
💥💥💥
Chika dan Andrew melanjutkan percintaan mereka di dalam kamar mandi, tentu saja letaknya di kamar utama milik mereka. Chika mengalungkan tangannya dileher sang suami, sedang tubuhnya dalam posisi di gendong oleh Andrew sembari menggoyahkan pertahanan Chika pada inti tubuhnya dibawah sana.
Suara erotis terus menggema di ruangan tertutup tersebut, berde*ah,melenguh, keduanya saling bersahutan dengan iringan irama pergulatan yang begitu indah.
"Oh ...."
"Ngh ...."
"Oh, Chika ku,"
Tatapan sepasang insan ini sama-sama sayu karena sesuatu yang beradu dibawah sana benar-benar membuat keduanya semakin gila. Chika terus berpegangan erat pada pundak kokoh milik suaminya, dua pasang netra milik mereka saling bersitatap. Chika tersenyum, rasa ini begitu nikmat dan tiada yang tertandingi.
Perempuan itu semakin mempererat dekapan mereka, mengecup bibir Andrew saat pelepasan mulai tercebur dengan desarnya di dalam sana.
**
Makan malam pun telah tiba, Bibi telah selesai memasak menu makan malam untuk kedua majikannya. sepasang dua insan ini baru saja keluar dari kamar, dengan rambut tergerai yang masih basah.
"Kira-kira Bibi nampak gak yaa? aku jadi malu." Chika menerka-nerka. ternyata sekelebat bayangan percintaan di balkon masih membekas di pikirannya. namun untung saja percintaan itu berlangsung sebentar.
"Tidak, Sayang. mana mungkin Bibi ngintip." ujar Andrew
"Sok tau kamu," gerutu Chika.
Kini kedua nya telah berada di meja makan, dua piring nasi telah terhidangkan, air putih dan juga kopi beserta susu hamil milik Chika.
"Masakan Bibi enak banget," puji Chika
"Tapi lebih enakkan masakan kamu."
"Bisa aja," Chika tersipu malu
"Atau--aku saja yang bertugas untuk masak?" tawar Chika, lalu menyendoki nasi ke mulutnya
"Tidak-tidak! kamu sedang mengandung, dan lagi setelah bekerja pasti kamu kelelahan. aku nggak izinkan!" Andrew menggelengkan kepalanya
"Kalau aku sedang libur?" tanya Chika
"Terserah," Andrew mengendikkan bahunya
__ADS_1
"Yes!" perempuan itu tampak antusias sekali. lagi pula sudah lama juga ia tidak ke Kantor dengan membawa bekal dari hasil mahakaryanya
Andrew tersenyum melihat keceriaan perempuan ini. ia benar-benar tidak salah pilih dalam memilih Chika menjadi pendamping hidupnya.
Hening, keduanya mulai fokus dengan hidangan dihadapannya. hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang menghiasi suasana malam itu di ruang makan.
🌴
Hampir tiga bulan Chika dan Melani melaksanakan magang di Hotel xxx, sisa beberapa hari lagi keduanya akan meninggalkan tempat tersebut. dan disaat itu pula mereka akan berpisah dengan Chef dan juga para Waiters nya yang telah memberikan mereka banyak ilmu dalam menyajikan masakan.
Dan Chika sungguh bersyukur, kedua janinnya dalam keadaan baik-baik saja di kandungan Ibunya.
Andrew mengecup perut sang istri yang telah membuncit, berbicara kepada sepasang janin itu berupa sedikit nasihat agar tidak nakal dan mengganggu kegiatan Mamanya.
"Kalian jangan nakal, main aja berdua dan jangan ganggu Mama bekerja, ya,Nak."
"Assiyaap, Papa!" sahut Chika dalam meniru suara balita. lagi-lagi Andrew terkekeh mendengar suara wanita ini, walaupun ini bukan pertama kali, namun terdengar lucu olehnya.
Setelahnya Chika bergegas menyalimi punggung tangan suaminya, untuk kembali bekerja seperti biasanya.
"Aku masuk dulu yaa, pakaian kerja udah ku siapkan di sofa."
"Assalamualaikum,"
Perempuan itu membuka pintu masuk, Andrew masih memerhatikannya hingga wanita itu benar-benar tidak terlihat oleh pandangannya.
Dan sejurus itu, Andrew mengerutkan keningnya tatkala pria yang menolong sang istri beberapa bulan lalu, berteriak memanggil nama sang Permaisuri
"Chika!"
Chika membalikkan badan, Chef Frans yang juga baru datang langsung memanggil namanya.
"Eh, Chef?"
"Bareng yaa, baru datang?"
Chika mengangguk,
"Udah gede aja perut kamu, Chika, udah 4 bulan kan?" Chef Frans tampak heran dengan perubahan bentuk tubuh wanita disampingnya, mereka baru saja memasuki Hotel kala subuh itu.
"Hampir lima bulan, Chef." Chika meluruskan
__ADS_1
"Wow! terakhir beberapa minggu lalu tidak sebesar ini yaa, nggak nyangka sih perkembangannya cepat."
"Alhamdulillah," Chika mengulum senyum padanya
"Bagaimana pekerjaan mu dibagian bakery?"
"Alhamdulillah cukup menyenangkan juga, Chef."
Pria itu pun mengangguk paham mendengarnya.
Ya, Chika dan Chef Frans sudah tidak bekerja sama lagi. sebab, dua bulan magang adalah batas wanita itu untuk bekerja menjadi Assisten Chef di bagian olahan makanan berat dan ringan.
Setelah dua bulan, Chika di pindah tugaskan menjadi Assisten Chef dalam pembuatan bakery, cake,dessert, serta ice cream. ini bagian yang menyenangkan.
Supaya Chika dapat menguasai dua bidang tersebut dalam pelaksanaan magangnya pada jangka waktu tiga bulan.
Hingga mereka berdua tidak terlihat lagi oleh pandangan Andrew, yang mengintip interaksi kedekatan mereka.
"Huh!!" ia mendengus kesal melihatnya, hatinya tengah dirundung cemburu melihat kedekatan Chef dan Assisten itu.
Andrew pun bergegas meninggalkan pekarangan Hotel tersebut, menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan kecepatan yang tinggi.
Disisi lain, Chika dan Chef Frans berpisah kala keduanya memasuki ruangan loker masing-masing.
"Udah nyampe, Buk??" Melani menyapa, perempuan itu mengenakan seragam putihnya.
"Seperti yang kamu lihat," ucap Chika santai
"Adek nggak pernah tinggal yaa, ngikut Mama mulu." Melani mengelus perut buncit itu
"Iya dong, adek nemani Mama bekerja biar Mama tetap semangat." seru Chika, kedua sahabat itu tertawa
"Ngomong-ngomong ini udah gede banget lho, Chik."
"Terus??" Chika memasukkan tas nya ke dalam loker, lalu mengambil seragamnya.
"Aku curiga, pasti ini bukan satu."
💥💥💥
Adek di pompa mulu ya wajar cepat besar, aunty Melan 😂
__ADS_1
yuk di like koment vote dan hadiah poinnya yaa 💃