Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Menyerang Balik


__ADS_3

💥💥💥


"Eeemmh ... aku dimana??" Chika tersadar sembari meringis kesakitan pada bagian belakang kepalanya. Chika mengangkat kepalanya yang bersandar pada ujung sandaran kursi, kepalanya sungguh terasa berat dan pegal.


Chika terus meringis, dan sedikit kaget merasakan tubuhnya terasa kaku. perempuan itu menatap ke depan, terhenyak melihat Aysha dan dua temannya tepat dihadapan gadis itu.


Mereka memasang wajah dingin, ada dendam yang tersirat di diri kakak tirinya itu.


"Kakak!" Chika terkesiap, sejurus itu ia terbelalak merasakan kedua tangannya di ikat pada belakang kursi yang ia duduki.


Chika mulai meronta, sedangkan tiga wanita jahat itu tersenyum devil menatap gadis malang ini


"Kakak! apa-apaan ini! lepaskan aku!!" Chika berteriak, tatapannya beralih menyapu sekitar yang terdapat banyak barang tidak di pakai, suasana remang-remang tanpa pencahayaan. Chika hanya bisa melihat sinaran yang masuk dari cahaya mentari di siang hari ini


"Itu pembalasan dariku karna kau dan suami kau itu seenaknya saja menjatuhkan harga diriku!!" gertak Aysha dengan nada suaranya yang menyeramkan


"Kakak, aku gak bermaksud seperti itu, itu sudah kehendak Mas Andrew," Chika terus memberontak


"Hhh! kalian itu sama saja! dasar istri siri!!" hinanya pada Chika


Seketika hati Chika mencelos mendengar kata itu dari orang lain, bahkan kakaknya sendiri. Chika terdiam, raut wajahnya seketika sendu.


"Istri siri aja udah belagu!" cela salah seorang teman Aysha dengan tatapan sinisnya


Chika menggertak giginya, walau wajahnya menunduk namun tatapan matanya bisa melihat sangat jelas tiga wanita kurang ajar itu. Chika mengepalkan tangannya, sesuatu yang ia sembunyikan sedang meronta untuk diungkapkan sekarang ini juga.


"Hhh! lebih mending di istri siri kan, dari pada kau lebih parah, Aysha! dasar pela*r!!" gertak Chika dengan tak kalah emosinya.


Ia terpaksa harus mengeluarkan kartu jitunya, hingga ia tersenyum seringai melihat wajah tegang wanita itu


"Kenapa diam!! harkatku lebih tinggi dari pada kau! walau aku dinikahkan siri, tapi milikku berhak ia rengut. sedangkan kau, menjual barang berharga mu ke lelaki sembarangan!"


"Demi apa hah! demi uang biar bisa berfoya-foya! sedang rumah kau saja sungguh jorok! kau cantik hanya diluar saja, didalamnya kau sungguh buruk!"


Chika menjeda sebentar kalimat seloroh yang mengalir deras dari mulutnya, ia sudah tidak tahan akan penghinaan yang keluar dari mulut mereka. namun untung saja ia mengetahui banyak hal tentang kakak tirinya ini.

__ADS_1


Aysha sangat geram, dirinya merasa terpojok dan merasa harga dirinya jatuh di hadapan teman-temannya ini.


Perempuan itu mendekati Chika, melayangkan salah satu tangannya dan bersiap menampar adik tirinya ini.


"Beraninya kau, Chika!!" erangnya, Chika memejamkan mata untuk menerima tamparan itu.


Namun suara bariton terdengar begitu menggelegar di ruangan tersebut, Chika seketika membuka mata dan menatap ke arah pintu. sedangkan Aysha dan teman-temannya tercengang melihat pria gagah tersebut dengan wajah dinginnya.


Pria itu mendekat, di belakangnya ada Melani dan juga Fandi yang tertegun.


"Beraninya kau mau menampar istriku, hah!!" Andrew mengepalkan kedua tangannya, wajahnya memerah dan berurat melihat pemandangan itu.


Aysha terdiam, tidak bisa berkutik, hingga matanya terpejam tatkala pria ini melayangkan tinju pada wajahnya.


Namun beruntung, Andrew menahan tangannya yang terkepal sudah terlayang ke udara.


"Ampun-ampun!" desis Aysha


"Karna kau perempuan, saya tidak meninjumu!" erang Andrew, mendorong tubuh langsing itu hingga terhuyung ke belakang membentur kardus kosong, ia terjatuh hingga tumpukan kardus itu berserak.


Chika mencondongkan tubuhnya ke hadapan Aysha, menarik rambut panjang gadis itu hingga ia meringis kesakitan.


"Sekali lagi kau hina aku dan mengusik hidupku, foto-foto jal*ng kau akan aku sebar!! camkan itu kakak ku sayang!" ancam Chika dengan menunjukkan wajah devilnya, kembali mendorong tubuh perempuan itu.


Chika memungut tas miliknya yang isinya telah berserakan, memasuki semua barangnya hingga ia mengernyit tidak mendapati sesuatu yang berharga didalam dompetnya.


Ia menoleh ke samping, menatap tajam pada dua orang sahabat kakaknya itu.



(Jangan tengok tangannya, tatap aja mata Chika)


Bagaikan tahu apa yang dimaksud tatapan gadis lugu itu, salah seorang dari mereka menyodorkan black card milik Andrew pada gadis itu.


"I-i-ini," ia memberikannya kepada Chika dengan tangan yang bergetar hebat

__ADS_1


***


"Kamu gak apa-apa, Chik?" tanya Fandi dengan penuh ke khawatiran di wajahnya


"Hanya sedikit pegal di kepalaku." jawab gadis ini sembari memijat kepalanya


"Tidak perlu mengkhawatirkan istriku!" tegur Andrew, pria itu hanya menelan saliva menatap wajah dinginnya


Sedangkan Chika menggeleng-gelengkan kepala menatap suaminya yang cukup posesif, disisi lain Melani terkekeh pelan yang berjalan di samping Chika


"Hanya bertanya saja, Bos!" tukas Fandi, Andrew tak menggubrisnya


Hingga mereka telah tiba di Parkiran, Andrew membukakan pintu mobil untuk Chika, perempuan itu masuk sembari melambaikan tangan pada Melani dan juga Fandi dengan senyum manisnya.


Diam-diam Andrew memerhatikan sang istri, menghembus nafas dengan kasar menatap langit-langit yang begitu terik.


"Apa masih lama lambai-lambainya itu!" geram Andrew, gadis itu tersentak kaget dan memggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Pria ini menutup pintu dengan sangat keras.


"Kenapa pria itu garang sekali," gerutu Fandi


"Itu karna kakak perhatian sekali sama istrinya." gumam Melani yang menatap kepergian mereka


"Yaelah! masih untung gue beritahu tentang Chika tadi. malah gak ada terima kasihnya," pria itu geleng-geleng kepala, membuat Melani tergelak


"Sabar yaa, kalau gitu terima kasih banyak deh atas nama mereka," ucap Melani,.masih tertawa


"Hmmm." Fandi bergumam


💥💥💥


Susah emang jadi orang baik yaa, Fan 😅😅


Ini udah panjang lho, kalau mau lebih panjang otor bakal up lama banget 😜

__ADS_1


Kayak biasa yaa, rutinitas setelah baca 😘


__ADS_2