Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Tidak Mampu Melihat Senja


__ADS_3

💥💥💥


"Mami jangan pulang sekarang dong," Chika memelas tatkala sekeluarga itu sedang berada di Perjalanan setelah berkumpul di Kafe tersebut


"Udah hampir seminggu kita disini, Sayang, disana ada anak bungsu Mami juga yang baru saja mengurus perusahaan. jadi Papi--pengen nengok keadaan." jelas Mami


"Sejak kapan Robert ngurus perusahaan, Mi? kok aku gak tau," dengus Andrew


"Beberapa bulan lalu usia nya sudah 25 tahun, Ndrew, kamu lupa ya?" gerutu Mami


"Oh iya, astaga!" Andrew menepuk jidatnya


"Usia 25, Papi sudah mempercayai anak itu dalam mengelola perusahaan kita. tapi sesekali Papi harus memeriksanya juga," timpal Papi, Andrew paham kali ini. entah mengapa ia sampai lupa dengan adik satu-satunya itu


"Bagaimana keadaan anak itu sekarang, Pi? apa masih sering bermain dengan wanita?" tanya Andrew, begitulah kebiasaan adiknya.berbedaa jauh dengan Andrew, kalau sudah mencintai satu wanita, ia tidak akan mencoba untuk berpaling. kecuali wanita yang tengah dekat dengannya mampu mengubah hidupnya menjadi tertata rapi, seperti yang Chika lakukan untuknya.


Walau berawal dari persyaratan konyol, tergiur dengan tubuh gadis kecil ini.


Sungguh, Andrew belum pernah bermain dengan wanita sejak ia menjalani hubungan jarak jauh bersama Celine.


"Ya begitulah, makanya kita harus pulang sekarang. adikmu itu masih butuh bimbingan," ujar Papi


"Kapan-kapan kalian datang lah ke Madrid, selama menikah dengan Celine, kamu gak pernah pulang!" Mami menendang bangku yang diduduki sang putra, ia geram sekali. "Bawa Menantu Mami yang paling cantik ini sebelum perutnya membesar," sambungnya


"Iya, Mi, insha Allah."


Tidak terasa selama di Perjalanan menghabiskan waktu untuk mengobrol panjang, kendaraan roda empat yang mengangkut Andrew beserta orang tua dan istrinya, telah tiba di Pelataran Bandara Soetta, Jakarta.


Andrew menuruni mobil, bergegas membuka bagasi untuk mengambil dua koper milik orang tuanya.


Kini pengumuman untuk keberangkatan dari Jakarta ke Madrid-Spanyol pun telah tiba. kedua insan ini harus berpisah dengan mereka yang selalu menemani hari-harinya.

__ADS_1


"Chika, jaga kandungan kamu yaa ... kalau lagi enggak enak badan, libur aja dulu. dan banyak-banyak istirahat." pesan Mami


"Iya, Mi, terima kasih." Chika memeluk wanita parubaya tersebut


Setelahnya pandangan Mami beralih menatap sang putra dengan tatapan sengit, "Kamu jangan sering-sering mengunjungi anakmu! istrimu lagi hamil muda, kalau kenapa-napa gimana? konsul dulu sama Dokter!" omel Mami


Chika yang mendengarnya tampak mengernyit heran, bagaimana bisa Maminya tau kata-kata mengunjungi anak, Chika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Is Mami, sama anak sendiri diomelin!" gerutu Andrew


"Ingat pesan Mami!"


"Iya!"


"Baiklah, kami berangkat dulu ya ... jaga diri kalian."


"Mami Papi juga, hati-hati di perjalanan," pesan Chika sembari menyalimi punggung tangan mertuanya, diikuti oleh Andrew.


Andrew dan Chika telah kembali ke Apartement kala hari hampir senja. perempuan itu langsung bergegas ke Balkon untuk menyaksikan sang mentari yang sebentar lagi akan tenggelam.


Langit berwarna jingga dengan semburat mentari yang perlahan-lahan akan turun ke dasar dan tenggelem dengan sendirinya. Chika memperhatikan dengan lekat, hingga tubuhnya terhenyak merasakan pelukan seseorang dari belakang.


Chika menoleh sedikit, tampak wajah suami memenuhi netranya. ia juga menatap wajah Chika, lalu mengecup pipinya.


"Sayang."


"Emmh," Andrew beralih mengecup pundak sang istri yang terbuka


"Jangan mulai! aku lagi nyaksikan senja dari atas sini. nanti Bibi ngelihat bagaimana?" peringat Chika


"Cuma gini doang kok, Sayang. Bibi sedang masak, aku merindukanmu," lirihnya

__ADS_1


"Ingat kata Mami, jangan sering-sering!" Chika mulai bergeliat tatkala suaminya mulai nakal dengan tengkuk lehernya, sesekali ia mengeluarkan suara erotisnya


"Aku udah tanya Mbah Google, Sayang ... kalau kandunganmu sehat ya boleh-boleh saja asal melakukannya dengan batas wajar." desah Andrew


"Tapi kamu gak wajar! gak bisa sebentar doang." Chika memberengut, pria dibelakangnya tidak lagi menyahut.


Chika mengerang saat merasakan pakaiannya di bagian bawah mulai dilepaskan oleh tangan nakal suaminya. Chika terbelalak kala Andrew mulai menuntun tubuhnya untuk sedikit mencondong ke depan


Chika mulai tidak enak dengan perasaannya, lelaki ini pasti akan melakukan hal ekstrem diluar sini.


Dan benar saja, apa yang diperkirakannya pun terjadi. Chika celingak-celinguk ke samping dan di atas, tidak ada penghuni Apartement satu pun.


"Mas Andrew, aaah .. nanti Bibi ngelihat lhoo," Chika mengerang saat salah satu inti tubuh miliknya telah diterobos tanpa permisi sekali pun.


Andrew menahan gaun sang istri yang melorot ke bawah, mulai menghujam dengan pelan dan pasti berakhir dengan ritme kecepatan.


"Kenapa harus disini sih? aaaah ...."


"Katanya kamu ingin lihat senja, Sayang, izinkan ku melakukannya," lirih Andrew


Tubuh Chika mulai tak kuasa untuk berpegangan dengan pembatas, ia merasa tubuhnya tidak berdaya dan mulai merasakan sesuatu yang indah didalam sana. Chika terus berde*ah, sepasang netra miliknya sudah tidak bisa lagi fokus menatap senja.


"Oh, Andrew!"


"Ngh ...."


💥💥💥


Oh panas!! gila si bambang!


Ayo buruan like, koment, vote kalau masih ada, dan hadiah sebanyaknya yaa 💃

__ADS_1


__ADS_2