Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Menghibur Wanitaku


__ADS_3

💥💥💥


Di tepi kediaman terakhir milik orang tua Chika dan juga adik kembarnya yang lapisi dengan keramik di setiap sisinya. rumput-rumput kecil pun sudah memenuhi gundukan tanah tersebut.


Chika, suami dan kedua mertuanya turut membersihkan pusara tersebut hingga tiada lagi rumput yang memenuhinya. setelah selesai, hamparan tanah berbentuk persegi itu kembali bersih dan sangat sejuk bila di pandang.


Chika menatap batu nisan milik keluarganya, tertera nama masing-masing dan juga tanggal lahir dan wafat. seketika hati Chika menjadi sendu, melihat pemandangan ini membuatnya menjadi bersedih. ia teringat akan mereka yang telah bahagia di Surga sana, dan mungkin tengah tersenyum melihat dua pasang anak Adam tengah mendatangi kediamannya.


Andrew yang begitu tahu perasaan istrinya yang tengah bergejolak hebat akan rindu dan kesedihan yang begitu dalam, ia pun mencoba untuk menenangkan wanitanya ini. pria itu merangkul tubuh Chika, mengelus-elus bahu mungilnya


"Orang tua kamu udah bahagia disana, pasti mereka lebih bahagia lagi kalau melihat kamu tersenyum." Andrew menghiburnya


Chika menatap suaminya sembari tersenyum.


Chika melepaskan rangkulan suaminya, mencondongkan sedikit tubuhnya dan menyentuh batu nisan atas nama sang Ayah.


"Ayah, Ibu, Chika datang lagi bersama suami Chika dan juga kedua Mertua Chika. mereka sangat baik sekali, Mami dan Papi memperlakukan Chika seperti anaknya sendiri. dan terkadang Mami seperti sahabatku saja, menghabiskan waktu bersama dan mengobrol bersama."


"Chika sangat beruntung dan sungguh bahagia memiliki mereka, melihat kedua mertua Chika, Chika jadi merasakan kasih sayang yang seperti Ayah Ibu berikan."


"Ibu dan Ayah yang tenang disana yaa, kalian akan lebih bahagia lagi karena sudah memiliki calon cucu. Chika hamil, mengandung anak Mas Andrew."


"Sekarang kebahagiaan Chika udah lengkap, Allah begitu baik telah memberikan Chika keluarga yang sempurna dan seutuhnya."


"Oh iya, Ibu dan Ayah akan memiliki cucu kembar," Chika berbisik, mendekati wajahnya di batu nisan tersebut.


Tentu saja tanpa sepengetahuan kedua mertuanya. Chika menyembunyikan dua janin di rahimnya kepada semua orang, termasuk Melani. ia hanya ingin memberikan kejutan saat tiba masanya nanti.


Mami dan Chika mengguyurkan air dari botol dan juga bunga kembang diatas pemakaman. setelah selesai, keluarga itu mengirimkan doa yang baik atas keluarga Chika.


Chika menangis tersedu-sedu, ia begitu terharu atas simpati keluarga suaminya dan juga menahan rindu atas orang tua dan adik-adiknya


**

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa?" tanya Andrew, pria itu duduk berselonjor diatas ranjang sembari menatap sang istri yang hanya diam tanpa ekspresi.


Chika mendekati suaminya, memeluk tubuh itu yang sedang bersantai memegang remote tv miliknya


"Aku cuma kepikiran mereka, mungkin aku rindu Ayah dan Ibuku." ucap Chika


"Setidaknya kamu udah kesana untuk melihat mereka, mengirimkan doa, pasti mereka senang."


Chika mengangguk seraya mengulum senyum, "Kamu benar, Yang."


Andrew tertegun saat melihat tangan gadis ini menelisik setiap jengkal tubuhnya, memasuki tangannya ke dalam kaos yang Andrew kenakan dan mennyentuh perut kotak-kotaknya, entah kenapa hampir setiap mereka dekat, Chika selalu melakukan hal yang seperti itu.


"Sayang."


"Cuma megang aja,"


"Iya kah?? atau ingin yang lain?"


"Hmm, ini doang." Chika tampak malu-malu


Chika menatap dua paha berotot itu, kemudian meringsek dan mendudukkan dirinya diatas sana


Kini sepasang suami istri itu duduk berhadapan, Chika mengalungkan kedua tangannya di leher tersebut, sedangkan Andrew mengalungkan tangannya di pinggul sang istri.


"Aku merasa aneh duduk seperti ini, seperti--itu." Chika tergelak dengan pikirannya yang sudah tercemar


"Itu apa??" tanya Andrew tersenyum seringai


"Hmm, anu lho, seperti biasa yang kita lakukan." selorohnya, menutup mulut rapat-rapat


"Bagaimana anu itu kita lakukan sekarang? hitung-hitung aku telah berjasa mengubah moodmu yang tadinya bersedih, setelahnya kamu bahagia dan seceria seperti biasanya." tawar Andrew


Chika terbelalak, "Tapi---" ia menoleh ke pintu

__ADS_1


"Jangan pedulikan mereka,"


"Hah?"


Terlalu banyak bicara, Andrew sudah tidak tahan lagi akan posisi mereka yang saling berhadapan. ia pun mendorong kepala Chika ke sisinya, mengecup bibir gadis itu dengan lahapnya.


Chika terbelalak, namun sejurus itu ia turut membalas ci*man hangat dari suaminya, yang ritmenya lembut telah berubah menjadi buas.


Suasana kamar begitu mencekam jika saja ada yang tanpa sengaja memasuki kandang duo macan tersebut. sebab dua insan didalamnya sedang menikmati percintaan yang indah, berujung pada pertempuran sengit yang menyebabkan seprai-nya tidak berbentuk lagi.


Andrew membaringkan tubuhnya, membiarkan Chika tetap pada posisi duduknya, kedua insan tu sudah tanpa balutan benang, entah sejak kapan itu.


"Ayo, Sayang." desah Andrew, Chika mengerti, ia mengangkat sedikit tubuhnya dan mulai melakukan itu.


Andrew berde*ah merasakan miliknya yang dicengkeram kuat diatas sana, suara erotis bersahut-sahutan kala senja telah menghiasi cakrawala Ibukota.


**


"Papi, tumben sepi ... mereka masih di kamar yaa?" tanya Mami kepada suaminya, wanita itu baru selesai masak menu yang sehat untuk makan malam mereka


"Biar Papi panggil dulu,"


Mami mengangguk, Papi Setya pun bergegas meninggalkan ruang makan dan segera menemui putra dan menantunya di kamar.


"And----"


Kalimat Papi terhenti tatkala ia melihat sebuah memo yang di tempelkan di daun pintu.


Papi mengambilnya,


"Makan malam lah duluan ... Aku mau mengunjungi anakku 😉"


💥💥💥

__ADS_1


**Astagah Bambang .....


btw maaf yaa telat up siang ini, otor ketiduran ... capek banget pulang dari onoh langsung beberesin umah** 😁


__ADS_2