Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Kelahiran Berakhir Duka


__ADS_3

💥💥💥


Keadaan begitu panik saat mengetahui Chika mengalami kontraksi parah di Resto miliknya, hingga semakin tegang saat tubuh lemah yang terbaring diatas brankar itu tengah menjerit menahan sakit.


Derap langkah terburu-buru dari beberapa pasang sepatu terdengar memenuhi lobi hingga koridor, orang-orang tercintanya berjalan dengan cepat dengan wajah yang penuh ke khawatiran.


Tak terkecuali Andrew, pria yang selalu siaga atas diri istrinya itu seketika menciut tatkala melihat aliran darah segar bercampur cairan putih di paha istrinya. kini pria itu tengah menyemangati sang istri, menggenggam tangannya sembari menuntun Chika untuk mengontrol pernafasannya.


Hingga tibalah Chika di ruangan IGD, sudah ada Dokter yang menunggu disana dengan alat tempurnya. brankar masuk begitu saja melewati pintu, Andrew terdiam di tempat sembari melongo.


"Tuan, anda tidak ikut masuk? sebaiknya anda menemani istri," ucap sang perawat wanita yang akan menutup pintu


"Ayo masuk! semangati menantuku!" Mami mendorong tubuh lemah tak berdaya itu, ia bahkan hampir muntah saat melihat cairan yang mengalir


"A-aku takut, Mami." lirihnya, pria gagah ini menciut


"Ayo buruan, Tuan!"


Assisten Raffa terus mendorongnya, hingga pria itu masuk ke dalam ruangan dan seketika pintu di tutup dengan rapat.


Chika merintih kesakitan, dahinya telah basah dipenuhi oleh keringat. ia berusaha mengatur nafas, mulai mengingat instruksi dari guru senamnya, bagaimana cara mengatur nafas yang baik dan juga mengedan yang benar.


"Sudah sempurna."


"Lakukan, Dokter! selamat kan istri dan anak-anak saya."


"Tenang, Tuan."


"Nyonya, ikuti arahan saya, ambil nafas lalu hembuskan, ambil nafas lalu mulai mengedan, paham?"


Chika mengangguk cepat, ia sudah tidak sanggup lagi untuk berkata


"Tarik nafas ... berulang kali, lalu mulai mengedan!"


Chika mengangkat kepalanya, sedangkan tangan kirinya memegang besi brankar dan tangan kanannya menggenggam erat tangan Andrew yang menemaninya


Wajahnya mengkerut, lenguhan panjang dan teriakan terdengar menggema di ruangan itu.


"Eeeemmh!!!! aaaaaakkkh!!"


"Dorong lagi!"


"Huh! uuuuukh!"

__ADS_1


"Sayang," Chika merengek, kemudian ia kembali fokus pada persalinannya


"Ayo, sedikit lagi, ini kepalanya sudah mau muncul." ucap Dokter


Dan mendengar itu membuat Chika semakin semangat walau ia sudah kelelahan.


"Ayo, Sayang! kalau perlu jambak rambutku." Andrew menyodorkan kepalanya


Tanpa banyak kata, Chika melakukannya dengan senang hati.


"Uuuuuuukkhh!!"


"Eeeeeemmmmh!!"


"Aaaaaakkkkh!! huh huh, uuuuuukkkh!!"


Akhirnya, satu bayi mungil pun telah meluncur hingga ke permukaan. Dokter mengangkatnya, namun suara bayi itu tidak menggelegar seperti bayi biasanya. ia hanya merengek kecil, dan tatapan Dokter tampak datar dan tertegun.


Uweeek!!


Terdengar muntahan seseorang dari samping ranjang, beberapa pasang mata mengalihkan perhatian padanya dan ternyata pria tampan ini memuntahkan segala isi perutnya di lantai ruangan tersebut tatkala ia melihat genangan darah Chika dan juga kakak dari sang jabang memenuhi ranjang itu


"Sayang, aaakkh!!" Chika kembali mengerang, merasakan lagi sakit itu.


Dokter bergegas memberikan bayi pertama kepada Suster, "Periksa bayi ini!" titahnya dengan wajah yang datar namun ada goresan sendu di garis wajahnya


Uweeek!!


Andrew masih saja muntah, ia berlari ke kamar mandi untuk membuang segala isi perutnya yang terus menjalar di tenggorokan


Dan hal itu membuat konsentrasi Chika seketika buyar, entah apa yang terjadi pada suaminya.


"Aakh!" Chika kembali mengerang


"Fokus, Nyonya!"


"Kembali tarik nafas dan dorong!"


Chika mengangguk, ia kembali mengedan dengan cukup kuat. ia berusaha sekuat tenaganya yang tersisa. dan ia melakukannya beberapa kali dengan nafas yang menggebu-gebu.


"Aaaaakkkh!!"


"Uuuuuuukkkh!!!"

__ADS_1


"Ayo, sedikit lagi!"


"Uuuuuukh!!!"


Oek oek oek ...


"Alhamdulillah," ucap Dokter dengan penuh rasa syukur


Chika terbaring lemah tak berdaya, ia menatap bayi mungilnya yang tengah dibersihkan oleh tenaga medis itu. dan sejurus itu, ekor matanya menangkap sosok sang suami yang turut terkulai lemas setelah memuntahkan segala isi perutnya.


"Sayang." lirih Chika


"Maaf, aku tak tahan melihat darah itu." Andrew menunjuk tempat dimana genangan darah tanpa menoleh sedikit pun.


"Tidak masalah, anak-anak kita sudah lahir. tapi---aku merasakan sesuatu yang tidak enak." Chika berucap sendu


"Apa maksudmu?"


"Anak pertama kita tidak menangis." Chika menitikan air matanya


Sontak saja Andrew kaget mendengarnya. dengan segenap jiwa raga ia memberanikan diri menghampiri Dokter yang tengah membersihkan anak-anaknya


"Dokter, bagaimana anak-anakku? kenapa anak pertama ku hanya diam saja?" Andrew memberondonginya dengan banyak pertanyaan


"Tuan, bayi kedua anda dalam keadaan sehat, tapi--bayi pertama sepertinya harus mendapatkan perawatan ekstra." ujar Dokter dengan lesu


"Apa maksudmu!" Andrew mencengkeram lengan dokter tersebut


**


Andrew menemani bayi pertamanya yang sedang diperiksa oleh Dokter anak, Obgyn dan beberapa Suster. ia menatap sendu dari luar ruangan yang hanya dibatasi sekat kaca.


Mami Chaterine menyentuh pundak putra pertamanya, ingin menenangkan pria malang ini. awalnya semua orang menatap tidak percaya bila Chika melahirkan bayi kembar, mereka bergembira dan sangat antusias dalam beberapa saat. Hingga penuturan Andrew, seketika kebahagiaan itu sirna dalam sekejap.


"Dia akan baik-baik saja, dia bayi yang kuat, percaya pada Mami." Mami mencoba untuk menghiburnya.


Disisi lain, di ruang rawat yang Chika tempati, perempuan itu tengah mengASIhi bayi keduanya dengan ditemani Melani disisinya.


Chika menatap lekat wajah bayi cantik ini, tapi pikirannya masih terngiang-ngiang akan bayi pertama mereka yang sedang dalam kesulitan.


"Jangan bersedih, itu akan memengaruhi ASI kamu."


💥💥💥

__ADS_1


Apa yang terjadi 😭


Ayolah kasi aku hadiah lagi guys, like koment jangan lupa


__ADS_2