Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Rencana Resepsi


__ADS_3

💥💥💥


Satu bulan kemudian


Sepasang suami istri tengah bersantai di atas rooftop kamar mereka, duduk berselonjor setengah berbaring di kursi malas berbentuk sofa, dengan kedua bayinya yang tengah dijemur. sudah menjadi kebiasaan ditiap pagi hari untuk menjemurkan sepasang bayi berusia empat bulan itu.


Chika merebahkan kepalanya di pundak sang suami, memangku baby Veer yang tampak tenang dengan mainan digenggamannya. sedangkan Giel, gadis mungil itu tengkurap di dada telanjang sang Papa. jelas sekali, bayi perempuan itu begitu nyaman berada didekapan dada bidang yang memiliki sedikit bulu halus itu.


"Sayang." panggil Andrew


"Iya, Yang?"


"Kamu tau, kita belum pernah mengadakan resepsi pernikahan kita."


"Ya, lalu?" Chika menegapkan tubuhnya, menatap wajah tampan suami


"Aku ingin kita adakan resepsi, bagaimana?" tanya Andrew


"Apa harus? toh semua orang sudah mengetahui aku adalah istri keduamu." ujar Chika


"Ku rasa harus. tidak mungkin kita nggak buat acara, hitung-hitung memanjakan perut karyawanku dan undangan lainnya." ucap Andrew sembari tersenyum


"Ya, aku terserah padamu saja, Yang. tapi anak-anak---"


"Gampang! baby sitter-nya kan ada, tinggal kamu siapkan stok Asi mu banyak-banyak." Andrew menatap dua gundukan sang istri yang begitu menonjol dari balik tanktop yang ia kenakan


"Jangan seperti itu menatap harta anak-anakku!" Chika menutup dadanya dengan sebelah tangannya, menatap pria itu dengan tajam


"Itu hartaku terlebih dulu!" Andrew tidak mau kalah


"Sssstt!! pelankan suaramu! lihat Giel, terbangun!" erang Chika, Andrew langsung mengusap punggung putrinya hingga kembali terlelap di tubuh hangat itu


Sedangkan baby Veer, bayi lelaki itu mulai bergeliat diatas tubuh Mama Chika, merengek sembari menyentuh dada itu.


"Mmm--mik!" pintanya


"Veer mau mimik, ya? baiklah, Sayang. kau memang pintar," Chika mentoel hidung mancungnya, lalu mengeluarkan salah satu harta karun itu dan memberikannya kepada Veer.


Membuat Andrew menelan salivanya dengan kasar melihat kerakusan putranya yang langsung menyambar put*ng itu


Chika tersenyum seringai menatap ekspresi wajah suaminya. saat Andrew berpaling menatap wajahnya, Chika langsung menjururkan lidah pada pria itu


Andrew melotot, seolah istrinya tengah mengejeknya yang telah kalah dari baby boy yang berhasil merampas harta karunnya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Beraninya lidahmu itu!" erang Andrew, dengan sigap ia langsung merengkuh kepala sang istri, menekannya ke depan hingga wajah mereka menempel dan sepasang bibir berhasil menyatu


"Eeemh!" Chika berusaha memukul dada suaminya, namun pria itu semakin memperdalam ciuman mereka.


**


Andrew baru saja menghubungi keluarganya di Madrid dan juga di Bali, bahwa dirinya akan melangsungkan resepsi pernikahan sekitar satu minggu lagi.


Sontak saja reaksi mereka sangat bahagia sekali, mengingat pria itu dan istrinya terlalu sibuk dalam mengurus usaha masing-masing. dan mungkin--kinilah saatnya acara itu akan berlangsung, setelah satu tahun lebih rumah tangga itu berjalan dengan dipenuhi lika-liku sandiwara dan ujian perasaan yang menyesakkan hati sepasang insan ini.


Andrew mengecup pipi istrinya setelah menyimpan ponsel di dalam saku celananya.


"Mereka akan berangkat besok!"


"Besok? sesemangat itu kah?" Chika menggeleng-gelengkan kepala


"Ya, Sayang. dan kita bisa meninggalkan baby untuk berbulan madu sebelum resepsi pernikahan."


"What!" Chika terbelalak


"Hei! nggak jauh-jauh kok, hanya di pantai ancol, kita check-in di Resort sehari saja."


"No no no! aku tidak bisa meninggalkan mereka," Chika menolak


Plak!


Chika menjitak kepala suaminya, membuat Andrew meringis kesakitan.


"Ada-ada saja."


"Ayolah, Sayang ..."


"Hmm, baiklah." Chika menurut


"Yes! kalau gitu, aku hubungi Raffa dulu, hari weekend begini tidak akan aku biarkan dia bersantai."


"Mau kamu apain dia?" Chika mengernyit heran


"Tentu saja untuk memesan undangan dan mengurus WO di Gedung Hotel." ucap Andrew, ia kembali merogoh ponselnya


"Kenapa tidak kamu saja?"


"Aku ingin menghabiskan waktu bersama si kembar, Sayang." lirih Andrew

__ADS_1


Chika hanya diam, membiarkan suaminya melakukan sesuka hati. toh dia yang berkuasa atas segalanya, bukan? uang selalu menghiasi hidupnya.


Dan juga--memang benar, setiap weekend, sepasang suami istri itu memberikan perhatian ekstra untuk kedua buah hatinya, memberikan cinta dan kasih sayang kepada Veer dan Giel. sedangkan dua pengasuh yang bekerja sejak dua bulan terakhir ini, mereka beri libur setiap hari weekend.


Sungguh menyenangkan, bukan?


"Hallo, Tuan?"


"Raffa, sekarang juga kamu pesan undangan resepsi pernikahan sebanyak seribu undangan. dan--cari gedung hotel untuk kita pakai sabtu depan. setelahnya, cari WO yang terkenal megah hasil dekorasinya, paham??"


"Apa!!" Assisten Raffa terdengar shock mendengar perintah itu


"Apa kau budeg!"


"Eh, bukan begitu. anda mau mengadakan resepsi?"


"Iya! tidak mungkin mau nikah lagi," gerutu Andrew, sembari menatap wajah istrinya yang melotot


"Maunya gitu ya, nambah istri satu lagi." bisik Andrew, dan ternyata Chika dapat mendengarnya. perempuan itu langsung menjewer telinga suaminya.


Bisa-bisanya ingin menikah lagi! pikir Chika


"Aw! uh, sakit, Sayang!" Andrew meringis kesakitan


"Hahahahahaha, rasain lu, Tuan!"


"Gara-gara kau! cepat lakukan perintah ku!" Andrew langsung memutuskan panggilan secara sepihak sembari menahan rasa sakit itu


"Suami tidak ada akhlak!"


**


"Ada apa? kenapa wajahmu kesal gitu?"


"Boss beri tugas baru padaku, Sayang."


"Tugas apa?" tanya wanita yang bersama Raffa, sembari menyuruput minumannya


"Mereka akan mengadakan resepsi pernikahan."


💥💥💥


Ayo like, koment, vote dan hadiah sebanyak-banyaknya yaa 😉

__ADS_1


__ADS_2