
💥💥💥
"Hallo, Mami?"
"Jemput kami di Bandara, my sweety."
Andrew terlonjak kaget, membuat Chika yang berada disampingnya tampak mengerutkan dahi.
"Bandara Soetta, maksud Mami???"
"Iya, anak nakal! untuk apa Mami nyuruh kamu ngejemput kalau tidak disini." gerutu wanita diseberang sana
"Astaga! Kenapa kemari gak bilang-bilang,"
"Surprise!"
"Baiklah, aku siap-siap dulu." Andrew langsung mematikan panggilan teleponnya secara sepihak. dengan tergesa-gesa pria itu turun dari ranjang
"Orang tuamu kesini?" tanya Chika
"Iya, Yang. aku harus menjemput di Bandara," Andrew mengenakan baju kaos, hoodie dan celana jeans
"Baiklah, hati-hati. aku akan memasak untuk kita semua," Chika juga bergegas turun
Sedangkan Andrew pria itu cepat-cepat pergi meninggalkan Apartement miliknya.
Untung aja kemarin udah memungut pakaian dan barang-barangku dari kamar ini, mengingat dua minggu lagi aku harus pergi dari sini. batin Chika seraya menatap kamar utama milik Andrew dan istri pertamanya.
Chika mengulum senyum kecut, kemudian menutup pintu kamar tersebut.
Chika berjalan ke kamarnya sebentar, untuk melakukan sesuatu. setelahnya ia cepat-cepat ke lantai bawah untuk membuat sarapan pagi dengan porsi yang lebih banyak dari sebelumnya.
Mengingat pria itu kedatangan orang tuanya dari Spanyol, dan Chika harus mengolah makanan western yang biasanya disantap saat sarapan.
"Semoga mereka suka dengan masakanku," gumam Chika, ia mulai mengolah bahan masakan dalam sajian menu western yang biasanya banyak disukai oleh kalangan teratas.
"Tidak sia-sia sekolah tata boga," Chika tersenyum
Disisi lain, Andrew telah tiba di Bandara dalam waktu setengah jam. memarkirkan mobilnya, kemudian memasuki area tersebut untuk mencari kedua orang tuanya yang datang mendadak tanpa memberitahu.
Hingga dirinya mendapati Mami tengah melambaikan tangan dari seberang sana, Andrew mempercepatkan langkahnya menuju perempuan itu.
"Mami, Papi, Oma!" Andrew memeluk orang-orang yang ia sayangi
__ADS_1
"Oh cucuku, kau makin tampan saja,"
"Tentu saja, Oma."
"Kenapa kalian gak bilang-bilang dulu?" Andrew kembali mempertanyakannya
"Namanya juga surprise, mana istrimu? gak diajak?" tanya Mami
"Dia--
"Masih di Amerika wanita itu, iya?" sela Papi
Andrew menghembuskan nafas dengan kasar, "Iya, Pi. tapi beberapa hari lagi dia pulang kok dan kembali menetap disini."
"Istrimu itu tidak berguna! sudah bersuami masih juga ngejar karir." omel Mami
"Sudahlah, Mi, kita pulang saja." ajak Andrew, pria itu mengangkut dua koper, sedangkan Papi mendorong kursi roda yang Oma duduki.
Setiba di parkiran, mereka memasuki mobil yang Andrew bawa. sedangkan pria itu memasuki koper ke dalam bagasi. setelahnya ia pun menyusul untuk memasuki kendaraan tersebut.
"Kamu masih tinggal di Apartement?" tanya Mami
"Masih, Mi."
"Ya, Mi."
"Gak ada rencana mau buat rumah?? kalian ini turun temurun masih betah aja di Apartement," cibir Mami, sedikit meledek suaminya
"Mami apaan sih! enak tau tinggal di Apartement, bisa melihat hamparan gedung tinggi, walaupun sekarang Apartementnya udah bagus dengan gaya modern. dulu gak kalah bagusnya," ucap Papi
Ya, orang tua Papi adalah perantau dari Bali, membuka usaha bersama-sama di Ibukota hingga terciptalah perusahaan Yudha Group, Yudha adalah nama kakek dari Andrew.
Mereka sangat betah tinggal di Apartement, menurutnya tinggal di unit lantai teratas, memiliki kesenangan dan ketentraman tersendiri saat melihat hamparan gedung-gedung, walau tidak semodern jaman sekarang.
Hingga mereka di karuniai seorang putra satu-satunya yaitu Papi Setya. dah tumbuh kembang di Apartement itu juga.
Apartement yang sama masih ditempati Andrew hingga tiga tahun terakhir ini
"Andrew baru membangun, Mi." jawab Andrew
"Hhh ... syukurlah, tapi sebaiknya kamu ceraikan saja Celine itu. cari wanita yang lebih layak untukmu, mau mengurus hidupmu, bukan sendiri begini tanpa istri." omel Mami
Namun Andrew diam saja menyimak.
__ADS_1
"Chaterine, jaga mulutmu! siapa tau nak Celine bisa berubah dan meninggalkan karirnya." sergah Oma
Mami hanya mendengus kasar, bisa-bisanya putra tertuanya mencintai istri yang memiliki pendirian seperti itu. mencintai karir dan meninggalkan suami seorang diri.
Ditambah lagi belum juga dikaruniai anak
Tibalah mobil yang membawa mereka di Apartement tersebut, melihat dari dalam mobil saja membuat Papi Setya semakin terpana akan gedung ini yang sudah memiliki banyak perubahan dari masa ke masa.
Papi tersenyum senang, tempat tinggal masa kecilnya kini kembali ia kunjungi.
"Sudah dua tahun Papi gak kesini, udah makin cantik aja."
"Ah Papi, masih sama kok. gak mungkin mereka renovasi setiap tahunnya," gerutu Andrew, memasuki mobil ke dalam basement
"Maksud Papi, aura nya itu beda." ralatnya
Andrew mengangguk paham, mencari ruang kosong untuk memarkirkan mobil milik mereka.
Di dalam Apartement milik Andrew, sedikit lagi wanita itu telah selesai dalam menyajikan masakannya. hingga sayup-sayup ia mendengar suara bising telah memasuki kediaman ini.
Chika terlonjak, itu pasti keluarga suaminya. Chika buru-buru meninggalkan dapur untuk menyambut tamu kehormatan itu.
"Bahkan didalamnya saja sudah secantik ini." puji Papi
"Papi bisa aja deh,"
"Permisi, selamat datang Tuan dan Nyonya." Chika menunduk hormat
Membuat ketiga orang itu terpana akan kecantikan bersahaja dari wanita muda ini
"Hai." sapa Mami
"Andrew, dia siapa?" tanya Oma
"Dia--is
"Saya pembantu di Apartement ini, Nyonya, Tuan." Chika menyela ucapan yang hampir terlontar dari mulut Andrew
"Pembantu???"
Chika mengangguk, "Ayo masuk!"
💥💥💥
__ADS_1
Hampir aja babang Andrew keceplosan 😅😅😅