Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Kembali Menerkam


__ADS_3

💥💥💥


Kehadiran Mami dan Oma seakan membuat Chika semakin merindukan sosok Ibunya di Surga sana. kedatangan mereka sungguh membuat Chika nyaman, ia bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dan kebaikannya. walau dirinya merangkap sebagai pembantu, tapi mereka tidak memandang bulu. memperlakukan Chika dengan baik dan terkadang sering membantunya dalam hal memasak, sesekali ingin diajari memasak menu yang disukainya.


Tak hanya itu, mereka juga mengajak Chika mengobrol dengan diselingi tawa renyahnya. Chika merasa nyaman dan sangat menyukai keramahan mereka. Namun kini ia harus berpisah dengan keluarga Andrew, sebab mereka akan ke Bali untuk mengunjungi orang tua Papi Setya yang menetap di Kota turis itu.


"Sesekali datanglah ke Bali!" ucap Oma


"Insha Allah, Oma." sahut Andrew


"Nak Chika juga, sesekali Andrew harus memanjakannya." timpal Mami


"Iya, Mi, kalau ada waktu luang kita kesana."


"Hhh ... baiklah,"


"Jaga diri kamu ya, Chika, semoga kuliahnya lancar." pesan Mami


"Pasti, Nyonya, terima kasih." Chika mengangguk seraya mengulum senyum


"Baiklah, ini ada sedikit rejeki untukmu, ambillah!" Mami menaruh sesuatu di telapak tangan Chika, berupa amplop putih yang isinya entah apa


Chika terhenyak melihatnyaa, sejurus itu ia langsung menarik tangannya. "Tidak perlu, Nya."


"Chika, ambil saja, untuk jajan kamu." ucap Papi


"Benar, hitung-hitung kamu udah menghibur kami" sahut Oma


"Hmm, betul! ayo ambil!" desak Mami. Chika pun menoleh menatap Andrew seakan meminta pendapat, pria itu mengangguk dan tatapan Chika kembali menatap Ibu mertuanya.


"Baiklah, Nyonya, kalau Nyonya memaksa." Chika menerimanya


Seketika saja mereka menghela nafas lega, "Hhh ... gitu dong!" Mami mengelus rambut gadis ini


"Yasudah kalau gitu, ayo, Mi, kita harus masuk!" ajak Papi Setya sembari memegang kursi roda Oma

__ADS_1


Mami mengangguk dan kembali memeluk Chika dan putranya. kemudian Chika beralih memeluk Oma yang disambut hangat oleh wanita itu.


"Oma hati-hati dijalan yaa, semoga Oma sehat selalu."


"Terima kasih, Sayang, kamu juga yaa."


Chika mengangguk seraya mengulum senyum.


Dan mereka pun berpisah tatkala orang tua Andrew harus bergegas memasuki pesawat menuju Kota yang penuh dengan ketentraman itu.


***


"Mereka baik sekali ya," Chika memuji orang tua Andrew


"Tentu saja, tapi kadang juga nyebelin."


"Hmmm, tapi aku suka. sayang sekali hanya tiga hari mereka ada disini," Chika, dengan raut sendunya


Andrew menoleh menatapnya sekilas sembari menyunggingkan salah satu sudut bibirnya ke atas.


Membuat Chika terbelalak, bisa-bisanya pria ini berfikir seperti itu, karena kehadiran orang tuanya membuat sang junior harus menahan hasrat selama tiga hari. lebih tersiksa dari pada menanti datang bulannya gadis ini.


Chika menggeleng-gelengkan kepala, sungguh miris.


"Mulutmu, Tuan! itu orang tua mu lho, emang gak kangen apa?" gerutu Chika


"Kangen sih, hanya saja di waktu yang tidak tepat."


"Sebentar lagi udah ada Nyonya Celine, pasti anda akan lebih terpuaskan." seloroh Chika, membuat pria itu trdiam


Sungguh, ia tidak suka bila diantara mereka, nama orang lain ikut terbawa.


Mobil yang membawa keduanya pun telah tiba di depan gedung Apartement, Andrew bergegas memasuki mobilnya ke dalam basement. setiba di dalam unit, Chika langsung ke dapur untuk membersihkan piring kotor bekas makan siang mereka.


"Kamu mau kemana?" tanya Andrew

__ADS_1


"Ke dapur,"


Pria itu pun mengangguk paham, berjalan mengekori Chika yang langsung menyentuh piring kotor tersebut. sedangkan Andrew, ia mengambil sesuatu di dalam kulkas yaitu Cake brownies buatan para wanita ini.


"Mau cake?" tawarnya


"Tidak, lanjut saja." Chika menggeleng


"Enggak ke kantor? waktu istirahat udah selesai lho," tanya Chika


"Males, ada Raffa juga."


"Kasihan sekali dia punya bos yang seperti anda." Chika menggelengkan kepala


Sedangkan Andrew memutar bola matanya, ia bangkit dari duduk kemudian memeluk tubuh gadis itu dari belakang.


"Apa kamu bilang hm?" tanyanya dengan nada sensual, menghirup tengkuk leher istrinya


"Hanya bilang, kasihan Assisten Raffa." tukas Chika


"Aku gak suka kamu berempati sama orang lain, Sayang," geram Andrew, mengecup leher Chika hingga membuat gadis itu mengerang


"Aaakh! lepaslah!" Chika meronta sembari berdesah kecil


Andrew tidak ingin melepaskan mangsa yang sudah ada digenggamannya, apapun itu sang mangsa harus ia terkam sekarang juga.


Tanpa berkata apa-apa lagi, pria itu merengkuh tubuh Chika. membuat gadis ini terhenyak saat menyadari tubuhnya di gendong.


Andrew langsung menaruh tubuh Chika diatas meja makan, kembali menerkam tubuh yang ia rindukan beberapa hari ini.


"Eemmh," Chika berdesah merasakan dua gundukannya tengah dimainkan dengan lembut, sentuhan bibir itu mampu membuat gadis ini seakan melayang.


💥💥💥


Apaan sih bang, mentang Mami Papi udah pergi malah langsung nyerang 😒

__ADS_1


Yuk rutinitas wajibnya 😉🎉


__ADS_2