Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Perhatian Sang Suami


__ADS_3

💥💥💥


"Kamu istirahat saja dulu, kondisimu masih belum benar pulih 'kan?"


Chika mengangguk, Andrew menyampirkan selimut ke atas tubuhnya setelah mengecup sang buah hati yang masih berdiam diri di dalam kandungan istrinya


"Aku akan masak untuk makan malam kita, oke?" Andrew pun bergegas ke dapur, untuk memasak hidangan makan malam


Kebetulan Apartement sudah kembali rapi dan bersih setelah Andrew memanggil jasa cleaning di Apartement ini. dirinya hanya tinggal menunggu pembantu baru yang akan di rekomendasikan Assisten Raffa nantinya.


Kini Andrew tengah bergelut di Dapur dengan alat perkakasnya, memasak sesuatu yang dirasa baik untuk kandungan sang istri dan tentu saja masakan yang jauh dari penyebab rasa mual Andrew.


Eh, tapi Andrew tidak pernah mual karena makanan 'kan? dirinya hanya mual bila terlalu stress merindukan Chika. dan kini setelah beberapa jam dirinya sudah tidak lagi merasakan rasa bergejolak itu. Apakah artinya kehadiran Chika begitu mempengaruhinya? tentu saja, karena adanya sang benih di dalam kandungan membuat ikatan batin antara Ayah dan Anak beserta Ibunya tidak mampu membuat mereka berjauhan. seolah rasa bergejolak itu menuntun kedua insan ini untuk kembali bersama seperti sepasang suami istri pada umumnya.


Setelah selesai memasak, Andrew menghidangkan masakan di atas meja. dan sejurus itu pula Chika datang menghampirinya sebab aroma wangi yang begitu menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya.


Chika sangat menyukai aroma ini, seketika saja sepasang janin kembarnya meronta ingin diberi asupan makanan dari buatan sang Papa.


Chika mendatangi sang suami dengan senyum cerahnya, mengelus perut yang dirasa sedikit membuncit dengan penuh rasa kasih sayang. Andrew menoleh menatapnya sesaat ekor matanya mendapati pergerakan dari sebelah sana, dan benar saja, sang istri telah berada di dekatnya.


"Masak apa, Yang? enak banget," tanya Chika, gadis itu langsung menduduki tubuhnya di kursi


"Masak apa yang ada, Yang, aku belum belanja."


"Ayam saos ... hmm, aku suka, Yang."


"Ini, makanlah yang banyak, kamu harus tetap sehat dan kuat kalau masih ingin ikut magang."


Chika mengangguk,

__ADS_1


"Setelah itu minum vitamin kamu dan juga susu,"


"Iya bawel!" Chika menggelengkan kepala sembari tersenyum simpul mendengar perhatian berlebihan suaminya ini, padahal dirinya benar-benar sudah membaik semenjak baru siuman saat menjelang sore tadi.


Chika terkesima melihat lelaki ini melahap makanannya dengan begitu lahap, bahkan Andrew menambahkan porsi nasinya beberapa kali. Chika mengernyit heran, bagaimana mungkin sang suami yang biasanya makan sedikit kini beberapa centong nasi telah ia lahap habis.


Chika menelan air salivanya dengan kasar, melihat perubahan ***** makan suaminya membuat selera makan Chika ikut terpancing.


"Sejak kapan makan banyak begitu? enggak takut gendut?"


"Sejak dua hari ini, hehehe .. kamu dengar apa kata Dokter? aku mengidap kehamilan simpatik. mereka benar-benar dendam padaku, Yang." Andrew menunjuk perut itu dengan dagunya


"Jangan kau salahkan anakku, Tuan! tapi bagus juga sih, pantasan saja aku tidak ada mual." Chika terkekeh


"Bahagialah, tapi mereka udah baik padaku sekarang, perut ku sudah gak mual lagi." Andrew tersenyum senang


"Mungkin karena kita udah bersama, mereka anak yang genius." Chika mengelus perutnya, sepasang malaikat kecil tengah tumbuh didalam sana.


"Kandunganmu ke enam bulan, kita sudah bisa mengetahuinya. tapi cukup kita aja yang tau, netijen jangan."


"Is dasar pelit,"Chika menyenggol kaki suaminya yang berada di bawah meja


Kini sepasang suami istri itu pun kembali melanjutkan makan malam romantis bersama kedua janinnya dengan perasaan yang begitu bahagia.


Apalagi Chika terkesima melihat sang suami yang cekatan sekali membuatkannya susu dan memotong beberapa buah untuknya. Chika tersenyum-senyum sendiri diatas meja makan sembari mengelus-elus perutnya.


"Hai! senyam-senyum gak jelas, ngelihat apaan?" Andrew menghampiri dengan membawa nampan berisi sepiring potongan buah, susu dan coffe


"Nengok buah nya dong, menggiurkan." ujar Chika, menyesap kembali salivanya yang hampir menetes

__ADS_1


"Bohong kali," gumam Andrew, padahal ia tahu bila sang istri tengah senyam senyum memandang dirinya yang tampan ini


***


Malam pun semakin larut, lampu kamar telah di padamkan dan hanya menyisakan sepasang insan yang tengah mengobrol didalam dekapan. Chika memeluk tubuh suaminya, menghirup dalam-dalam aroma wangi dari tubuh itu.


"Kira-kira bagaimana keadaan Nyonya Celine yaa, disana?"


"Kenapa memikirkan dia? dia akan bahagia dengan selingkuhannya," Andrew merasa tidak suka membahas wanita itu


"Heran deh, apa kurangnya kamu sampai dia selingkuh?"


"Entahlah, Yang, jangan membahas wanita itu lagi. tidurlah, kamu harus banyak beristirahat."


"Aku belum mau tidur," Chika menggeleng, tangannya mulai merayap memasuki kaos yang dikenakan Andrew, menyentuh perut berbentuk dari pria itu.


Andrew mengerang, mulai merasakan sesuatu yang membangkitkan juniornya.


"Chika, kamu mau ngapain hah?"


"Mau---enggak ada sih, pengen megang perut aja, gak boleh?"


"Kamu memancingku, Sayang." lirih Andrew, ia langsung membungkam bibir ranum wanita ini, kemudian ia menaiki tubuh Chika sembari bibir keduanya masih berpagutan.


Chika terkekeh, memang inilah yang ia inginkan sedari tadi.


Chika mengalungkan tangannya di leher Andrew, memperdalam pagutan mereka agar semakin intim yang keduanya rasakan.


💥💥💥

__ADS_1


Chika mulai nakal yee, menggoda babang macan 😂


__ADS_2