
💥💥💥
"Chika, apa kamu mencintaiku?" Andrew kembali menanyakan, sesaat perempuan ini hanya diam membisu
Chika menatap sepasang netra berwarna coklat dihadapannya, terlihat sangat mendamba untuk membalas perasaannya
"A-aku ..." Chika menggigit bibirnya, dengan perasaan yang begitu yakin ia pun menganggukkan kepalanya
"Ngangguk? artinya apa?" Andrew menaikkan salah satu alisnya, ia dapat merasakan detakan jantungnya di dalam sana tengah berdebar kencang menanti jawaban perempuan ini
Chika menghela nafas panjang, kedua sudut bibirnya melengkung menunjukkan sebuah senyuman untuk pria dihadapannya ini.
"Iya, aku juga mencintaimu." jawabnya, Chika berhambur memeluk Andrew dengan perasaan yang begitu lega
"Oh, Sayang." Andrew mengecup-ngecup rambut sang istri yang tergerai namun sedikit berantakan
Setelah beberapa saat saling berpelukan satu sama lain, Chika melonggarkan dekapan mereka ingin memandang wajah tampan di hadapannya ini dengan begitu lekat
"Kenapa, hm? mandang aku segitu kali?" Andrew tersenyum malu
"Aku lagi bayangi wajah anakku aja, seperti apa dia kelak."
"Kalau laki-laki, tentu saja seperti aku. kalau perempuan, pasti mirip kamu." Andrew menyenggol hidung mancung istrinya, membuat Chika tersipu malu dengan pipinya yang merah merona.
"Bisa aja."
***
Kini sepasang insan yang tengah berbahagia sudah berada di dalam ruangan Dokter Obgyn, untuk melakukan serangkaian pemeriksaan pada janin yang di kandung oleh Chika. Chika dan Andrew telah duduk berhadapan dengan sang Dokter yang hanya berbatasi dengan meja.
"Kapan terakhir masa haid nya, Nona?"
"Hmmm, sekitar dua bulan yang lalu, Dok." jawab Chika
Andrew mengernyit mendengarnya
"Baiklah, ayo berbaring, untuk melihat calon dedeknya." ajak Dokter, Chika mengangguk dan moment inilah yang begitu ia tunggu-tunggu.
__ADS_1
Dokter menyingkap sedikit tanktop yang dikenakan Chika keatas, menampikkan perutnya yang mulai terasa membuncit bila disentuh. sedangkan seragam Chef miliknya tengah di genggam oleh Andrew.
Dokter memeriksa perut pasiennya dengan statoskop, ia mengangguk pelan setelah mendapati hasil pemeriksaannya. kemudian Dokter pun mengolesi cairan gel di atas perut bagian bawah sang pasien, mengambil sebuah alat pendeteksi untuk menampilkan sesosok makhluk kecil yang bernyawa di dalam sana.
Tiga pasang mata menatap lekat gerakan halus dari dalam layar, tidak terlalu jelas, namun Dokter yang ahli dalam hal ini mampu mengerti akan maksud pada layar monitor tersebut.
"Wah ... sepasang janin sudah membentuk tangan dan kaki, jantungnya juga udah berdetak." Dokter tampak kegirangan melihat pemandangan dari rekaman penglihatannya
Chika dan Andrew saling pandang, tampak tak percaya akan apa yang baru saja di dengarnya.
"Apa, Dok? yang benar?" tanya Andrew
Dokter wanita itu mengangguk seraya tersenyum kepada sepasang suami istri ini.
"Ya, sesuai prediksi, kandungan Nona sudah memasuki usia delapan minggu." ujarnya
"Mau mendengar detak jantungnya?" tawar Dokter, dengan cepat Chika mengangguk seraya mengulum senyum. terlihat sangat tidak sabar untuk mendengar detak jantung sang buah hati. begitu pula dengan Andrew yang tampak antusias.
"Oh my baby," lirih Chika, Andrew mengecup kening sang istri dengan penuh cinta
"Detak jantungnya sangat normal dan dalam kondisi sehat. perkembangan mereka sangat cepat."
"Selamat untuk Tuan dan Nona yaa, dari hasil sekarang terlihat dua kantung. tapi untuk lebih jelasnya, Nona bisa kontrol kembali di bulan ke enam." ujar Dokter, sembari membersihkan perut Chika dengan tissu.
Kemudian Dokter bangkit menuju meja kerjanya, diikuti oleh dua insan ini.
"Sebelumnya Nona merasakan mual, lelah, semacam gejala kehamilan?" tanya Dokter
"Tidak, Dok, mereka sangat mengerti Ibunya. tapi tadi saya sempat pingsan di lokasi kerja," Chika terkekeh
Dokter mengangguk paham, hingga suara bariton dihadapannya ikut menimpali.
"Justru saya terkena imbasnya, mual, muntah, stress, lebih sering banyak makan." sela Andrew
__ADS_1
Dokter menjengit mendengarnya, "Hmmm, itu kehamilan simpatik, Tuan. yang biasanya dirasakan Ibu hamil, tapi bisa berpaling ke suami. hingga suami yang terkena dampak dari kehamilan sang istri. tapi itu hal yang biasa kok, nanti akan hilang dengan sendirinya."
"Yang terpenting jaga asupan makanan dan jauhi penyebab rasa mual."
"Untuk Nona yang sedang mengandung harap dijaga kesehatannya yaa, istirahat yang cukup, apalagi tengah mengandung dua janin, lebih beresiko untuk ke depannya."
"Tapi--saya lagi magang, Dok," Chika menggigit kecil bibirnya
"Kalau bisa, jangan ambil pekerjaan yang berat. banyak minum air putih dan beristirahat yang cukup."
"Baiklah, ini resep vitamin dan obat pereda mual jika saja Nona mengalaminya, bisa ditembus di Apotik ya." Dokter menyodorkan secarik kertas berupa tembusan obat kepada Chika.
"Baik, Dok, terima kasih." Chika mengangguk
**
"Kamu tidak usah magang lagi, aku mendengarnya sudah ngeri." ucap Andrew, seraya menyetir mobil
"Kata Dokter kan jangan bekerja terlalu berat, disana gak berat kok. palingan tiba di waktu sarapan pagi dan siang, kita mulai sibuk. selebihnya bisa beristirahat." ujar Chika
"Tapi tetap saja, itu bisa membahayakan."
"Enggak, percaya deh! buktinya dedek gak nakal di dalam sini. mereka enteng dan gak menyusahkanku." Chika mengelus perutnya
"Terus kenapa kamu bisa kelelahan?"
"A-aku--gak tau. mungkin dedek kangen Papanya," ucap Chika, lalu menutup mulutnya dengan rapat.
Andrew mengernyit seraya menoleh sekilas ke arah perempuan itu.
"Apa kamu bilang?" Andrew tersenyum tipis
"Enggak ada!" Chika menggeleng
"Dedek yang kangen atau kamu, hem?"
💥💥💥
__ADS_1
Netijen yang kangen abang 😂😂
Karena banyak komentar yang menyanggah bila 8 minggu belum ada detak jantung dan tumbuhnya tangan, kaki, aku kirimkan saja screnshoot dari sumber google 🙏