Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Memasak Untuk Istri


__ADS_3

💥💥💥


"Apa masih sakit kepalamu?" tanya Andrew sembari menyetir, sesekali ia menoleh menatap Chika yang terus mendesis memegang tengkuk lehernya


"Lumayan, dan aku lagi brusaha memijitnya." jawab Chika


"Jangan pijit bagian lehermu! takutnya salah urat."


"Tau kok, cuma mijit belakang kepalanya doang."


"Kita pulang saja ke Apartement yaa, lebih baik kamu banyak-banyak istirahat."


"Tapi--barang-barangku masih di rumah Melan,"


"Nanti sore mereka mengantarkannya pada kita,"


Chika pun mengangguk paham, "Baiklah."


Seiring berjalannya waktu, tidak terasa Mobil yang mengangkut sepasang dua insan ini telah tiba di Gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dengan memiliki beberapa unit di setiap sudut bangunannya. Apartement yang ditinggali Andrew, kediaman pria tersebut bersama istrinya.


Andrew pun bergegas memasuki mobil ke dalam basement, memarkirkannya di ruang yang masih kosong diantara sela-sela mobil lainnya. setelahnya mereka pun turun, berjalan beriringan dengan salah satu tangan yang menggenggam erat pasangannya.


Chika tertegun, ia menunduk seraya melihat tangannya yang digenggam. seketika ada sedikit senyum tipis yang tertarik di sudut bibirnya.


Cukup lama berada di dalam lift, pintu otomatis terbuka dengan sendirinya. mereka beranjak keluar dan melangkah melewati koridor mencapai beberapa meter untuk tiba di Kediaman Andrew.


"Nyonya Celine udah berangkat?" tanya Chika


"Sudah, dan saya menepati janji untuk menjemputmu."


"Hmmm, gimana ceritanya kok bisa tau aku di sekap?" Chika mendongak menatap wajah pria itu dari samping


"Teman pria mu gak sengaja melihat kamu dibawa mereka ke Gudang, jadi dia mencari sahabatmu yang kebetulan juga sama saya."


"Wah, berarti aku harus berterima kasih pada Fandi."


Andrew menatap kesal pada gadis yang termanggu ini. lalu kembali menatap panel pintu dan menekan tombol paswordnya

__ADS_1


"Sama orang lain mau berterima kasih, lah--sama suamimu sendiri? gak terpikirkan." gerutu Andrew, menekuk wajahnya kemudian masuk ke dalam Apartement miliknya.


"Emang masalah? kan awalnya karena dia." Chika mengekori pria ini yang berjalan ke dapur


"Iya, terserahmu lah." Andrew pun acuh, tak menggubrisnya lagi. pria itu mengambil gelas dan menuangkan air dari dalam dispenser.


Meneguknya hingga tandas


"Astaga! aku bahkan belum sempat pipis! mulai deh kebeletnya," Chika bergegas menerobos masuk ke dalam kamar mandi yang terletak di area Dapur tersebut.


Andrew yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu memutar bola mata pria tersebut


***


"Kamu istirahatlah di kamar, bukannya kepalamu masih sakit?" Andrew berkata disaat ekor matanya melihat gadis itu mulai sibuk menyentuh alat perangnya.


"Gak mau, pengen bantuin aja boleh?" bantahnya


Andrew menghentikan sejenak kegiatannya, menoleh menatap Chika,


"Tidak boleh!!"


"Atau nonton aja sana, saya akan membereskan ini untuk makan siang kita."


"Yakin? memangnya kamu pandai masak??" Chika tersenyum seringai


"Sepele!! selama saya tinggal sendiri, saya juga masak sendiri yaa!" tukas Andrew


"Hmmm, enak gak tuh??" Chika terus menggodanya


"Jangan sombong kamu mentang-mentang anak tata boga."



"Hahahahahah!" Chika tergelak, ia berhasil membuat pria ini sedikit emosi


"Tertawa pula." cibir Andrew

__ADS_1


"Oke baiklah, aku nonton dulu, cepatan masaknya! aku sudah lapar," Chika menggosok perut datarnya, kemudian ia beranjak pergi meninggalkan sang suami seorang diri.


Chika lebih memilih menonton, mengotak atik remote mencari channel apa yang menyiarkan acara bagus nan menghibur.


Satu jam kemudian, Andrew telah selesai berkarya dengan alat perangnya di Dapur, menu ayam semur, tempe goreng tepung dan capcay, masakan sederhana yang mampu menggugah seleranya.


Pria ini tersenyum semringah, kemudian menata semuanya diatas meja makan, menyusun dua piring dan juga gelas, lalu mengisi air minum ke teko yang terbuat dari kaca bening.


Setelah selesai sempurna tugasnya sebagai suami yang baik, ia pun melepaskan celemek yang membaluti tubuh depannya sembari berteriak memanggil Chika


"Chika! kemarilah!" teriak pria itu, menunggu beberapa detik namun tak ada jua wanita itu mendatanginya.


"Chik!" Andrew menyusul ke ruang tamu, dimana sang istri tengah menonton. seketika ia tertegun melihat perempuan tersebut telah terlelap, dengan tangan yang memegang remote dan televisi masih menyala


"Yaaach ... dia tidur." gumam Andrew, dia pun menjadi tidak tega untuk membangunkan istrinya, Andrew pun berbalik berniat untuk menutup makanan itu dengan tudung saji.


Namun baru beberapa langkah ia berjalan, seketika tubuhnya menegang dan terhenyak merasakan sebuah beban di pinggangnya.


"Kena prank kamu! aku pura-pura tidur tau!" ucapnya


"Hhh ...." Andrew menghembus nafas dengan kasar, membalikkan tubuhnya menatap gadis mungil ini.


"Kamu sengaja ingin menggodaku yaa, Sayang?" pria itu merengkuh pinggang Chika


Chika menggeleng, "Enggak! cuma pengen ngerjai aja. kamu aja yang terlalu baper! mana mungkin aku menggoda suami orang," ucap Chika


"Hmmmm, tapi suamimu juga." Andrew langsung membenamkan bibirnya di belahan kenyal merah ranum milik Chika.


Chika seketika terbelalak, mulut itu memaksa bibirnya untuk dibuka. ia pun pasrah, memberi celah untuk si ular anaconda menjelajahi mulutnya, dan mengajak ular piton milik Chika untuk saling beradu di dalam sana.


Akhirnya Chika pun semakin terbuai, memejamkan mata dan memperdalam pagutan mereka.


💥💥💥


Yaelah!


Makan dulu bambang, baru anu-anu 😒😜

__ADS_1


Jangan lupa rutinitas wajibnya 😉🎉


__ADS_2