Andrew. mereka berdua saling tersenyum, merasa puas atas penyatuan mereka di kediaman baru.


"Aku mencintaimu." Andrew mengecup kening sang istri yang telah berpelu, kemudian ia pun turun dari atas tubuh itu dan menghempaskan tubuhnya di samping Chika

__ADS_1


"Apa mereka baik-baik saja? apa bayi-bayiku tersenyum didalam sana?" tanya Andrew, mengelus perut buncit itu


"Sekarang mereka lagi menendang." Chika merasakan itu


"Yaa, respon yang baik! apa kalian bahagia?" Andrew mendekatkan wajahnya pada perut itu, tangannya menyentuh gerakan yang diberikan anak-anaknya


"Bahagia sekali, Papa." sahut Chika, dengan suara balita yang ia tiru


Andrew tergelak mendengarnya, "Apa kalian mau Papa kunjungi lagi?" tanya Andrew


"No, Papa! no! stop it!" jawab Chika


Andrew tertawa lagi, "Itu mah bukan mereka yang jawab, tapi kamu!" Andrew mencubit pipi tembem istrinya


"Eeemh!!"


Plak!!


Chika memukul tangan sang suami dengan cukup keras.


"Tapi itu bisikan mereka, aku hanya menyampaikan." erang Chika


"Benarkah??" Andrew dengan polosnya


Chika mengangguk


"Kalian benar-benar nggak asik! padahal Mama mau lagi lho," ucap Andrew pada janinnya


Sontak saja Chika terbelalak






💥💥💥


Udah ah itu aja pilihan visual nya yaa .. 😅

__ADS_1


Ayo like koment vote dan hadiah poinnya yaa


__ADS_2