Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Suasana Indah Dan Tentram


__ADS_3

💥💥💥


"Udah siang, mau makan diluar?" tanya Andrew


Chika mengangguk, ia segera bangkit


"Tapi aku mau mandi dulu," ucapnya


"Kalau gitu, ayo kita mandi bersama." Andrew langsung mengangkat tubuh itu kembali. membuat Chika mengerang


"Nggak mau! yang ada kamu menghajar ku lagi!"


"Hanya sebentar, Sayang." Andrew tersenyum seringai


Seketika saja Chika terkulai lesu dipelukan suaminya.


Andrew menurunkan tubuh perempuan itu, ia bergegas mengisi air didalam bathup yang akan dipadu-padankan dengan air panas bercampur air biasa hingga menyatu menjadi air hangat. tak lupa ia memasukkan bath bomb hingga melebur menjadi buih busa.


"Kemari, Sayang." Andrew mengulurkan tangannya untuk Chika, langsung disambut oleh gadis itu


Chika menduduki tubuhnya di depan sang suami, menyandarkan punggung mulusnya di dada kekar pria itu. setengah tubuh mereka telah terendam oleh air yang dibaluti busa nan wangi, begitu membuat Chika merasa tenang dan rileks.


Keduanya menatap pemandangan diluar yang begitu menyejukkan mata, hamparan rerumputan yang luas begitu menyejukkan, ada pula di bawahnya kolam renang yang begitu mendambakan.


Chika mengulum senyum bahagia, memiliki suami yang begitu mencintainya dan menempati dirinya tinggal di lingkungan yang seperti ini


"Kamu pintar banget cari tanah untuk tempat tinggal kita." Chika memulai percakapan


"Ya, tentu saja. apa kamu suka??" tanya Andrew, tangannya asyik menelusuri perut Chika hingga menyentuh inti tubuh itu


"Aaakh! jangan nakal!" Chika mengerang, memukul tangan lelaki ini


"Hehehe, apa kamu suka??"


Chika mengangguk, "Disini benar-benar tenang dan damai. aku suka sama suasana dan pemandangannya," ujar perempuan itu


Andrew mengulum senyum, mengecup pundak sang istri. Andrew menegapkan tubuhnya, menyentuh jendela yang menyuguhkan pemandangan alam diluar sana, hingga ia menuntun Chika untuk berdiri sebentar.


Sepertinya ia ingin menunjukkan sesuatu


"Kamu lihat itu??" Andrew menunjuk ke arah luar


"Ya, kolam renang." sahut Chika

__ADS_1


"Itu kolam untuk anak-anak kita, ada perosotnya pula."



"Untuk anak-anak??" Chika terhenyak


"Ya, mereka pasti gembira sekali tinggal disini." Andrew mengecup perut istrinya


"Oh, Andrew, kamu manis sekali." Chika memeluknya


"Untuk kebahagiaan istri dan anak-anakku, apapun semuanya akan ku beri untuk kalian yang sangat berharga bagiku." lirihnya


Chika tersentuh mendengar ucapan itu, hingga wajah keduanya pun perlahan mendekat dan bibir itu kembali bertemu dan menyatu.



Percintaan pun kembali terjadi, seakan tidak ada bosan-bosannya, kedua insan itu seolah tengah terbawa suasana dan menuntun hasrat untuk menikmatinya.


Andrew sedikit menenggelamkan tubuhnya, memberi ruang untuk perut sang istri agar tidak terbentur pada tubuhnya. Chika berusaha memasukkan sesuatu ke dalam tubuhnya, dan itu benar-benar membuat Andrew berde*ah menahan sensasinya.


Dengan pelan dan hati-hati, Chika mulai menguasai tubuh kekar ini, membiarkan air dan busa terombang ambing atas penyatuan dua insan ini.


**


Kini Chika dan Andrew menikmati makan siang yang sudah terlambat di tepi kolam renang milik mereka, tepatnya di bawah tenda payung. Chika melahap makanannya dengan begitu nikmat sembari menyaksikan pemandangan di sekitarnya yang begitu menenangkan.



"Makan yang banyak, Sayang. aku sengaja mengorder banyak makanan hanya untukmu dan anak-anak kita." ucap Andrew


Chika mengangguk seraya mengulum senyum


"Iya, suami bawel! toh kalau nggak habis, masih bisa disimpan." ucap Chika dengan santainya


"Oh iya, apa kita hanya tinggal berdua?" tanya perempuan itu


Andrew menggeleng, "Tidak, besok pagi Bibi Sum akan tinggal disini dan ada satu bibi lagi yang baru."


"Ohya??"


Andrew mengangguk.


"Dan ada tukang kebun juga untuk mengurus kebun, kolam, dan halaman ini." sambungnya

__ADS_1


"Wow! terus aku harus ngapain?"


"Ck! kamu santai saja, kamu itu Nyonya rumah disini, jadi nggak perlu bekerja."


"Tapi rasanya aku ingin sekali mengurus bunga,"


"Tidak perlu, kamu sedang mengandung. ingat kondisimu, Sayang."


Chika menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Hhh ... baiklah, mungkin waktuku akan habis untuk menikmati pemandangan disini."


"Ya, betul sekali. Ibu hamil harus berpikir tenang dan menghirup udara yang segar, seperti tempat ini."


"Terima kasih." Chika mengulum senyum padanya, mereka kembali melanjutkan makan siang yang sempat tertunda


"Dan lagi, jika kamu ingin kemana pun, anak buahku selalu menemanimu sekaligus menjadi sopir untukmu."


"Terlalu berlebihan. cukup antarkan saja aku, lalu pergi. gitu aja udah syukur, nggak mesti dikawal mulu kan?"


"Kalau bersamaku, ya itu emang tidak perlu."


"Cih!" Chika berdecak


Sedangkan pria itu hanya tersenyum simpul melihat raut wajah istrinya.


Setelah selesai makan siang dan sempat bersantai sejenak, Chika kemudian merengek ingin menelusuri sekitar kediamannya. awalnya Andrew menolak, mengingat wanita itu tengah hamil tua dan pasti ia akan cepat kelelahan. apalagi cuacanya cukup terik saat hari menjelang sore ini, namun istrinya yang keras kepala itu, terpaksa Andrew harus menuruti keinginannya.


Bukankah Dokter menyarankan agar Chika lebih sering berjalan kaki? tapi Andrew lebih suka bila wanita itu berjalan pada pagi hari, karena sang mentari memberikan banyak manfaat pada setiap paginya.


"Wah, kucing siapa ini? manis sekali." Andrew mengambil kucing anggora yang berkeliaran di lingkungannya



"Apa mungkin kucing tetangga, ya, Yang?" Chika yang sedang memegang bunga, kemudian mengalihkan pandangannya menatap sang suami yang tengah menggendong kucing orange tersebut.



"Bisa jadi, tapi jauh sekali dia bermain." Andrew mengelus-ngelus bulu kucing itu


"Mungkin sebaiknya kita kembalikan saja pada pemiliknya, pasti sekarang lagi bingung."


"Sekalian kita bersilaturahmi pada tetangga, aku bisa ada teman deh." usul Chika, gadis itu kegirangan


Andrew merangkul pinggul wanitanya, menuruti kemauan sang istri untuk bersilaturahmi pada tetangga terdekat.

__ADS_1


💥💥💥


Oh manisnya babang Andrew, senang banget jadi chika, apa-apa dituruti. 😅


__ADS_2