
💥💥💥
"Ini masakan kamu??" tanya Mami Chaterine, sesaat mereka baru saja tiba di meja makan
"Iya, Nyonya." Chika mengangguk seraya mengulum senyum, menghidangkan sarapan pagi ke piring masing-masing
Mami Chaterine menoleh menatap suami dan Ibunya dengan tatapan tak percaya,
"Pinter sekali kamu masak makanan western yaa," puji Mami
"Nyonya bisa saja." Chika tersenyum malu
"Nama kamu siapa?" tanya Oma dengan lembut, tatapannya begitu hangat menatap gadis ini
"Chika, Nyonya."
"Panggil Oma aja, maaf kalau bahasa Indonesia Oma berantakan yaa, hehehe."
"Gak masalah, Nyo--eh, Oma."
Oma, Mami dan Papi tersenyum melihat gadis ini.
"Ah kalau begitu saya permisi," Chika menunduk hormat, ia pun bergegas pergi meninggalkan meja makan tersebut. namun baru dua langkah, Chika langsung dicegah oleh Andrew yang sedari tadi memerhatikan interaksi orang tua dan istrinya
"Chika!"
Chika berbalik, "Iya, Tuan?"
"Bergabunglah, kamu juga belum makan 'kan,"
"Hmm, saya nanti aja."
"Nak, kemarilah! kita sarapan bersama," timpal Papi
Chika tampak berfikir, sesungguhnya ia merasa tidak enak bila bergabung dengan keluarga suaminya. Chika pun mengangguk, menuruti apa yang diperintahkan suami dan mertuanya.
Mereka sarapan bersama-sama dalam satu meja, menikmati masakan Chika yang super lezat di lidah kedua orang asli Spanyol itu.
"Kamu belajar dari mana buat masakan ini?" tanya Mami
"Kebetulan dia kuliah tata boga, Mi." sahut Andrew, menyela
__ADS_1
Mami menatap putranya dengan mulut yang masih berisi, "Benarkah??" kemudian tatapannya beralih kepada Chika
"Benar, Nyonya." Chika mengangguk
"Wah, bagus sekali itu! udah berapa tahun?"
"Dua tahun, ini mau menginjak tahun ketiga." jawabnya. Mami pun mengangguk paham dan kembali melanjuti sarapan paginya.
Setelah selesai sarapan, Chika kembali membereskan meja, dapur hingga mencuci piring kotor dan peralatan yang telah dipakai. sedangkan keluarga Andrew tampak tengah berkumpul di ruang tamu sembari bercengkerama.
Saat Chika tengah menyuci piring, tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh pundak wanita ini, Chika terhenyak kemudian ia menoleh ke samping. ternyata yang mengagetkannya adalah Mami Chaterine
"Eh, Nyonya, ada yang bisa Chika bantu?" tanya gadis ini
"Tidak, justru saya yang ingin bertanya seperti itu." Mami terkekeh
"Oh, hehehe, sepertinya Nyonya istirahat saja deh. ini kerjaan Chika," ujar gadis tersebut
"Hmmm, terima kasih yaa udah mau ngurus Andrew," ujar Mami tiba-tiba
Chika tertegun mendengarnya, menoleh menatap mertua yang kini merangkap menjadi majikannya. Chika mengangguk seraya mengulum senyum termanisnya.
Mami Chaterine tersenyum melihat polosnya gadis ini, ia pun memandang keluar dimana hamparan kota terlihat jelas dari dapur. seolah-olah Mami tengah memikirkan menantunya diluar sana.
"Andaikan Celine mau di rumah saja, mengurus putraku ... mungkin saya tidak sebenci ini padanya."
Chika terkesima mendengarnya, gadis itu mengambil beberapa macam buah dan juga yogurt dari dalam kulkas.
"Saya sangat tidak suka sama menantu itu, dia sangat keras dan arrogant." Mami memandang Chika yang juga menatapnya
"Entah kenapa putra sulung saya terlalu mencintainya,"
"Kamu tau?? entah kenapa feeling saya merasakan sesuatu yang tidak enak tentang Celine. apakah dia setia pada putraku atau tidak,"
"Hmm, mungkin itu hanyalah perasaan Nyonya saja. kalau Nona Celine selingkuh, bisa saja publik akan mengetahuinya. karirnya akan hancur, dan saya yakin Nona Celine orang yang pandai dalam bersikap." Chika mencoba menghiburnya
"Tapi--kalau dia benaran selingkuh, juga gak masalah. Malah saya sangat berharap mereka berpisah. tapi saya gak terima kalau hati putra saya akan hancur."
"Hhh .... saya malah curhat hal yang konyol sama kamu, Chika, pikiran saya terlalu jauh." Mami tergelak menatap wanita ini, kemudian pandangannya beralih menatap buah yang belum disentuh gadis ini
"Tidak apa-apa, Nyonya, terkadang kita juga harus melepaskan beban di hati kepada orang lain..setidaknya ada kelegaan,"
__ADS_1
"Ya, kamu benar, Chika. ngomong-ngomong kamu mau buat apa?" tanya Mami
"Salad buah, hehehe."
"Salad?? hmmm, kamu terlalu mengistimewakan kami. maaf ya merepotkan,"
Chika menggeleng, "Tidak! bukannya tamu kehormatan harus dilayani dengan sepenuh hati yaa?"
Mami pun mengangguk paham seraya tersenyum melihat gadis ini
Andaikan dia yang jadi menantuku. batin Mami Chaterine
Mami pun kembali ke ruang tamu untuk menghampiri keluarganya. tampak mereka tengah mengobrol, sesekali memandang televisi.
"Jadi kesini cuma tiga hari doang?"
"Iya, Oma mu ini pengen tinggal sama besannya di Bali." ucap Papi, memutar bola matanya
"Matamu jangan kau putar terus, Setya! kau iri aku akan tinggal di pedesaan hmm??" sahut Oma
"Mami, mana mungkin aku iri! yang ada kami senang bisa berduaan tanpa dirimu," ledek Papi
"Menantu tidak ada akhlak kau ini!" Oma menepuk paha menantunya
"Ehem-ehem! seru kali kayaknya yaa," Mami datang menghampiri mereka
"Sayang, Mami memukulku." rengek Papi Setya menggosok pahanya
"Mami, jangan terlalu keras memukul, nanti semakin lempeng tanganmu." ledek Mami Chaterine kepada Ibunya
"Kau juga! sama saja kalian," Oma memberengut.
Sontak saja anak, menantu dan cucu itu tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah wanita renta ini.
Chika yang mendengarnya dari dapur hanya tersenyum sendiri sembari menggeleng gelengkan kepala.
💥💥💥
Mami bakal shock nih kalau perempuan yang diajaknya mengobrol adalah menantunya juga 😅😅
Rutinitasnya jangan lupa, wajib! 😜
__ADS_1