
💥💥💥
Chika bangkit tatkala bunyi dering ponselnya terdengar nyaring di telinga mereka. gadis itu meraih ponselnya diatas nakas, ia mengernyit mendapati nomor kakaknya tengah menghubungi dirinya.
"Hallo, Kak? ada apa lagi?" ketus Chika, sekelebat bayangan ia dibully pun kembali melekat di memorinya
"Kakak gak ada niat apa-apa lagi sama kamu kok. kamu gak masuk??"
"Enggak,"
"Oh, yasudah. kakak cuma mau bilang tiga hari lagi kakak wisuda. kamu datang ya,"
"Wisuda?? astaga! pantasan kak Fandi juga gak nampak beberapa hari ini, ternyata kalian mulai sibuk dengan wisuda yaa," cerocos Chika
"Ya, begitulah. kami mau kamu hadir, kamu kan keluarga kita juga."
"Oke baiklah, Kak. aku akan datang,"
"Kalau bisa kamu pulang dulu, kita pergi bareng."
"Iya, Kak."
"Byeee!!"
Chika menaruh kembali ponselnya diatas nakas. kembali meringsek memeluk suaminya yang hanya diam memerhatikan Chika.
"Dia lagi?"
"Ya, kak Aysha."
"Hhh ... Kenapa lagi dia?"
"Ngundang wisuda."
Andrew pun mengangguk paham. Chika kemudian bangkit lalu memungut pakaiannya yang berserakan. ia pun segera mengenakannya sembari menatap jam digital yang melekat di dinding.
Sudah pukul 10 pagi dan gadis itu ingin melakukan sesuatu, yaitu melepaskan sarung bantal yang dikenakannya
"Mau ngapain?" Andrew mengernyit heran
__ADS_1
"Emangnya gak lihat? aku harus menghilangkan jejak ku disini, biar dia pulang nanti semuanya udah beres." ucap Chika
"Turunlah! mending mandi atau apa gitu," usir Chika
"Tadi udah mandi." ucap Andrew
Chika hanya diam saja tidak menggubrisnya lagi. ia benar-benar sibuk untuk membereskan kamar sekaligus kediaman tersebut.
"Laundry-in saja, biasanya juga laundry."
"Enggak usah, aku harus menunjukan kalau aku benar-benar pembantu,"
"Terserahlah, saya masak untuk makan siang kita,"
Andrew kemudian melangkah ingin meninggalkan kamar. Chika tertegun, tiba-tiba saja ia menelan salivanya dengan kasar tatkala seonggok makanan lezat memenuhi pikirannya. sontak saja perempuan itu mempercepatkan langkahnya untuk mengejar Andrew.
Chika berteriak di pembatas tangga, melihat pria itu yang telah tiba di lantai bawah.
"Tuan, tunggu!!" teriak Chika
Andrew menghentikan langkahnya, membalikkan badan dan mendongak menatap gadis itu di lantai atas
"Hmm, boleh request?" tanya Chika
"Apa itu??"
"Buatkan seblak dong, sama lauk rendang." Chika mengatupkan kedua tangannya
"Seblak?? makanan apaan itu??" Andrew kembali menaiki tangga
Chika pun teringat sesuatu, ia kembali ke kamar untuk mengambil ponsel milik Andrew. Andrew mengernyit heran dibuatnya.
"Ini, coba buka youtube," Chika menyodorkan ponsel pria itu. Andrew menurutinya
"Ketik cara membuat seblak," titah Chika, pria itu melakukannya
"Ini??" Andrew menunjukkan layar ponsel padanya
Chika mengangguk seraya mengulum senyum, kemudian gadis itu mengambil ponsel Andrew dan mencari tutorial masak yang terlihat sangat menggiurkan.
__ADS_1
"Nah, video ini aja!! kalau gak ada bahannya, Tuan pergi ke Supermarket aja yaa,"
"Hmm, baiklah. ada lagi??"
"Bisa buat rendang gak?" tanya Chika
"Nanti saya lihat di Youtube juga."
"Baiklah, aku mau seblak, rendang, belikan juga brownies yang di tengahnya coklat meleleh, terus apa lagi yaa??" Chika berfikir
"Hmmm, buah strawberry!"
Andrew terkesima mendengar permintaan wanita ini, tatapannya begitu melekat memandang wajah cantik itu.
"Udah itu aja!"
"Oke baiklah, sepertinya saya harus mencatat dulu bahannya,"
Chika mengangguk seraya mengulum senyum lembut. gadis itu pun memegang kedua tangan Andrew, ia berjinjit lalu mengecup bibir itu.
Andrew dibuat tertegun olehnya, ia semakin terpana melihat langkah gadis itu berlari kecil ke kamarnya.
Seutas senyum pun terbit di sudut bibir pria ini, ia menggeleng-gelengkan kepala kemudian kembali menuruni anak tangga.
Andrew sibuk mencatat bahan seblak dan rendang, kemudian ia pun bergegas pergi dari Apartement untuk membeli apa saja yang tidak tersedia di lemari es.
Chika telah selesai mengganti seprai kamar utama, merapikan segalanya yang dirasa berantakan dan yang terpenting adalah meninggalkan jejak dirinya di kamar tersebut.
Chika tersenyum puas, kemudian membawa kain kotor ke ruang laundry khusus mencuci dan menjemur.
Waktu untuk ketiga kalinya ia akan merangkap sebagai pembantu di kediaman ini, menyelesaikan seluruhnya agar terlihat rapi, bersih dan teratur.
"Semoga aku kuat,"
💥💥💥
Detik detik ber....h 😩
Kok yakin banget sih Chika hamil?? padahal eng ----
__ADS_1
Ayo like, koment, vote kalau masih ada, hadiah bunga atau kopi sebanyak-banyaknya uuuy 🎉🎉