Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Veer & Giel


__ADS_3

💥💥💥


"Dokter, bagaimana keadaan putra saya!" Andrew menghampiri Dokter yang telah selesai memeriksa, sekaligus melakukan perawatan pada bayinya


"Alhamdulillah, sekarang sudah cukup baik. beruntung saja, dia menghirup mekonium (feses bayi baru lahir yang bercampur air ketuban) hanya sedikit, hal itulah yang membuat dia kurang mendapatkan oksigen saat jalan lahir." jelas Dokter Obgyn sembari menatap bayi itu


"Oh astaga! bagaimana bisa itu terjadi?"


"Terjadi gangguan pada plasenta, hal itulah yang menyebabkan pasokan oksigen berkurang. mungkin karena itu, kontraksi yang dialami ibunya terlalu cepat dan kuat."


"Tapi untung saja, bayi pertama anda berada di posisi ujung rahim, jadi bisa ditangani langsung sebelum mengambil tindakan caesar." sambungnya


Andrew menghembuskan nafas dengan kasar. "Lalu, bagaimana dengan paru-paru dan jantungnya?"


"Alhamdulillah, sudah stabil dan tidak ada masalah apapun, Tuan, tapi untuk lebih jelasnya kita akan melihat perkembangannya hingga beberapa jam ke depan, sekarang sedang dalam di pantau untuk memeriksa keadaan umum, gerakan dada, warna kulit, serta detak jantung bayi." ujarnya


"Apakah dia masih sesak nafas?" Andrew menyeka air matanya yang hampir saja akan menetes, ia benar-benar sedih akan keadaan anak pertamanya


"Sudah tidak lagi, tapi mereka masih memantau perkembangan. ia sudah tidak rewel lagi, Tuan."


"Bolehkah saya melihatnya?"


"Silakan, Tuan." ucap Dokter


Tanpa banyak kata lagi, pria itu melenggang masuk ke dalam ruangan tersebut. disusul oleh Assisten Raffa yang baru saja datang.


Andrew menatap bayi pertamanya yang sedang di pantau oleh Dokter pada sebuah monitor, ia mengelus kepala bayi itu dan memerhatikan tubuhnya. tatapannya beralih kepada dadanya, terlihat normal dan tidak seperti orang yang merasa sesak nafas.


Hingga tidak terasa air mata yang ia tahan sedari tadi akhirnya tumpah di tubuh bayi malang itu


"Cepatlah sembuh, kita akan pulang." lirih Andrew, mengelus rambut putranya

__ADS_1


"Yang sabar, Tuan, kondisinya sudah membaik." Raffa menenanginya


Tatapan keduanya beralih ke arah pintu, yang mana, sang istri baru saja masuk ke ruangan ini dengan menggunakan kursi roda yang di dorong oleh Melani, sedangkan putri mereka berada di dekapan Mami Chaterine.


Jangan tanyakan Oma dimana, Assisten Raffa mengantarkannya langsung ke kediaman bos setelah bayi ini lahir.


"Sayang." panggil Chika, perempuan itu tidak sabar untuk melihat putranya, ia menyuruh Melani berhenti mendorongnya, Chika berusaha untuk bangkit sendiri dan berjalan menuju ranjang bayinya


"Oh, anakku." Chika juga tak kalah turut menangis, Andrew menenangkannya


"Dia sudah membaik, Sayang."


Chika menoleh menatap suaminya, "Aku takut bayiku bernasib sama dengan adik kembarku dulu. hiks hiks hiks!" Chika menumpahkan segala ke khawatirannya di pelukan sang suami. pikirannya berkelana ke beberapa tahun yang lalu, dimana adik kembarnya meninggal karena penyakit jantung.


Dan Chika takut ini akan terjadi lagi kepada bayi pertamanya.


"Putra kita bayi yang kuat, dia bisa menyelesaikan segalanya, Sayang. lihatlah wajahnya, dia tidur dengan tenang."


"Nanti jika dia terbangun, oke?" Chika mengangguk


"Aku bahkan belum mengadzankan mereka, hehehe." Andrew tergelak walau dipaksakan, karena ia tidak ingin bersedih berlarut-larut dan harus menjadi penyemangat untuk istri nya yang sedang di rundung kecemasan.


Andrew melepaskan pelukan mereka, menatap Mami bersama yang lainnya berada di luar. mungkin saja karena ketiga orang itu tidak ingin mengganggu sepasang suami istri itu.


Setelah mengambil bayi dari dekapan Mami, Andrew bersiap-siap untuk mengadzankan anak keduanya. sesekali ia menatap kertas, jika saja ia lupa lantunan Adzan yang dikumandangkan.


Maklum saja, tinggal di Spanyol membuatnya tidak terlalu paham tentang agamanya sendiri. Andrew hanya masih mengingat beberapa surah dan gerakan melakukan sholat.


Setelah selesai, ia beralih mengadzankan bayi pertamanya.


Chika tersenyum haru melihatnya, bahagia yang bercampur dengan kesedihan tengah melanda perasaannya, begitu pula dengan yang lainnya.

__ADS_1


**


"Jadi, apakah sudah ada nama untuk cucu-cucuku?" tanya Mami, ia mendudukkan tubuhnya diatas sofa bersama Oma dan keluarga tiri Chika. kini bayi malang itu telah di pindahkan ke ruang perawatan VVIP walau keadaannya masih dipantau.


Sedangkan Melani dan Raffa sudah kembali pulang tatkala hari yang telah berganti sore.


Chika menatap suaminya, karena pria itulah yang terlalu antusias sekali untuk memberikannya nama kepada kedua buah hatinya. kemudian tatapan Chika beralih kepada bayi perempuannya yang berada di dekapan Ibu tiri.


"Bayi pertamaku, Veergon Andika Yudha. sedangkan bayi keduaku, Virgiella Anika Yudha." ujarnya


Andrew memberikan nama depan dari zodiak mereka, virgo, yang diolah menjadi nama cantik untuk kedua buah hatinya. sedangkan nama tengah, adalah perpaduan nama orang tuanya.


"Veer dan Giel," sahut Chika


"Nama yang bagus! keren banget lho." seru Aysha, memberikan dua jempol kepada sepasang suami istri itu


"Hai, Giel?" sapa Aysha kepada bayi cantik itu


"Eh, disebut Giel atau Jil sih?" Aysha baru tersadar, sebab ia teringat netizen yang pastinya bingung menyebut nama itu


"Jil, Kak. disebut Virjiela, kalau netijen yang paham bahasa inggris pasti nyebut nya Virjiela."


Aysha mengangguk paham, "Ya ya ya, kamu benar."



💥💥💥


Otor kasih nama, aneh deh ...


Nggak aneh kok, tapi unik. 😂😂

__ADS_1


__ADS_2