Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
TAMAT ~Resepsi Pengantin Kadaluarsa


__ADS_3

💥💥💥


Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh segala umat, termasuk sepasang suami istri yang tengah berbahagia. pasalnya, pasangan Andrew dan Chika akan melangsungkan acara resepsi yang digelar disalah satu gedung hotel berbintang lima.


Chika terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun putih yang ia kenakan, membiarkan rambut curly miliknya menjuntai ke bawah mengenai punggung. anting putih ia kenakan, senada dengan gaun dan high heels miliknya. sungguh cantik mempersona dibaluti make up flawless dari hasil karya Mua yang terkenal.


Sedangkan Andrew, pria itu mengenakan tuxedo navy yang membuatnya semakin terlihat tampan dan gagah.


"Sayang, sudah selesai?" tanya Andrew, ia baru saja masuk kedalam ruangan yang berhasil mengubah penampilan sang istri bak Cinderella versi jaman kini.


Chika bangkit berdiri setelah puas menatap wajahnya dari balik pantulan cermin. "Sudah, Sayang." Chika mengulum senyum, mengulurkan tangannya untuk disambut oleh sang Pangeran hati.


"Bagus! kita harus memamerkan keserasian kita kepada semua orang yang telah hadir." Andrew mengerlingkan matanya pada sang istri


"Genit!" Chika mencubit kecil perut suaminya sembari terkekeh, kemudian merangkul tangan suami yang berhasil membuat jantungnya berdebar kencang menatap wajah itu


"Kamu cantik, aku tau diriku sangat tampan jadi jangan menatap ku terus." godanya


"So, apa aku harus menatap Assistenmu?" tanyanya, menunjuk Assisten Raffa yang berjalan menghampiri mereka


"Sekali kamu menatap dia, ku sekap kamu dikamar hingga berminggu-minggu!" ancam Andrew


"Ck! kau tega dengan anak-anak." Chika berdecak, hingga obrolan mereka terhenti sebab Assisten Raffa telah tiba dihadapan mereka


"Ada apa!" ketus Andrew


"Para tamu sudah ramai, Tuan. saatnya menunjukkan diri kalian."


"Kau tidak melihat kami sedang apa? ini juga mau kesana! pergilah, jangan dihadapan istriku terus!" usir Andrew, entah kesambet apa pria ini


Chika memutar bola matanya, jengah.


Chika dan Andrew kembali melangkah, tentu saja diikuti oleh Melani yang senantiasa mengangkat gaun belakang Chika agar perempuan ini tidak tersandung.


Assisten Raffa melengos, ia membiarkan sepasang macan itu untuk melangkah terlebih dahulu. Sedangkan dirinya, mendekati Melani yang hanya menyaksikan mereka sedari tadi


"Biarkan saja pelayan yang mengangkat ekor gaun itu, kita bisa bersenang-senang di depan." bisik Raffa


"Is!" Melani meninju perut itu dengan sikunya, membuat Raffa menggaduh. "Aku ingin membantu sahabatku." sambungnya


"Kau ini terlalu baik jadi teman, lihatlah mantan bos mu, entah apa salahku." adunya


Hingga, sepasang pengantin yang telah kadaluarsa itu tiba juga di pelaminan yang di dekorasi indah dan ellegant, bernuansa putih bercampur pink muda begitu menyejukkan mata siapa saja yang memandang.


Sang pembawa acara menyambut kedatangan sepasang insan ini dengan penuh suka cita, keramahannya memberikan kehangatan dalam acara tersebut mampu mengundang beberapa pasang mata mengalihkan perhatian kepada pasangan serasi ini. Andrew dan Chika mengulum senyum kepada mereka semua, menunduk hormat kepada seluruh tamu yang telah hadir meramaikan acara sakral keduanya.


**


"Selamat ya, Tuan dan Nona, semoga pernikahannya langgeng terus."


"Terima kasih telah hadir dan do'anya." sambut Chika, menyalimi tangan para tamu yang menaiki pelaminan.


Ya, seperti itulah kurang lebih kalimat demi kalimat ucapan selamat beserta do'a baik untuk keduanya yang terlontar di mulut para tamu yang berasal dari kalangan Kolega, Rekan bisnis, hingga para tetangga di kediaman Chika terdahulu.


