
💥💥💥
Chika dan Andrew baru saja selesai berbelanja membeli pakaian bayi untuk sepasang buah hatinya di Mall terbesar di Ibukota. tak hanya itu, ada pula beberapa macam buah-buahan segar dan cemilan sehat untuk menemani hari-hari Chika selama di Apartement.
Mengingat wanita itu harus berdiam diri di sangkar emasnya bila saja ia mulai merasa lelah.
Chika baru saja menjatuhkan bokongnya di bangku samping kemudi, kemudian menutup pintu hingga benar-benar erat. disusuli pula oleh sang suami di sebelahnya.
Kendaraan roda empat itu melaju dengan kecepatan rata-rata di atas aspal jalan raya milik sang Ibukota, berpacu dengan kendaraan lainnya yang turut meramaikan suasana sore itu.
Hingga Chika terhenyak saat suara dering ponsel menyahut dari dalam tas selempang miliknya. Chika merogoh benda pipih itu, keningnya berkerut heran tatkala salah seorang teman sekolahnya menghubungi.
"Hallo, Tya?"
"Hallo, Chika ... apa kabar kamu? aku tadi ke rumah, tapi kamu nggak ada."
"Alhamdulillah, aku sehat. sekarang aku tinggal sama suamiku, nggak di rumah Ibu lagi." ujarnya
"Oalah, pantasan. kamu udah nikah, kok nggak ngundang sih?"
"Hmmm," Chika menatap Andrew hingga tatapan mereka bertemu. Andrew menaikkan kedua alisnya bersamaan, seolah merasa heran dengan tatapan sang istri.
"Is, kelamaan jawab! yasudahlah, entar malam datang yaa sama suami kamu ke acara pesta lajang aku."
Chika tercengang mendengarnya, "Hah?? pesta lajang? kamu mau nikah?" Chika tampak antusias
"Yes, beb. pokoknya lo harus datang ya! by the way, Melani juga aku undang lho."
"Insha Allah deh, tapi dimana??"
"Di Villa kawasan xxx."
"Okelah kalau gitu, Beb."
"Yasudah, aku mau mandi nih, Mbak Mua nya udah datang pula. byee!"
Panggilan telepon pun diputuskan setelah wanita di seberang sana berpamitan. Chika terus tersenyum, tidak menyangka teman sekolahnya akan segera sold out dipinang oleh sang Pangeran.
Andrew mengerutkan dahinya menatap sang istri.
"Siapa??"
"Teman SMA, dia ngadain pasta lajang, datang yuk!" ajak Chika
"Tapi kondisi kamu sedang seperti itu, Sayang." Andrew menatap perut istrinya
__ADS_1
"Enggak apa-apa kok, toh disana kita bisa duduk 'kan?"
Andrew hanya diam, tengah berpikir.
"Lagi pula sama kamu perginya, ada Melani juga. ayo dong, plis!!" Chika mengatupkan kedua tangannya, bermohon
"Hhh ... cukup menyapa dia setelah itu kita pulang." tegas Andrew
"Yes!" perempuan itu kegirangan.
**
Malam pergelaran pesta lajang yang di adakan teman sekolah Chika pun telah tiba, perempuan berbadan tiga dengan tubuh yang gembul telah datang bersama sang suami dan sahabatnya.
Mereka kompak mengenakan seragam berwarna kelam, tatkala teman sekolahnya kembali menghubungi wanita itu untuk memberitahu perihal pakaian.
(Anggap aja perutnya buncit)
"Disini Villa nya?" tanya Andrew, menatap tempat itu sudah banyak kendaraan yang terparkir
Mereka bertiga pun memasuki Villa melalui pintu utama yang di jaga oleh dua orang pengawal berseragam hitam pula.
Melani menunjukkan dua undangan yang ia bawa kepada penjaga tersebut. tanpa banyak kata, salah satu dari mereka memberikan topeng pesta kepada Chika, Andrew dan Melani.
"Harus pakai ini?" tanya Andrew
"Iya, Tuan."
