
💥💥💥
Tidak terasa hari ini tepat tiga bulan, Chika beserta kawan-kawan harus berpisah dengan para Chef dan para Pegawai lainnya. kini beberapa anak magang yang melaksanakan tugasnya di Hotel bagian kitchen tersebut tengah berkumpul untuk saling bersalaman dan menyampaikan sepatah kata perpisahan.
Chika dan Melani terlihat sangat sibuk dengan Chef masing-masing yang telah mengajarkan banyak ilmu, berupa cara memasak, menyajikan, menghias dan menata makanan.
"Chef Frans, terima kasih banyak lho yaa, selama ini udah ngajarkan Chika banyak hal." ucap wanita itu
"Itu udah kewajiban saya, Chika, saya juga dulu senasib denganmu kok, belajar banyak dari senior."
Chika hanya mengulum senyum manis padanya, "Kalau ada kerjaan, calling Chika yaa."
"Memangnya kamu mau bekerja? bentar lagi dedek lahir tuh, suami kamu juga pengusaha, saya yakin pasti kamu bakal jadi pengusaha restoran di kemudian hari." Pria itu melengkungkan senyuman yang begitu manis padanya
"Ah jauh kali pemikiran Chef," Chika tergelak
"Beneran lho ... oh iya, ini ada kenang-kenangan dari saya." pria itu memberikan sebuah cinderamata dalam bentuk sebuah kotak segi empat yang dibungkus dengan kertas kado.
"Apa ini?" Chika mengambilnya
"Kamu buka saja nanti. maaf, kalau bukan suatu barang yang harganya fantastis."
"Is, saya nggak ngelihat dari harganya lah ... tapi dari segi ketulusan dan keikhlasan seseorang itu." ujar Chika
"Syukurlah, Chika." pria itu tersenyum, mengacak-ngacak rambut wanita yang tengah berbadan tiga ini
"Sekali lagi thanks ya, Chef, atas ilmu dan kerja sama beserta cenderamata nya."
"Sama-sama, senang bisa kenalan dengan kamu." mereka pun bersalaman
"Saya juga, sukses selalu, Chef! saya ke sana dulu."
Pria itu mengangguk, "Hati-hati." pesannya, Chika mengangguk
**
"Apa itu?" Andrew bertanya, sesaat ia baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat sang istri tengah membolak balikkan sebuah kotak pemberian Chef Frans.
"Ini? pemberian dari Chef Frans," jawab Chika
__ADS_1
"Pria muda itu?" Andrew melotot dengan sedikit kaget. ia kembali melangkah mendekati sang istri yang duduk berselonjor di atas ranjang.
Chika mengangguk seraya mengulum senyum, membuat Andrew merasa kesal melihat wajah ceria itu. wajah ceria karena mendapatkan pemberian dari Chef Frans, yang Andrew ketahui ia adalah Chef muda yang sempat membantu istrinya tempo lalu.
"Tidak usah senang gitu! kotak kecil, pasti barang nya kecil." geram Andrew
Chika memberengut sembari mencebikkan bibirnya, "Kamu kenapa sih? aneh. pemberian orang mesti di hargai." cibir Chika
Perempuan itu mulai membuka kertas kado tersebut, lalu membuka tutup box berwarna navy hingga terlihatlah sesuatu yang begitu mengejutkan.
Sepasang netra milik Chika berbinar-binar, sungguh pemberian ini benar-benar membuatnya sangat terkesima.
"Kemari-kan!" Andrew merebut kotak tersebut
Ternyata isinya adalah sebuah foto sang istri yang tengah memegang sepiring makanan ala Restoran, mengenakan seragam Chef dengan senyum lebar yang begitu manis. dilapisi dengan bingkai foto pula, memberikan kesan manis pada benda tersebut.
Andrew mengambilnya, ia juga melihat ada sebuah gantungan kunci yang bergambar sama dengan foto tersebut.
Chika penasaran, ia merebut benda itu dari tangan suaminya.
Sontak saja Chika terbelalak, pria itu benar-benar memberikan kesan manis padanya.
Andrew mendengus kesal melihatnya, bisa-bisanya pria itu memberikan barang seperti ini kepada istri orang lain. dan lagi--sang istri malah kegirangan atas pemberian yang ia dapat dari pria tersebut.
"Jangan terlalu bahagia diatas rasa sakit yang ditanggung orang lain!" sindir Andrew
Chika mendongak, senyum manisnya memudar.
"Emang siapa yang sakit, Yang?" tanya Chika dengan polosnya, memasang wajah yang tidak tahu apa-apa
"Orang gila!" ketus Andrew, ia kemudian bangkit berdiri dan melangkah menuju ruang walk in closet
Chika menatap suaminya dengan lekat pada setiap langkah, ia mengerutkan kening hingga pria itu benar-benar menghilang dari pandangannya.
"Apa maksud dia??" gumamnya
"Barang ini, orang gila, sakit?"
"Pemberian Chef, aku yang gila, dia yang sakit, gitu??"
__ADS_1
Chika terpelongo, perempuan itu mulai mengerti apa yang dirasakan suaminya.
"Oh astaga! dia cemburu!" Chika bergegas bangkit dari duduknya, berjalan tergesa-gesa sembari memegang perutnya.
Chika memasuki ruangan walk in closet, tampaklah sang suami tengah mengenakan celana boxer.
Andrew terhenyak tatkala kulit punggung nya merasakan sesuatu yang hangat di belakang sana. Sepasang tangan melingkar di perut sixpack miliknya, dan kecupan kecil dapat ia rasakan di belakang tubuhnya.
"Chika."
"Jangan cemburu," lirih gadis itu
Andrew tersenyum seringai, sekelebat bayangan nakal mempengaruhi pikirannya.
"Pergi sana, temui Chef idola kamu tuh!" usirnya
Chika menggeleng, "Enggak mau, pengen sama Papa, disini aja." ucapnya
"Minggirlah, Chika! aku ingin berpakaian," Andrew meronta-ronta
"Enggak mau, sebelum kamu maafin aku."
"Emang apa salah kamu?" tanya Andrew
"Udah buatmu cemburu," lirih Chika
Andrew tergelak, tubuhnya terasa bergetar yang Chika rasakan, membuat wanita itu keheranan.
Chika melepaskan pelukannya, mengitari tubuh tinggi pria itu yang tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa ketawa? ada yang lucu?"
Andrew mengangguk, "Siapa juga yang cemburu??"
"Weeek!!😜"
Sontak saja Chika merasa malu, wajahnya memerah, hidung dan sepasang telinga miliknya seakan ingin mengeluarkan asap.
💥💥💥
__ADS_1
Apaan sih thor? garing amat 😂😂