Chika begitu bahagia sekali, namun ia juga lelah karena harus berdiri terus menyambut para tamu. Chika hanya bisa menahan walau hatinya tengah berteriak. sesekali ia melepaskan high heels, toh gaun pengantin yang ia kenakan mampu membenamkan sepasang kaki miliknya.

__ADS_1


"Kenapa dirimu makin pendek?" bisik Andrew


"Kaki ku pegal, aku nggak biasa pakai high heels dalam waktu yang lama." lirihnya


"Astaga!" Andrew menggeleng-gelengkan kepala, merasa lucu. Chika hanya tersenyum getir kepada suaminya.


"Ayo kita duduk, saatnya bersantai." ajak Andrew, menjatuhkan bokongnya diatas singgasana Raja dan Ratu sehari itu.


Baru saja menjatuhkan bokongnya dan bisa bernafas dengan lega, tiba-tiba sepasang suami istri itu melengos kesal tatkala si pengacau mendatangi mereka yang tengah dirundung kelelahan


Tanpa rasa bersalah, Raffa dan Melani menghampiri keduanya dengan sebuah senyuman yang bahagia.


"Kalian, kenapa selalu mengganggu! baru saja kami duduk." sungut Andrew, mereka berdua terpaksa berdiri lagi


"Hehehe," pria itu tersenyum cengengesan. "Kami mau pergi dulu, Tuan. jadi, selamatlah untuk kalian berdua ya ... tunda dulu mantap-mantapnya, ingat si twins, masih bayi." nasihat Raffa


"Kau!"


"Tunjukkan senyum termanismu, Bos! jangan kesal terus, nanti struk lalu sekarat. aku tak segan-segan menampung istrimu." godanya, mengerlingkan sebelah matanya kepada Chika, hingga membuat gadis di sebelahnya mendelik kesal. tak segan-segan mencubit pinggangnya dihadapan sepasang pasutri itu.


Sontak saja Andrew dan Chika tergelak melihat Raffa merintih kesakitan.


"Hanya becanda, Sayang."


"Cieee ...." goda Andrew dan Chika bersamaan, meledek sepasang Jones yang telah berubah status itu


Membuat pipi Melani merona merah


"Apaan sih kalian!"


"Udah ah, ayo kita pergi!" desak Melani


"Iya, tapi bagiin dulu itunya ..." Raffa menunjuk tas milik Melani, Melani pun paham, mengeluarkan sesuatu dari dalam tas miliknya


"Ini, untuk kalian." ia mengulurkan sesuatu kepada sahabatnya


Chika meraihnya, "Apa ini? wow!" Chika terperangah


**


"Aku merindukan Veer dan Giel." rengek Chika, sesampainya di kamar pengantin yang telah dipenuhi bunga mawar merah diatas ranjang, membentuk sebuah hati


"Mereka enteng ditangan Mami, Sayang. lagian ada Ibu Ayna, Papi, Oma Charlotte, Oma Netty dan Opa Yudha, beserta saudara ku yang lainnya. Asi mu juga masih ada stock, bukan? mereka anak yang mandiri." jelas Andrew, memeluk tubuh istrinya dari belakang, menghirup tengkuk leher Chika yang selalu membuatnya candu


"Ah ... geli." desah Chika, tatkala Andrew menjilat tengkuk leher yang wangi itu


"Ayo kita bercinta, Sayang." bisiknya dengan nada sensual, tepat di daun telinga istrinya


"Huf, untung saja aku KB," gumam Chika


Perempuan itu mulai merasakan resleting gaunnya dibuka oleh sang suami, menampikkan kulit mulus yang menggoda.


Hingga tanpa terasa keduanya sama-sama polos, tanpa balutan benang apapun lagi yang melekat ditubuh itu. Andrew langsung membaringkan tubuh Chika diatas hamparan mawar, hingga tidak berbentuk hati lagi karena benturan tubuh ramping ini.


