
💥💥💥
"Aaah ...."
"Emmmmh ...."
Ting Tong! Ting Tong!
Andrew menghentikan hentakannya pada inti tubuh sang istri. keduanya saling pandang dalam tatapan sayu, tatkala mendengar bunyi bell diluar sana.
"Ada tamu, siapa itu?" tanya Chika
"Aku akan melihatnya, kamu disini saja." Andrew melepaskan juniornya dari goa milik sang istri. kemudian ia bergegas turun dan kembali mengenakan pakaiannya. Andrew berjalan menuju pintu sembari berdecak kesal.
Andrew cepat-cepat menuruni tangga, entah siapa yang datang di malam-malam begini. apalagi bell di pencet beberapa kali hingga menimbulkan kebisingan di dalam Apartement.
Andrew mendengus kesal, padahal ia dan Chika tengah menikmati kegiatan olahraga malam mereka yang berlangsung dua jam lamanya. namun suara bell yang berbunyi nyaring, sungguh mengganggu kegiatan sepasang suami istri ini
"Siapa pula yang bertamu di larut malam begini!" ia mendengus
Ceklek,
Andrew terkesima melihat pemandangan dihadapannya, Mami dan Papi telah berada tepat di depan matanya dengan senyum cerah merona yang ditunjukkan kepada sang putra.
"Kamu bilang kamu mual, ada tespack positif di Apartement mu, dan kamu punya istri simpanan, dimana dia menantu ku yang satu lagi??" Mami mengoceh, menerobos masuk ke dalam Apartement milik putranya.
Mami dan Papi langsung bertandang ke Indonesia dari Spanyol. setelah mendengar penuturan putranya bahwa ia sering mual, lelah dan yang lebih mengejutkan adalah ia punya istri kedua selain Celine. ditambah lagi ia memberitahu Mami bahwa istri keduanya diam-diam positif hamil dari hasil testpack bergaris dua.
"Astaga wanita itu, baru datang udah menyerangku." gumam Andrew, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Chika baru saja menuruni tangga, dan berpapasan dengan kedua mertuanya. sontak saja perempuan itu sangat kaget melihat orang tua suaminya yang bertamu di malam begini.
__ADS_1
Chika menyambutnya,
"Eh, Nyonya, Tuan, selamat datang." Chika menunduk hormat, kemudian menyalimi punggung tangan kedua mertuanya.
"Chika, jangan bilang kalau kamu bukan menantu ku!" Mami langsung berhambur memeluk gadis itu.
Chika terhenyak, mulutnya menganga mendengar ucapan dari Mami.
"Ma-maksud, Nyonya?"
"Kamu pasti istri kedua Andrew kan, Nak?" timpal Papi
"Eh," Chika terhenyak menatap Papi Setya, lalu beralih menatap suaminya. Andrew mengangguk, alih-alih ingin Chika mengakuinya
"Hmm ... Iya, Tuan." jawab gadis ini
Mami melepaskan pelukannya, mengatup kedua pipi Chika untuk memandang lebih jelas wajah wanita itu.
"Benar kamu istri Andrew, Nak?" Mami kembali bertanya
Mami menoleh kepada putranya, menatap tajam pada pria itu.
"Kamu mengontraknya, Ndrew?? apa-apaan kau ini!"
"Mami, awalnya iya, tapi udah enggak lagi. besok aku akan mengesahkan pernikahan kami pada negara."
Mami menggelengkan kepala melihatnya, "Bahkan kau menikahinya secara siri! astaga!" Mami mengusap wajahnya dengan kasar.
Kemudian beralih menatap Chika, "Maafkan putra Mami ya, Sayang." Mami mengelus pipinya
"Tidak masalah kok, Nyonya." Chika mengulum senyum
__ADS_1
"Jangan panggil Nyonya dan Tuan lagi, panggil Mami dan Papi, oke??"
Chika mengangguk.
"Dan--apakah benar kamu mengandung cucuku?" Mami menyentuh perut menantunya, menuntun wanita itu untuk duduk di sofa
Chika mengangguk seraya mengulum senyum, sesekali menoleh menatap Andrew yang juga tersenyum padanya.
"Oh ya ampun, ternyata benar. kamu tau, Chik? Mami mendengar dia sedang muntah disaat kita lagi telponan. dan lebih mengejutkannya lagi--dia menemui testpack milikmu. oh astaga--kamu hamil cucuku." Mami begitu kegirangan sekali hingga terus saja bercerocos kepada Chika.
"Hmm, benarkah kalau Andrew menemui testpack milikku?" Chika sedikit kaget, ia melirik suaminya
"Ya, dan bisa-bisanya kamu menyembunyikan kebenarannya dari ku." Andrew mendengus kesal, menyedekapkan kedua tangannya di dada
"Wajar saja dia seperti itu, Andrew! kau menghamilinya disaat pernikahan kalian hanya kontrak semata." Mami menatap sinis
"Ya, tapi disaat masa kontrak kami telah selesaj, Andrew udah punya rencana untuk menceraikan Celine dan memilih Chika, Mami! walaupun dia tidak mengandung anak ku sekali pun," tukas Andrew
Andrew pun mulai menceritakan perselingkuhan Celine sejak delapan bulan yang lalu. dan disaat itu pula ia berniat untuk menceraikannya. namun, hari yang lebih tepatnya adalah saat tiga tahun pernikahan mereka. disaat itu pula, Andrew mengenal sosok Chika dan mulai kagum dengan sosok itu, hingga rasa cinta tumbuh dan semakin berkembang hanya untuk Chika semata. dan pada akhirnya, ia akan memilih Chika sebagai pendamping hidupnya hingga maut memisahkan mereka.
Dan yang membuat kedua orang tuanya lebih senang lagi, bila selembar kertas berharga berupa harta 5% telah Andrew lenyapkan di depan mata wanita itu. Andrew begitu puas melihat raut wajah kaget dari Celine.
"Oh ya ampun, ternyata kamu diam-diam menghanyutkan sekali, Ndrew. kamu terlihat biasa saja, tapi ternyata menyimpan rahasia yang begitu mengejutkan kami." Mami tersanjung pada putranya.
"Iya, Mi. dan aku bersyukur, Chika datang di kehidupanku. mana mungkin aku melepaskan berlian seindah ini." Andrew menatap lekat wajah istrinya yang tersipu malu.
"Good boy! akhirnya matamu terbuka juga untuk wanita lain." Papi menepuk bahu putranya
"Dan--penyerahan harta itu akan kami serahkan untuk nak Chika," tuturnya
Sontak saja Chika terbelalak mendengarnya.
__ADS_1
💥💥💥
Begadang dah dengerin ocehan Mami 🙇