"Hmm." Andrew mengambilnya, memberikan dua topeng wanita untuk kedua gadis yang bersamanya.
Chika mengedarkan pandangan menatap dekorasi pesta tersebut, lampu kerlap-kerlip yang menyoroti segala arah, dipadukan dengan musik sebagai pemeriah suasana. dan disisi lain, ada pula beberapa bartender yang bertugas menyuguhkan minuman. ada pula tersajikan beberapa macam makanan ringan di atas meja.
Chika menelan air salivanya dengan kasar menatap makanan itu.
"Ingat, dilarang minum alkohol!" tegas Andrew
"Siapa juga yang mau minum itu, juice aja ada kok." ucap Chika, menunjuk beberapa pelayan membawa juice orange di atas nampan.
Hingga pelayan lelaki itu datang menghampiri mereka. Chika dan Melani mengambil minuman tersebut, kemudian bersulang lalu meneguknya.
"Mau dong," Andrew merebut gelas milik sang istri, meneguk juice tersebut
__ADS_1
"Kebiasaan!" Chika menepuk lengannya, membuat pria itu terkekeh
"Hhh ... aku seakan jadi obat nyamuk disini." sindir Melani, mengibas tangannya di dada
"Yeee! makanya cari pasangan! kemarin sama Assisten Raffa sok nolak!" ledek Chika
"Is apaan sih! dia terus!" Melani melenggang pergi meninggalkan sepasang insan itu
"Dia ngambek lagi karena kamu." ucap Andrew
"Bukan, dia nyari nyamuk yang lain buat ditemani." Chika tergelak
"Dasar!" Andrew mencubit pipi sang istri dengan gemas. "Ternyata kamu cantik juga pakai topeng, apakah ini benar istriku?" goda Andrew, membuka sedikit topeng sang istri untuk melihat lebih jelas wajah itu.
Plak!!
Chika memukul punggung tangannya, "Yaiyalah! lihat ini, lagi bunting." Chika mengelus perutnya
"Oalah, aku kira ini badut, Hahahaha!" Andrew mengejeknya, membuat Chika mencebikkan bibirnya mendengar ejekan itu.
"Nggak lucu!!"
Hingga tibalah acara inti akan di mulai, seorang host mulai membawa acara tersebut dengan penuh kepercaya diri. Chika, Andrew dan tamu lainnya memerhatikan pembawa acara tersebut, hingga sosok teman Chika dan calon suaminya pun menyapa mereka semua dengan penuh kebahagiaan.
"Setelah pria ini mengoceh panjang lebar, kita harus segera menyapa temanmu itu dan pergi dari sini. lihat perutmu saja sudah membuatku cemas," gerutu Andrew, merujuk pada si pembawa acara
"Is! aku udah bilang, enggak pegal lagi lho." Chika cemberut
"Lagian Melani pulang sama siapa kalau enggak sama kita," sambungnya, Chika tersenyum seringai, membuat pria itu terdiam
Perhatian kedua insan ini pun kembali teralihkan kepada beberapa pasangan yang akan bersiap untuk berdansa di tengah-tengah keramaian ini. ada pula sebagian lainnya turut menepi untuk memberi ruang pada mereka, dan ada pula yang mendudukkan tubuhnya di sebuah sofa.
Andrew mengajak sang istri untuk duduk, ia tidak akan mengijinkan perempuan ini untuk berdansa seperti yang lainnya.
Disisi lain, Melani yang sendirian tampak kebingungan mencari sahabatnya, ia beranjak pergi dari keramaian itu namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti tatkala ada seseorang yang mencegah langkahnya.
"Permisi, hai?" sapa seorang pria bersama kedua temannya
"Eh, iya, Tuan?" sahut Melani
"Kita mau berdansa, berkenankah kamu berdansa dengan sahabat saya yang jomblo ini???"
💥💥💥
Wadaw ..... Siapa itu??? mau nggak ya, Melani?
__ADS_1