Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Mandi Bersama Adalah Obatnya


__ADS_3

💥💥💥


Air di dalam bathup tampak terombang ambing mengikuti gerak dua insan yang tengah berpacu dengan ritme kecepatan yang tinggi. mengejar puncak percintaan yang keluar dengan deras ke dalam perkakas wanita.


Suasana kamar mandi pun terasa mencekam, tatkala suara erotis keduanya saling bersahutan dan menggema memenuhi ruangan.


Chika terus mencengkeram pundak suaminya yang berada tepat diatas tubuhnya, hujaman yang begitu kuat seakan meruntuhkan pertahanannya. hingga perempuan ini hanya pasrah di bawah kungkungan suaminya


"Aaakkkh!!" Chika melenguh saat merasakan sesuatu yang hangat memenuhi ra*im-Nya, begitu pula dengan Andrew yang turut melenguh saat merasakan benihnya keluar dengan begitu deras.


Dan rasa itu memberikan sensasi yang luar biasa pada pasangan ini. Andrew kembali menghentak dalam, hanya sekali, agar benihnya lebih leluasa memasuki perkakas sang istri.


Andrew menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Chika, mengecupnya hingga beralih ke bibir wanita itu.


**


"Tubuhku pegal sekali, kenapa harus di kamar mandi sih," keluh Chika, merenggangkan otot-ototnya yang kaku. bagaikan sedang bekerja sebagai kuli yang mampu meluluh-lantakkan tenaganya.


"Mencoba sesuatu yang berbeda, Sayang, melakukan hal ekstrem."


"Iya, kamu ngomongnya enak!" gerutu gadis itu


Sepasang insan ini baru saja keluar dari kamar mandi setelah melakukan kegiatan membersihkan diri dan juga perseteruan sengit didalamnya. sampai-sampai tubuh Chika merasa pegal karna terlalu banyak ga*a yang dilakukan Andrew.


Chika pun berjalan mencapai pintu, ingin mengenakan pakaian di kamarnya. namun, baru dua langkah berjalan, pria itu mencegahnya.


"Mau kemana?" tanya Andrew


"Ke kamar lah, pakai baju." jawabnya


"Emang udah ada bajumu di kamar itu?"


Chika terdiam sebentar, ia pun teringat bila seluruh bajunya telah ia bawa ke kediaman Melani.


"Hehehe, terus aku pakai apa?" Chika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Carilah kemejaku di lemari dan pakailah,"


Chika pun terpaksa mengangguk dan menurutinya.

__ADS_1


Andrew yang berencana ingin bekerja setelah waktu dzuhur, namun ia urungkan kembali tatkala waktunya telah terkuras untuk percintaan yang berlangsung cukup lama tadi.


Andrew menatap jam digital di ruang walk in closet, telah pukul setengah tiga dan ia merasa tanggung bila harus ke kantor.


"Apa kepalamu masih sakit?" tanya Andrew pada Chika yang tengah mengenakan pakaian suaminya, baju kaos dan celana training. hanya itu yang cocok untuknya sampai pria itu tertegun


"Sudah tidak." jawabnya


"Ternyata mandi bersama sangat ampuh untuk menyembuhkan sakit kepala." Andrew terkekeh


"Cih! ampuh apaan," cibir Chika


"Tapi nyatanya kepalamu sembuh juga kan? berarti ampuh."


"Terserahlah." Chika pasrah dan melangkah ingin keluar dari ruangan itu.


Chika dan Andrew berdiam diri di balkon sembari menikmati pemandangan kota dari atas sana, hanya ditemani coffe dan coklat hangat, juga beberapa macam buah diatas piring.


Keduanya hanya hening, Chika berdiri di depan pembatas, sepasang netra miliknya menyapu setiap alam luas yang terdapat hamparan gedung tinggi. Chika menunduk, melihat ke bawah yang membuatnya bergidik ngeri. sangat tinggi sekali jarak ditempat yang ia pijak hingga ke dasar sana, kendaraan yang berlalu lalang bagaikan serangga dipandangannya.


"Serem!!" gumamnya


Andrew menatap lucu wanita ini, sudut bibirnya melengkungkan sebuah senyuman pada tubuh yang memunggunginya. kemudian pandangannya beralih menatap pakaian miliknya.


"Chika." Andrew memanggil


Gadis itu menoleh ke belakang, "Ya??"


"Jalan-jalan sore yuk," ajak Andrew


"Kemana??" gadis ini bereaksi


"Terserah kamu, kelilingi Jakarta pun jadi, kita nongkrong di cafe pun its oke. apalagi ke Mall, tidak masalah." ucapnya


Andrew sengaja mengajak istrinya untuk jalan-jalan, melihat wanita ini yang hanya bisa memandang hamparan gedung, sungguh sangat menyedihkan.


"Hmm, tapi aku gak ada baju. emang boleh pakai ini?" tanyanya


Andrew terdiam sejenak, ia teringat sesuatu.

__ADS_1


"Berdandan lah dulu, urusan pakaianmu nanti saja dipikir."


"Hah??" Chika melongo


"Berdandan dulu!"


"Hmm, baiklah." Chika bergegas masuk ke dalam, mengambil tas kuliah miliknya dan mengeluarkan alat tempur wanita berupa lipstick dan bedak padat yang slalu ia bawa kemana pun. setelahnya menyisir rambut serapi mungkin.


Chika menatap suaminya dari balik spion mobil, pria itu tengah melakukan sesuatu pada bagasi mobilnya. entah apa itu, namun Chika tidak memperdulikannya dan ia kembali menatap kedepan menanti sang suami untuk memasuki mobil.


Chika sedikit tersentak saat pintu itu dibuka dari luar, Andrew bergegas masuk dan menyerahkan sesuatu untuk sang istri.


"Ambillah," Andrew menaruh sebuah paperbag di pangkuan Chika


Chika mengernyit heran, "Apa ini?"


"Buka aja, dan kenakan." Andrew memasang seatbelt di tubuhnya.


Chika terperangah melihat tiga dress yang begitu cantik dan anggun, satu diantaranya pernah ia coba di ruang ganti sebuah toko yang menjajakan barang brandad.


Chika terkesima, ia menoleh menatap Andrew yang juga memerhatikannya.


"Ini kan--"


"Untuk kamu, saya sengaja membelikannya untuk kamu." sela pria itu


"Bukannya untuk Nyonya Celine?"


"Ck! ya bukanlah, orang kamu pernah nyoba kan?"


"Aku kira badanku cuma untuk tester aja." ucapnya dengan lugu


"Oh astaga, kamu ini! jelas saja untuk mu, tapi baru sekarang bisa saya berikan."


"Pakailah buruan! training itu menyakitkan mataku," desak Andrew


"Hmmm," Chika memutar bola matanya, jengah. Ia pun membuka kaos, cepat-cepat mengenakan dress yang dirasa sangat cocok untuknya di kenakan pada sore ini.


💥💥💥

__ADS_1


Segini dulu guys! mata udah 5 watt 💆


buruan like comment vote dan hadiah 😘


__ADS_2