Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Mereka Mulai Bersama


__ADS_3

💥💥💥


Seperti biasa, hari weekend telah berakhir dan seluruh pekerja kembali ke dalam aktivitas masing-masing. seperti halnya Andrew, pria itu tengah berdiri didepan cermin rias untuk menatap tampilan dirinya yang semakin gagah dan perkasa.


Tidak lupa, pria beranak dua ini juga sangat tampan, melebihi adiknya yang ditakuti baby Giel itu.


"Kamu sudah tampan, jangan berdiri di cermin mulu, ntar bisa pecah lho." ledek Chika sembari menyusui Baby Veer


"Hmmm, mana mungkin cermin akan pecah, kalau saja yang berdiri dihadapannya adalah pria tampan ini." ucap Andrew dengan bangga, menatap istrinya dari balik cermin itu


"Cih!" Chika mendelik


"Aku nggak sabar melihat mereka besar, pasti Veer juga setampan aku." Andrew membayangi sosok anaknya kelak


"Ya, tentu saja. nggak mungkin setampan Raffa." seloroh Chika


Sontak saja Andrew kembali menatap tidak suka, bila ada orang lain yang disebut-sebut.


"Ya, bukan dia yang bikin anak kita."


**


Dentingan sendok terdengar menggema di ruang makan yang terdapat tiga anak manusia sedang menikmati hidangan sarapan pagi. menu nasi goreng, yang terlihat menggoda.


Tiada yang bersuara sekali pun, saking sedapnya masakan Bibi. Robert yang setiap paginya hanya memakan sandwich, tidak mempermasalahkan menu sarapan di Indonesia.


"Ohya, Kak, tadi malam aku melihat Assisten yang bekerja samamu lho ... siapa dia? aku lupa." Robert berpikir


"Raffa." sahut Andrew dengan cepat, melahap sarapannya kembali


"Ah, iya, betul!"


"Hm. ada apa dengannya?" tanya Andrew, ia penasaran

__ADS_1


"Aku melihat dia jalan sama wanita, sepertinya wajah itu nggak asing sih." ia kembali berpikir


Sontak saja Andrew dan Chika saling bertatapan, seolah tahu siapa sosok yang bersama Raffa itu. seutas senyum pun terpatri dibibir Chika dan Andrew, entah apa arti senyuman itu hingga membuat Robert menjadi bingung.


"Kenapa kalian senyum-senyum cengengesan?" tanyanya


Sepasang suami istri itu menggeleng secara bersamaan.


"Kalian menyembunyikan sesuatu," Robert menyipitkan mata melihat dua orang aneh ini


"Bukan urusan mu! apa kegiatan mu disini?" tanya Andrew, mengingat pria itu akan menetap di Jakarta selama satu minggu


"Tentu saja ingin berjumpa dengan pujaan hatiku." ia nyengir kuda mengingat wajah cantik milik Aysha


"Hmmm, kakakku menyenangkan, benar?"


"Ya, tentu saja kakak ipar."


"Robert, dekati kakakku kalau hatimu memang benar-benar mencintainya." Chika berkata serius, kali ini tidak ada candaan diraut wajahnya


"Syukurlah."


Hingga sarapan pagi yang penuh dengan kehangatan itu pun, sejenak terhenti tatkala seseorang yang baru saja dibahas sudah muncul ke permukaan. menyapa mereka dengan penuh sopan dan senyum cerah terpatri indah di bibir manisnya.


Kali ini sungguh berbeda dari hari biasanya, Raffa yang biasa menjemput Tuan dan Nona hanya seorang diri, kini ditemani oleh gadis cantik yang bersamanya.


"Selamat pagi, Tuan-Tuan dan Nona." sapanya, menghampiri ketiga anak manusia itu


"Pagi juga Assisten Raffa dan---" Chika terpelongo


"What! sejak kapan kalian datang berdua?" Chika terkejut melihat perempuan yang bersama Assisten suaminya


"Sejak hari ini dan seterusnya, Nona. nggak masalah kan, kalau Melani bersama kita?"

__ADS_1


"Bodoh! mana mungkin jadi masalah." gerutu Andrew, hingga pundak pria itu ditepuk oleh sang adik. Andrew menoleh dan mendapati Robert ingin membisikkan sesuatu


Entah apa itu, tapi Andrew tersenyum seringai kepada istrinya


Setelahnya, Robert hanya diam saja menyaksikan interaksi empat orang itu.


"Ya udah, ayo kita berangkat." Chika beranjak bangkit, meraih tas miliknya dan sang suami yang ia taruh di kursi sebelah


Kini dua pasang insan itu pun melangkah pergi meninggalkan kediaman itu. namun, sebelum masuk ke dalam mobil, Chika dan Andrew terlebih dahulu menemui kedua anaknya yang sedang diasuh oleh dua babysitter.


"Hai, Giel dan Veer, Mama dan Papa kerja dulu ya ... nanti Mama akan pulang menemui kalian."


Cup!


Chika mengecup pipi tembam si kembar. setelahnya, ia beralih kepada dua babysitter itu


"Jaga si kembar, stok asi ada di kulkas. kalau kalian ingin ke Resto, hubungi saya dulu."


"Baik, Nyonya."


Ya, sejak Restoran pemberian sang suami telah resmi dibuka, Chika mulai bekerja sebagai CEO Chika's Resto. setiap harinya ia akan memantau keuangan, perkembangan pasar, memeriksa laporan dan terkadang melakukan meeting bersama para karyawannya.


Akan ada pula Manager keuangan yang akan merekap pemasukan dan pengeluaran per hari, laba rugi dan untung, setelahnya ia akan memberikan laporan keuangan tersebut kepada CEO Chika.


Tak hanya itu, Melani juga bekerja bersamanya sebagai Supervisor sekaligus Assisten, yang bertugas mengamati kegiatan di dapur dan juga merekap bahan-bahan apa saja yang dirasa kurang.


Beruntungnya Chika memiliki suami yang mengerti tentang bisnis, hingga ia tak segan-segan belajar dari sang suami dan bertanya perihal apa saja yang ia tidak mengerti. dan kini, Chika mulai paham akan tugas-tugasnya sebagai pemilik Restoran tersebut.


Sesekali Chika juga pulang ke kediamannya jika saja ia merindukan kedua bocah itu, atau terkadang--ia juga menyuruh Babysitter untuk mengajak si kembar bertandang ke Restoran.


💥💥💥


Ayo like, koment, vote dan hadiah sebanyak-banyaknya ya 😅

__ADS_1


...Doakan aku juga semoga otakku lancar buat ngemasin cerita Melani dan Raffa, sepertinya alurnya agak sulit 😅...


__ADS_2