Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Panggilan Kesayangan


__ADS_3

💥💥💥


Sembari menunggu pekerjaan Aysha beres dan Ibunya pulang, Andrew dan Chika duduk berselonjor di atas ranjang yang tidaklah besar, seperti ranjang king size milik Andrew, hanya ranjang biasa seukuran pada umumnya.


Chika menoleh menatap suaminya yang sedang sibuk dengan laptop, terlihat sangat serius dan sepertinya tidak bisa diganggu.


Chika pun bangkit, berniat ingin melakukan sesuatu. dan gerak-geriknya itu tertangkap oleh ekor matanya Andrew.


"Kamu mau kemana?" tanyanya, Chika menoleh menatap suaminya


"Mau ke belakang, Tuan tunggu aja disini,"


Andrew mengangguk mengiyakan, dan kembali fokus pada laptop.


Chika mengedarkan pandangan, tampaknya rumah sudah rapi dan bersih dari hasil pekerjaan kakaknya kala malam itu. jelas sekali saat kakinya menyentuh lantai, sudah tidak berpasir lagi.


Chika pun tersenyum puas, ternyata kehadiran suaminya mampu membuat mereka takut dan terpaksa menurut. Chika pun kembali melangkah, entah ingin kemana. yang jelas, wanita itu ingin melakukan sesuatu.


Ceklek!


Andrew menoleh ke pintu yang baru saja terbuka dari luar, pandangannya berpaku kepada Chika membawakan sesuatu untuknya. gadis itu berjalan ke arahnya,.sontak saja Andrew menutup laptop dan menaruhnya diatas ranjang.


"Cuma teh aja, gak apa-apa kan?" tanya Chika, menaruh minuman hangat itu diatas nakas.


Andrew tertegun melihatnya,


"Gak apa-apa, Yang, ini lebih baik." ucapnya seraya mengulum senyum.


Tentu saja hal itu lebih baik, hanya bersama istri keduanya lah dirinya merasa dilayani dan mendapatkan haknya sebagai suami.


Sedangkan bersama Celine, jangankan disuguh dengan minuman, menghidangkan nasi ke dalam piring saja tidak pernah. dan hanya mengandalkan jasa pembantu.


Sungguh miris, dan dirinya bersyukur dipertemukan dengan Chika.


"Syukurlah, biar lega tenggorokan mu."


Andrew mengangguk, mengambil segelas teh tersebut. "Terima kasih yaa,"


Chika mengangguk seraya mengulum senyum termanisnya, terkesima melihat wajah sang suami yang tengah meniup teh hangat tersebut.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, yang dinanti pun akhirnya tiba. Andrew dan Chika bergegas keluar kamar setelah ada panggilan dari luar. ternyata Ibu sudah pulang, membawa makan malam untuk mereka semua dan juga belanjaan ke Supermarket.


Chika menyambutnya,


"Ibu, mari sini ... biar Chika yang nyusun ke dalam kulkas."


Ibu dengan senang hati memberikannya pada sang anak tiri, Andrew membiarkannya saja. lagi pula hatinya terasa menghangat melihat Chika yang berempati pada Ibunya, walaupun sang mertua sempat bertindak kasar pada wanita itu.


Andrew mengekori langkahnya, sang istri mengeluarkan semua belanjaan diatas meja dapur, memilah-milah mana saja yang harus dimasukkan ke dalam kulkas.


Sontak saja Chika terhenyak, merasakan tubuhnya tengah dipeluk dari belakang. dan sejurus kemudian ia mengerang meraskan geli pada tengkuk lehernya yang sedang di kecup.


"Tuan." desis Chika


"Stop panggil Tuan, Sayang, panggil aku dengan nama kesayangan." desah Andrew


"Hah??" Chika melongo


"Nama kesayangan, seperti cintaku, suamiku atau apa gitu?"


"Ih lebay!" Chika menyenggol perut pria itu dengan sikutnya


"Hmmm," Chika pun berpikir


"Mas aja deh."


"Ih jangan mas lah," tolak Andrew


"Jadi siapa?? sayang kah??"


"Hmm, boleh juga." Andrew tersenyum senang, mengecup pipi sang istri


"Is, agak lain, aku belum biasa." gerutu Chika


"Harus dibiasakan, Sayang."


"Ya ya ya, pergi sana! makan malam duluan."


"Gak mau, mending saya bantuin masukin ini semua ke kulkas."

__ADS_1


"Oh baiknya," Chika tersanjung sembari terkekeh, pria itu mulai memasuki semuanya ke kulkas kecuali mie instan yang dibeli oleh mertuanya.


Sedangkan Chika tertegun memerhatikan suaminya yang bersedia membantu. setelahnya gadis itu mengambil empat gelas dan menuangkan air putih ke dalamnya.


Kini mereka berempat menikmati makan malam berupa Geprek Bensu yang dibeli Ibu. menikmati makanan dengan lahap menggunakan tangan, rasanya lebih leluasa untuk menyuapinya ke mulut.


***


"Mi, aku tidur disini yaa ... rasanya gak bisa tidur di kamar sendiri. pegal-pegal badanku." keluh Aysha, meregangkan otot-otornya yang kaku


"Kemarilah! Mami kesal sama tu mantu! bisa-bisanya nyuruh Mami ini itu."


"Iya, Mi. seharusnya tadi itu kita gak pulang yaa 'kan,"


"Kamu benar, selagi ada dia mana bisa Ibu menghajar Chika ini!"


"Tenang, Bu, besok aku akan membalas ini semua pada Chika, kebetulan besok aku masuk pagi." girang gadis itu


"Bagus!! kerahkan geng-geng mu untuk menghajarnya." Mami menatap sinis pada plafon kamarnya.


Disisi lain, dua insan itu kembali berperang diatas singgasananya. bersahutan dengan suara merdu yang mampu menyemangati Andrew dalam menguasai sang istri.


Chika hanya pasrah, membiarkan suaminya melakukan sesuka hati. berbagai macam posisi pun telah mereka lakukan, kini Chika hanya bisa menahan sesak kala Andrew menghamtam bagian belakang tubuhnya.


Lenguhan keduanya pun saling berpadu, sesuatu didalam sana mengalir terasa hangat dan mampu membuat keduanya merasa lega.


Hingga perseteruan itu pun berlangsung hingga beberapa jam, waktu menunjukkan pukul dua dinihari dan disaat itulah Andrew dan Chika menghentikan kegiatan mereka. keduanya tertidur dengan begitu lelap, membiarkan buliran keringat membasahi tubuh.


"Good night, Sayang."


"Eeeemh ...."




💥💥💥


**Good Night juga Netijen 😅😘😘

__ADS_1


Yuk like, koment, vote dan hadiah poinnya 🎉**


__ADS_2