Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Ambruk Dan Pingsan


__ADS_3

💥💥💥


"Kamu menelpon siapa?" Andrew tiba-tiba nyelonong masuk ke dalam kamarnya, mendapati sang istri tengah berbicara melalui saluran telepon.


Celine berbalik, tubuhnya seketika menegang.


"Eh, Sayang, udah pulang?? gimana pekerjaannya disana?" Celine menjawab dengan memberikan pertanyaan balik


"Sudah stabil, dan sungguh melelahkan." jawab Andrew, menduduki tubuhnya di ranjang.


"Siapa tadi??" Andrew kembali mempertanyakannya


"Manager ku, Yang." jawabnya, sedikit gelagapan


Andrew pun mengangguk mengerti


"Ah iya, ini aku punya sesuatu untukmu.".Andrew menunjukkan dua paperbag yang ia bawa untuk sang istri pertama.


Sontak saja wanita itu kegirangan melihat dua benda tersebut, ia sudah menduga pasti isinya adalah sesuatu yang ia suka.


Dengan memasang raut wajah yang ceria, Celine mendekat ke ranjang, menjatuhkan bokongnya di bibir kasur itu tepatnya di samping Andrew.


Wanita itu tanpa banyak berkata-kata, langsung membuka isi paperbag tersebut. sepasang netra itu berbinar-binar, mulutnya menganga melihat sepaket perhiasan yang mengkilau.


Celine mendongak menatap suaminya yang mengulum senyum,.seketika ia memeluk tubuh itu dan mengecup pipinya dengan perasaan yang bahagia tak terkira.


"Ah, terima kasih suamiku." ucap perempuan ini


"Sama-sama, hitung-hitung permintaan maafku karna gak ada untukmu sehari semalam."


"Its oke, tidak masalah." Ia menggeleng sembari menyentuh perhiasan itu.


"Aku harus memakai ini," wanita itu melepaskan antingnya dan menggantikannya dengan yang baru.


Namun, Andrew langsung mencegah niat wanita ini, hingga Celine terpaku dan menatap heran pada suaminya.

__ADS_1


"Jangan dulu!"


Celine mengernyit. "Kenapa??"


"Lebih baik kamu memakainya saat acara di Paris,"


Celine pun berfikir. "Iya juga yaa, kamu benar!" turut Celine, pria itu hanya tersenyum melihatnya.


Hingga mata wanita itu kembali menatap paperbag yang belum sempat ia buka, Celine mengambilnya dan lagi-lagi ia terpana melihat Off Shoulder Dress dan Mini Dress kesukaannya.


Semakin membuat perempuan itu kegirangan.


"Ya ampun kamu, Yang, makin cinta mah kalau gini." ia kembali memeluk suaminya


"Aku juga mencintaimu, sekarang simpan semuanya ke Koper,"


Celine mengangguk dan kembali menaruh anting tersebut di tempatnya, menuruni ranjang dan berjalan menuju koper yang terletak di samping sofa. memasuki perhiasan dan gaun itu ke dalam kopernya.


***


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan hampir jam 10, saatnya Celine harus meninggalkan tanah kelahirannya ini demi mimpinya sebagai Model di Paris. ia harus mengikuti acara Fashion Show diatas Catwalk yang bakal dihadiri oleh seluruh Desainer, Model, dan Tamu-tamu penting lainnya.


"Pengen deh kamu juga ikut, Yang." Celine memulai percakapan setelah keheningan sesaat terjadi.


"Lain kali aku nyusul ke Amrik yaa, kalau pekerjaanku sedikit renggang,"


"Iya, tapi harus bilang lho!"


"Iya iya bawel!" Andrew mengacak-acak rambut istrinya, membuat wanita itu sedikit menggaduh.


Selama lima bulan terakhir ini, Andrew memang belum pernah menyusul sang Istri ke Amerika, mengingat pekerjaannya yang tidak bisa ditinggalkan sedikit saja. Apalagi pergi kesana menghabiskan waktu beberapa jam pulang pergi, dan ia tidak mungkin hanya berkunjung dalam sehari saja di Negara itu.


Beberapa menit kemudian, mobil yang membawa dua insan tersebut telah tiba di Bandara Internasional, Andrew bergegas memarkirkan mobilnya dan mengantarkan sang istri hingga benar-benar memasuki kendaraan terbang itu.


**

__ADS_1


Disisi lain, Chika baru saja selesai teori dan praktek hari ini, sekaligus mendengarkan pengumuman penting untuk Mahasiswa Tataboga yang baru menginjak tahun ke tiga yang disandang oleh gadis itu.


Ia akan magang, dalam kegiatan magang, para Mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan semua ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dan mempelajari detail tentang seluk beluk standar kerja yang profesional. Pengalaman ini kemudian menjadi bekal dalam menjalani jenjang karir yang sesungguhnya.


Dan Chika tengah berfikir, dimana tempat yang bagus untuknya menempati proses magang yang akan dilakukan sebentar lagi.


"Kamu mau coba lamar magang dimana, Lan?" Chika bertanya pada sahabatnya, mereka berdua tengah duduk di taman kampus


"Hotel, Restoran, antara itu sih." Melani pun juga ikut menerka-nerka


"Hmmm, kita coba keduanya aja, siapa tau ke terima disalah satunya." usul Melani


"Oke deh, semoga kita bareng yaaa," ucap Chika


"Aamiin, gak kerasa setahun lagi kita lulus, dan sekarang rencana magang."


"Iya, bakal sibuk."


"Aduh, aku kebelet lagi," Chika mendesis, merasakan sesuatu yang ingin keluar dari bawah perutnya


"Buruan sana ke Toilet!" desak Melani, diangguki oleh gadis itu


"Oke, jangan pergi dulu sebelum aku balik!"


"Iya bawel!"


Chika pun berjalan cepat menuju Toilet, yang jaraknya sedikit jauh dari Taman tersebut.


Hingga saat tubuhnya hampir mencapai pintu toilet, sontak saja tubuh Chika terhuyung dan perlahan ambruk di lantai tersebut.


Chika pingsan dan tidak sadarkan diri.


💥💥💥


Chika kenapa?? **apa itu tanda-tanda, atau---

__ADS_1


Oh tidak**!!


Ada yang sepemikiran???


__ADS_2