Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Kerja Bagai Kuda


__ADS_3

💥💥💥


Chika terbaring lemah tak berdaya diatas ranjang dalam keadaan tubuh yang polos sempurna dan bersimbah pelu di sekujur tubuhnya. tidak tanggung-tanggung, Andrew menghajarnya hingga hampir larut malam semenjak sore tadi.


Kini keduanya telah terkapar diatas ranjang sembari menatap langit-langit kamar yang remang-remang. hanya sorot lampu payung yang sedikit menerangi dan juga bintang di angkasa yang menemani malam nan syahdu sepasang suami istri ini.


"Capek gak? mau lagi?" tanya Andrew dengan senyum seringainya, menoleh sebentar menatap istrinya yang tengah mengatur pernafasan


"Enggak! aku capek, dari jam lima lho!" Chika mengacungkan lima jarinya


"Tapi kan ada jedanya juga, Sayang."


"Iya, tapi aku tetap gak mau!" Chika membelakangi tubuh suaminya


"Lagian sekarang pasti sudah hampir pagi, saatnya tidur!" gerutu gadis itu


Andrew menyahut, "Hampir pagi darimananya? masih jam sepuluh, Sayang." Andrew menatap jam di ponselnya


Tidak ada sahutan lagi dari sang istri. Andrew meringsek mendekati Chika dan memeluk tubuhnya dari belakang. menyentuh hingga meraba perut rampingnya, perlahan-lahan berangsur naik ke atas menyentuh dua gundukan kesukaannya yang masih kencang dan padat. hanya saja terasa sedikit bengkak karna ulahnya.


Chika mendengkur merasakan tubuhnya yang tengah di remat, kulitnya pun terasa meremang tatkala punggung polosnya tengah diraba oleh bibir pria ini.


"Ah, Andrew." Chika mende*ah


Andrew tak menyahut, ia masih menelusuri setiap lekuk tubuh istrinya.


"Eeemmh ... udah deh, jangan lagi." desis Chika


"Sekali lagi, Sayang, aku ingin kamu yang menguasaiku." lirih pria itu, berbisik dengan nada sensual di telinga sang istri, menggigit kecil daun telinganya. membuat Chika mengerang


Chika membalikkan tubuhnya berhadapan dengan sang suami, alih alih ia tidak ingin merasakan geli di belakang tubuhnya.


"Menguasai kayak mana??" tanyanya


"Kamu disini," Andrew menepuk pelan sisi tubuhnya diantara paha dan pinggul


Chika terbelalak kaget, ia tercengang. "Enggak mau! aku takut!" teriaknya, meremat selimut dan menutupi wajahnya


Andrew menyingkap selimut dari wajah itu, menatap matanya yang ia tutup erat hingga terlihatlah kerutan disekitar netranya

__ADS_1


"Percaya padaku, kamu akan terbuai dengan sensasinya, Sayang." bisik Andrew dengan lembut


Chika masih menggeleng, pria itu menghembuskan nafas dengan kasar.


"Yasudah, tidurlah. aku juga tidur," Andrew mengecup keningnya dengan cukup lama dan kembali menarik tubuhnya hingga mata itu terpejam.


Chika merasakan pria ini sangat kecewa, ia membuka mata dan menoleh menatap sang suami yang terpejam.


Sontak saja Andrew yang belum sepenuhnya tertidur, membuka kelopak matanya saat merasakan inti tubuhnya telah memasuki Goa.


Dan seketika itu ia berde*ah merasakan sensasi yang luar biasa dilakukan sang istri.


"Lebih cepat lagi, Sayang, aaakh!!"


***


Chika mengendus aroma wangi yang merasuki indra penciumannya, matanya yang masih terpejam perlahan terbuka dan mengedarkan pandangan ke sekitar.


Melihat hari yang sudah terang dan sinar matahari menyorot dirinya, Chika meringsek menduduki tubuhnya itu.


"Udah pagi??" gumam gadis ini, wajahnya sangat berantakan dan rambutnya sudah tidak terurus lagi.


Chika melangkah cepat menuruni tangga, mengikuti aroma wangi yang berasal dari dapur. Setiba disana, ia melihat pria itu tengah menata menu sarapan di atas meja.


"Sayang." panggil Chika


Andrew menoleh seraya mengulum senyum, "Udah bangun?"


"Hu'um." Chika mengangguk, tatapannya menatap aneka masakan yang diolah sang suami


"Kenapa tidak membangunkanku? seharusnya aku yang masak," gerutu Chika


"Gak apa-apa, kamu sangat nyenyak dan pasti kelelahan." ucap Andrew


"Hmmm, iya sih, badanku pegal semua." Chika memijat pundaknya


"Maaf yaa,"


"Maaf apa?"

__ADS_1


"Udah menghajarmu,"


"Oh, masih kenal kata maaf rupanya," ledek Chika, gadis itu mengambil centong dan menuangkan nasi ke piring mereka.


"Tentu saja!" tukas Andrew, Chika tersenyum


"Tumben sarapan nasi? biasanya sandwich." tanya Chika


"Gak kenyang. lagian tadi malam kita gak makan 'kan? kita sebagai warga Indonesia pasti lebih kenyang dengan nasi."


Chika menatap tak percaya dengan apa yang keluar dari mulut pria ini.


"Ya, benar, entah kesambet apa anda ini, Tuan." ledek Chika


Sepasang suami istri ini pun mulai menikmati sarapan pagi mereka dengan penuh kenikmatan. Chika tampak berselera, ternyata suaminya juga jago masak. entah mungkin karna ditinggal sang istri pertama dan tidak mengenakan jasa pembantu? jadi bisa saja pria ini belajar sendiri untuk mengurus semuanya.


"Masakannya enak!" Chika mengacungkan kedua jempolnya


"Ya, tentu saja. selain tampan, kaya, pintar berbisnis, dalam urusan rumah saya juga hebat. apalagi di ranjang," ucapnya dengan bangga


Hingga membuat Chika hampir keselek.


"Pelan-pelan makannya." Andrew menyodorkan segelas air putih padanya.


Setelah selesai sarapan, Chika merapikan meja makan dan juga meja dapur yang penuh dengan alat perang Andrew pagi itu. sedangkan sang suami bergegas kembali ke kamar untuk membersihkan tubuhnya. namun, langkahnya kembali terhenti tatkala ia teringat sesuatu.


"Chika." panggilnya


Chika membalikkan tubuhnya ke belakang, "Iya??"


"Setelah ini, kamu periksa dengan alat yang ku berikan yaa."


Chika terdiam mendengarnya tanpa ekspresi, kemudian ia mengangguk seraya tersenyum.




💥💥💥

__ADS_1


Suami pengertian emang sayang istri yaa.. udah dimanjain, paginya istri dapat bonus 😜


__ADS_2