Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Dunia Milik Berdua


__ADS_3

💥💥💥


Pergantian hari telah tiba, pagi hari yang masih gelap gulita, dua sosok anak manusia telah bangun di pagi buta begini. Mereka bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Chika meneguk susu hamil rasa vanila miliknya hingga tandas, kemudian ia bangkit untuk beranjak pergi dari kediaman ini.


Tentu saja bersama Andrew, pria itu harus rela bangun subuh demi mengantarkan sang istri ke Hotel xxx untuk kembali melanjutkan magangnya.


"Kotak susu mu udah di bawa?" tanya Andrew, menoleh ke belakang menatap gadis itu mengenakan sepatunya


"Udah,"


"Vitamin?"


"Udah juga,"


"Minyak kayu putih?"


"Udah juga, Sayang." Chika memutar bola matanya, jengah


"Baguslah, ayo buruan!" ajak Andrew


"Hmmm, nanti aku titip salam sama Mami Papi yaa,"


"Iya."


"Sarapan pagi juga gak buat, kamu aja yang siapin untuk Mami Papi ya,"


"Iya, bawel."


"Kamu yang bawel!" Chika menepuk lengan pria itu, membuat lelaki ini terkekeh


Chika, mengenakan baju kaos berlengan panjang dan juga celana jeans, menenteng seragam Chef miliknya. sebelah tangannya menggandeng lengan Andrew sembari berjalan menuju lift. keadaan koridor sangat sepi, tiada satu pun makhluk yang terlihat.


"Suasananya mencekam juga kalau kita keluar jam segini yaa," lirih Chika


"Iya, dan ini udah jam setengah empat." gerutu Andrew, menatap jam yang melingkar dipergelangan tangannya


"Tapi kan untung aja kamu libur, bisaa tidur sepuasnya."


"Yaiya, tapi gak ada yang nemani," Andrew mencebikkan bibirnya, membuat Chika gemas melihat ekspresi pria ini. Chika menyentuh bibir itu, mencubitnya


"Aw!" Andrew menggaduh

__ADS_1


"Bibirmu kayak itik tau!" Chika tergelak


"Nakal yaa! bibir ku bengkak karena kamu,"


"Terus??" Chika menaikkan salah satu alisnya


"Kamu harus mengempeskan bengkaknya,"


"Dengan cara??" Chika berpikir, hingga gadis itu terbelalak merasakan bibirnya langsung dibungkam oleh mulut macan ini.


"Eeemhh!!" Chika memberontak, memukul dada pria ini


"Kenapa?" Andrew melepaskannya, merapatkan kening mereka hingga hembusan nafas begitu terasa


"Nanti ada yang ngelihat." lirih Chika


"Gak akan ada, orang masih tidur." bisik Andrew dengan nada sensual. tanpa banyak kata lagi, ia langsung menyerang wanita ini disaat mereka masih berada di dalam lift.


Tanpa sadar pintu lift telah terbuka otomatis, namun kedua insan itu masih menikmati percintaan sesaat yang begitu menyenangkan.


Dunia bagaikan milik berdua, untung saja tidak ada orang yang memerhatikan mereka. Chika dan Andrew saling mengeluarkan suara erotisnya yang mampu membangkitkan kejant*nan pria ini.


"Sayang."


"Bolos yaa, udah gak tahan." lirih Andrew


"Hah??" Chika tercengang,.kemudian ia menggelengkan kepala, "Enggak-enggak! ayo buruan!" Chika menarik lengan suaminya menuju basement yang suasananya terlihat remang-remang


"Sayang, bolos aja, plis ... kamu memb*ngkitkan adikku," Andrew memohon


"Tahan aja, nanti lem*s sendiri. aku udah telat ini," cibir Chika


Andrew mendengus kesal, namun ia tetap menurut apa yang dikatakan sang istri. setiba di depan mobil, Andrew menekan tombol hingga mobil menyala dengan sendirinya.


"Kenapa pula harus sekarang magangnya, seharusnya dulu sebelum kenal," gumam Andrew, membuka pintu mobil


**


"Nanti aku akan kembali, kamu harus banyak beristirahat, jangan terlalu dipaksakan bekerja. jangan lupa minum susu dan vitaminnya biar dedek kuat." Andrew kembali bercerocos panjang kali lebar yang membuat Chika begitu jengah mendengarnya.


Dari Apartement hingga perjalanan selalu saja hal yang sama ia katakan

__ADS_1


"Iya, aku turun dulu, kamu juga jangan sampai mual gak ada aku," ledek Chika


Andrew mendengus, "Aku baru teringat akan hal itu. semoga aja enggak,"


"Baiklah," Chika menyudahinya, mengambil tangan sang suami lalu mengecup punggung tangannya dengan takhzim


"Udah yaa, Assalamualaikum," Chika membuka pintu mobilnya, salah satu kakinya telah menjuntai hampir menyentuh lantai pelataran Hotel tersebut.


Namun, Andrew kembali menahan gadis ini hingga membuat Chika mengernyit heran.


"Cium dedek dulu," ucap Andrew, ia menunduk lalu mengecup perut datar Chika yang sedikit membuncit.


"Kalian jangan nakal, jangan menyusahkan mama bekerja yaa,"


Cup!


Chika tertegun melihat pemandangan ini, seutas senyum pun terbit di kedua sudut bibir manisnya.


Andrew benar-benar sayang dengan janinnya, dan--juga dirinya.


"Byeee ... Assalamualaikum," Chika bergegas turun sembari melambaikan tangan


"Waalaikumsalam," balas Andrew, pria itu memerhatikan kepergian sang istri yang berjalan ke sisi lain, tentu saja ke dapur Hotel yang bersebelahan dengan Restoran.


Setelah wanita itu tidak terlihat lagi, Andrew kembali menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Jalanan yang sangat sepi, membuatnya lebih leluasa dalam menguasai jalanan.


"Chika!!" teriak seorang gadis, yaitu Melani. ia berlari menghampiri Chika


"Melan," mereka berpelukan


"Dua hari gak ketemu aku jadi rindu, dedek baik-baik aja kan?"


Chika mengangguk seraya mengulum senyum


"Hhh ... syukurlah, kamu harus menceritakannya semua nanti, bagaimana kalian bertemu lagi. sekarang kita masuk dulu,"


💥💥💥


Pegel dah jari otor ... ngebut mah ini ngetiknya 😅

__ADS_1


jangan lupa like koment vote dan hadiah poinnya yaa 🎉


__ADS_2