
💥💥💥
Malam ini Andrew dan Celine menikmati makan malam dengan hidangan yang telah Chika sajikan. berupa steak daging, sayur yang direbus, rendang sisa tadi siang dan juga omelete.
Chika menuangkan nasi ke dalam piring untuk suaminya, yang disambut hangat oleh pria itu.
"Ini, Tuan."
"Terima kasih, Chika."
"Nyonya mau pakai nasi?" tanya Chika
"Hmm, tidak perlu." ucapnya, pandangannya masih menatap ponsel
Andrew menatap dingin istri pertamanya tersebut.
"Baiklah, saya permisi." pamit Chika
Namun lagi-lagi Andrew menghentikan langkah wanita ini, menyuruhnya untuk bergabung namun langsung di tatap tajam oleh istri pertamanya.
Chika melihat reaksi wajah itu, terlihat tidak suka padanya bila ikut bergabung dalam satu meja.
"Tidak usah, Tuan. saya masih kenyang, nanti juga nyusul kalau udah lapar." Chika menolak dengan senyum manisnya
"Hhh ... baiklah," Andrew pun mengerti, istri keduanya merasa segan bila bergabung dengan Celine.
Chika beranjak pergi meninggalkan mereka berdua, menaiki tangga menuju kamarnya berada.
Di meja makan, Celine tampak kegirangan melihat layar ponsel yang menunjukkan sesuatu di layarnya. Andrew hanya menatap sekilas, ia tetap melanjuti makan malamnya dengan begitu lahap dan tenang. Telinganya berusaha ia tulikan agar tidak terganggu dengan kebisingan istri pertamanya ini.
Sungguh membuat Andrew jengah mendengarnya.
"Sayang, lihat deh ini!" Celine memanggil, menunjukkan layar ponselnya kepada sang suami.
Andrew pun mendongak, berusaha untuk melayaninya.
"Apa itu?"
"Ini dress keluaran terbaru yang diluncurkan saat acara catwalk di Paris kemarin. aaakkh! aku pengen ini,"
"Kamu tau?? ini dress yang sempat ku kenakan saat catwalk!" ocehnya lagi
"Lalu sekarang??" tanya Andrew
"Aku ingin kita ke Mall, katanya seluruh keluaran terbaru sudah tersebar ke banyak negara. semoga aja udah ada di Indonesia."
__ADS_1
"Mending kamu hubungi dulu butik langganan kamu,"
"Iya juga yaa," Celine langsung menghubungi butik langganannya untuk menanyakan dress yang ia idam-idamkan saat ini.
Sembari menunggu balasan pesannya, Celine kembali melanjutkan makan malamnya bersama sang suami dengan penuh lahap, sesekali ia melirik layar ponselnya menanti notifikasi masuk dari seberang sana.
Ting!
Apa yang dinantinya pun telah tiba, Celine bergegas memeriksa ponselnya. seketika ia terbelalak membaca pesan tersebut.
"Sudah ada! aaakh, akhirnya!" Celine berteriak senang, raut wajah bahagia begitu terlihat dari ekspresinya.
**
"Chika, mau ikut gak ke Mall?" ajak Andrew saat mereka bertiga berpapasan, saling bersamaan membuka pintu kamar.
"Tidak, Tuan. saya di rumah aja," tolak Chika, sekilas ia melihat wajah Celine yang merengut kesal
"Udah ah, ayo!" desak wanita tersebut, menarik lengan Andrew untuk bergegas pergi dari sana. Andrew menoleh menatap ke belakang, dengan tatapan sayu melihat wajah istri keduanya.
Chika tersenyum, melambaikan tangan pada pria itu.
Setelah pemilik Apartement ini pergi, Chika bergegas ke meja makan untuk mengisi perutnya yang dirasa sudah keroncongan sejak tadi. namun ia menahannya, tidak ingin menyaksikan sepasang suami istri sungguhan itu.
Chika membuka tudung saji, masih ada rendang buatan sang suami dan juga sayur rebus. Chika mengambil piring dan menuangkan nasi diatasnya. wanita itu pun mulai melahap hidangan makan malamnya dengan penuh ketenangan. tentu saja tanpa ada yang mengganggu.
Celine menoleh menatap suaminya, entah kenapa ia merasa pria ini sangat dingin padanya. tidak seperti biasanya yang selalu manis terhadapnya.
"Kamu kenapa sih kok beda banget?" seloroh Celine
"Beda gimana, Yang? aku biasa aja."
"Kamu dingin samaku tau gak!"
"Aku hanya tidak enak badan, Celine."
"Bohong!"
"Atau kamu suka sama pembantu itu, iya! kalian tinggal seatap pasti udah kumpul kebo, iya kan!" Celine menunjuknya dengan wajah yang sangat marah
Ciiiit!!!
Andrew menginjak rem mobil secara mendadak, menghentikan kendaraan itu di pinggir jalan.
"Jangan sembarangan bicaramu, Celine!! aku gak ada apa-apa sama dia! kenapa selalu bawa gadis itu terus hm?"
__ADS_1
"Karna kamu bersikap manis padanya! sedangkan denganku, kau dingin sekali."
Andrew mendengarkannya dengan seksama, menghela nafas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan.
"Apa salah aku bersikap begitu dengannya? dia yang selama ini mengurusku, sedangkan kamu sibuk dengan karirmu saja sampai nelantarkan suamimu. aku gak mungkin kasarin dia! aku baik padanya, bukan berarti ada rasa."
"Anggap aja sikapku sebagai balas budi karna dia mau mengurusku."
"Aku gak mau berdebat, Celine, bukannya pernikahan kita akan mencapai tiga tahun hm?"
Celine hanya diam menyimak, ia tidak berani menatap wajah suaminya yang tengah marah besar padanya. Celine menatap keluar jendela sembari berkomat kamit tidak jelas.
"Aku tidak ingin ribut, masih mau ke Mall atau kita pulang aja?"
"Ke Mall."
Andrew pun langsung menginjak pedal gas mobilnya, kembali melaju memecahkan jalanan Ibukota yang terlihat padat pada malam itu.
***
Sudah hampir dua jam Chika hanya sendiri di unit ini, menduduki tubuhnya di sofa seraya menatap hamparan kota dengan gedung yang tinggi dan jalanan Ibukota yang penuh dengan kerlap kerlip lampu kendaraan.
Chika menikmati kesendiriannya seraya menikmati salad buah dengan porsi besar.
Hingga perhatiannya teralihkan tatkala suara bariton yang sangat ia kenal tengah memanggilnya.
"Chika!!"
Tok tok tok
Chika terperanjat, ia menaruh semangkok salad buah ke atas meja dan bergegas mencapai pintu kamarnya.
Ceklek,
Chika terkesima melihat pria yang beberapa jam ini memenuhi pikirannya telah berada tepat di hadapannya. Chika menyunggingkan senyum,
"Tuan, udah pulang?"
"Ya, ini ambillah!" Andrew menyodorkan martabak bangka kepadanya.
Chika menelan saliva dengan kasar, aroma manis ini begitu sangat menggiurkan.
"Terima kasih."
💥💥💥
__ADS_1
Kan ... kena marah sama suami kan? Siapa suruh ngatain istri kesayangannya 😂
Emosilah sebanyak-banyaknya, nanti kalian juga bucin sama babang macan 😅