Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Masih Lama Lagi?


__ADS_3

💥💥💥


Sang Mentari memancarkan sinar cahayanya dengan begitu terik dan menyengat hingga menusuk kulit siapa saja yang berada dibawah junjungannya.


Sesosok anak manusia terlihat sedang melangkah diatas aspal pekarangan kediamannya. berjalan santai tanpa beralas kaki bersama sang Ibu mertua kala pagi yang terik itu


Ya, Chika dan Mami Chaterine, dua wanita berbeda generasi namun masih tetap cantik bak teman sebaya, walaupun berpaut usia yang cukup jauh.


Keduanya saling mengobrol, berjalan santai sembari memanjakan mata pada setiap pemandangan yang tersuguh indah oleh alam. tak hanya itu, keduanya juga dapat merasakan segarnya udara yang belum tercemar dan pancaran mentari yang mampu menyehatkan tulang dan kesehatan lainnya.


Bagi Chika, seorang Ibu hamil yang telah memasuki trimestes tiga, sangat dianjurkan untuknya membiasakan diri berjalan kaki pada setiap paginya. selain untuk menyehatkan, hal itu juga mampu untuk memudahkan jalan lahir bagi si kembar.


Tak hanya Chika, untuk Mami Chaterine yang telah berkepala lima pun juga sangat disarankan melakukan terapi pada kegiatan pagi itu.


Disisi lain, Andrew baru saja selesai membersihkan diri, pria itu harus kembali pada rutinitas wajibnya dalam mengurus perusahaan keluarga yang ia kelola. pria itu bergegas ke ruang walk in closet, pandangan pertama yang tertangkap oleh sepasang netranya adalah seonggok pakaian formal lengkap telah tersedia diatas sofa yang berbentuk persegi panjang, terletak ditengah-tengah ruangan.


Andrew mengulum senyum, istri cantiknya memang selalu menjalankan kewajiban dalam mengurus suaminya.


Ya, sebelum melakukan terapi jalan pagi, perempuan itu terlebih dahulu menyiapkan air hangat dan pakaian lengkap untuk sang suami.


Hal kecil inilah yang paling Andrew sukai, dirinya merasa utuh dalam menyandang status sebagai suami, mendapatkan hak yang memang harus ia dapatkan. bukan hanya sekedar melayani biologisnya semata.


Setelah berpakaian, Andrew berjalan ke balkon, ingin memperhatikan sang permaisuri yang entah dimana ia berpijak kini.


"Hai, Tante!" seorang gadis kecil yang baru saja akan masuk ke dalam mobil, tanpa sengaja ia melihat Chika dan Mertuanya tengah berjalan santai di depan kediamannya


"Hai, Qilla!" balas Chika, perempuan itu melambaikan tangan. sontak saja gadis kecil itu berlari menghampiri Chika


Ia langsung memeluk tubuh itu,


"Tante jalan-jalan? sama Oma?" ia melirik Mami Chaterine


Chika mengangguk seraya mengulum senyum,


"Iya, biar Tante sehat sama dedeknya juga." ujar Chika


"Wah, aku juga pengen jalan-jalan, Tante."


"Nanti saja kalau kamu libur sekolah, sekarang pergi sana masuk mobil, Mommy dan Papi kamu sudah nunggu." Chika melirik ayahnya Qilla yang baru saja memasuki mobil

__ADS_1


Gadis itu mengangguk, ia segera mengambil tangan Chika dan Mami Chaterine, lalu menyaliminya.


"Dadaa, Tante, Oma!" ia melambaikan tangan, segera berlari ke mobil dan bergegas masuk.


Orang tuanya mengulum senyum pada Chika, dibalas pula oleh perempuan tersebut.


**


"Sayang, seperti biasa ya ... siang nanti," Andrew mengerlingkan sebelah matanya pada sang istri


Chika memutar bola matanya, suaminya memang benar-benar selalu mencuri kesempatan.


"Iya, antarin bekal makan siangmu." Chika paham


"No plus-plus!" tegasnya lagi


Sontak saja Andrew menggigit kecil bibirnya, sesekali ia melirik Maminya yang tengah menikmati sarapan pagi


"Ehem! jangan sering-sering, Andrew!" ternyata wanita parubaya itu menangkap kalimat yang Chika lontarkan


"Sering apa, Mami?" pria itu mengernyit


Sontak saja sepasang insan itu menelan air salivanya dengan kasar.


"Mami kayak nggak pernah hamil tua aja ya, itu kan diharuskan." cibir Andrew


"Tapi lihat dulu usia kandungan istrimu, ntar aja pertengahan 8 bulan."


"Hmm, nanggung, Mi. sebulan lagi juga delapan setengah bulan."


"Masih lama itu."


Chika menunduk sembari memijat kecil dahinya mendengar pembahasan memalukan antara anak dan ibu itu. entah kenapa ia sampai keceplosan mengatakan kalimat ambigu tersebut.


"Lagian juga nggak sering, Mi." tukas Andrew


"Dasar anak nakal! menjawab saja." gerutu Mami


Andrew tergelak mendengarnya

__ADS_1


Hingga sarapan pagi pun telah selesai, tidak lupa juga Chika meminum susu hamil beserta vitaminnya. dan kebetulan sekali, Assisten Raffa pun telah tiba di kediaman bos nya.


"Raffa, udah sarapan?" sapa Mami


"Sudah, Nyonya." jawabnya, Mami mengangguk paham


"Ah, kalau gitu aku berangkat lagi, Sayang." Andrew beranjak bangkit


Chika mengangguk dan menggandeng tangan suaminya, ia turut mengantarkan pria itu hingga ke depan.


"Ini, tas-nya." Chika mengulurkan tas kerja sang suami, Andrew mengambilnya


Setelahnya pria itu membungkuk dihadapan Chika, ingin melakukan rutinitas sehari-harinya yang biasa ia lakukan pada kedua janin yang masih betah di perut sang istri.


"Papa kerja ya, Sayang, jangan nakal dan jangan menyusahkan Mama, oke? Papa mencintai kalian." lirih Andrew, kemudian menghujami perut itu dengan beberapa kecupan.


Chika mengelus rambut suaminya, ia mengulum senyum merasakan kehangatan yang diberikan Andrew kepadanya


"Aku berangkat ya, duduk santai saja dan banyak istirahat." pesan Andrew


Chika mengangguk


Kemudian lelaki itu mendekati wajahnya pada ceruk leher Chika,


"Jangan lupa nanti siang."


Cup!


Andrew berbisik, lalu mengecup pipi chubby yang selalu membuatnya gemas


"Hm." Chika hanya merespon singkat sembari memutar bola matanya


Pria itu tergelak menatap wajah lugu itu


"Apa masih lama lagi, Tuan??" ketus Assisten Raffa, mungkin saja ia merasa jengah melihat bosnya yang terlalu lama sekali berbincang dengan sang istri


Sontak saja Andrew menatapnya dengan tajam


💥💥💥

__ADS_1


Yang sabar atuh bang Raffa ... kantornya juga nggak akan lari dari permukaan . 😂😂


__ADS_2