"Sepertinya kita harus berkumpul dengan keluarga besar, Sayang." usul Chika sembari berdesah menahan sensasi geli di belahan gunung merapi miliknya

__ADS_1


"Tidak! itu bisa kapan saja." lirih Andrew


"Oh, Andrew!" Chika melenguh menahan sensasi put*ng miliknya dipelintir oleh sang suami


Suasana panas nan mencekam pun dapat dilihat oleh taburan bintang di atas langit Ibukota yang mencoba mengintip kolaburasi sengit di atas ranjang Hotel tepatnya di lantai empat itu.


Suara erotis yang terdengar merdu dan menghanyutkan, menggema diseluruh ruangan. betapa bahagianya sepasang insan ini, memanfaatkan jiwa muda untuk melakukan olahraga ekstrem secara rutin.



🌹


Berawal dari seorang Selir, atau disebut simpanan pria beristri, yang bertugas melayani suami wanita lain dalam menghangatkan ranjangnya.


Ternyata pria beruntung ini mendapatkan lebih dari yang ia pikirkan, mendapatkan hak seorang suami yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan dari istri pertama.


Hanya kepada istri keduanya, ia dapat merasakan ringannya tangan seorang wanita. melayani suaminya dalam hal kecil berupa perhatian, menyiapkan pakaian, memasakkan menu makanan bahkan melayaninya dalam segala hal.


Sebab, memang seperti itulah kewajiban seorang istri dalam melayani suaminya. baik lahir maupun batin. seolah hal kecil itulah yang mampu menyalakan cahaya yang telah padam, memberikan penerangan dalam kegelapan, dan memberikan banyak warna dalam kelabu-nya hidup.


Pria kesepian, setelah diberi jarak oleh istri pertamanya, yang ternyata kenyataan pahit pun juga turut ia telan mentah mentah.


Sebaik-baiknya seorang istri, adalah menjaga perhiasannya untuk tetap terjaga dari banyaknya mata, menutupinya serapat mungkin demi kehormatan suaminya.


Maksudnya, tidak mengumbar kecantikan dan kemolekan tubuh pada sepasang mata yang memancing hasrat dari seorang lelaki yang bukan mahram, menjaganya hanya untuk sang suami demi kehormatan sang pemilik Syurga.


Sebaik-baiknya istri adalah wanita yang betah di rumah, melayani suami dan anak-anaknya dengan baik serta ikhlas menjalani kewajibannya


Sebaik-baiknya suami istri adalah memperlakukan pasangannya dengan elok dan penuh cinta, memberikan nafkah lahir dan batin sesuai kewajiban mutlak yang telah tertulis di kalam-Nya


Sebaik-baiknya istri adalah menjaga keharmonisan rumah tangganya, karena syaithon akan mudah memengaruhi seorang wanita untuk memggoyahkan rumah tangga hingga hancur lebur sesuai harapan mereka. maka dari itu, istri adalah tiang rumah tangga. jika tidak melakukan perannya dengan baik, maka rumah tangga itu akan goyah


Seperti halnya Celine, perempuan yang telah gagal dalam menjadi tiang dalam rumah tangganya hingga dengan mudahnya goyah dan runtuh.


Sebaiknya-baiknya suami sebagai kepala rumah tangga, adalah membimbing istri dan keturunannya pada jalan yang benar. menjauhkan dari segala hal yang buruk dan merugikan, memberikan pengajaran yang baik hingga mereka meneruskannya dengan baik pula.


💥💥💥


Sudah ah, itu saja kata-kata bijak dari aku. bukan contekan dari mbak google yaa, tapi dari otakku sendiri yang hanya secuil kacang ijo 😂😂


Semoga cerita ini ada pembelajarannya untuk kita semua, ambil sisi positifnya, dan daur ulang sisi negatif cerita ini hingga menjadi pembelajaran untuk kita semua.


...~TAMAT~...


Btw, cerita Melani dan Assisten Raffa, aku tuangkan dalam buku baru yang berjudul,


JONES, Dipaksa Jatuh Cinta


Tidak hanya cerita Melani dan Raffa saja, mungkin akan ada cerita anak-anak jika sudah besar 😁




Boleh baca ceritaku yang lainnya juga 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2