
💥💥💥
Andrew mengajak sang istri untuk makan siang bersama di sebuah Kafe yang sempat mereka singgahi saat perayaan pernikahan mereka. bersama Assisten Raffa dan juga Melani.
Assisten Raffa membukakan pintu mobil bagian jok belakang untuk Tuan dan istrinya. sedangkan Melani, gadis itu masih berdiam diri di depan pintu. entah apa yang dipikirkannya.
Assisten Raffa mengernyit heran, "Kenapa diam saja? perlu dibuka 'kan juga pintunya?" ketus pria itu
Melani menjengit, "Enggak! siapa bilang!" ia menggeleng sembari memanyunkan bibirnya
"Lalu?"
"Enggak ada!" Melani menerobos tubuh pria itu, membuka pintu jok depan yang bersebelahan dengan bangku kemudi.
"Gadis aneh." gumam Raffa, ia bergegas mengitari mobil
Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, melewati pelataran pepohonan yang rindang sebagai rute jalanan tanpa hambatan. Chika menatap pepohonan di sekitarnya sembari menyedot orange juice yang sempat Melani beli saat tadi.
Melihat minuman itu membuat Andrew merasakan sesuatu yang kering di tenggorokannya. tanpa permisi, ia merebut juice tersebut dari tangan istrinya.
Chika terhenyak, tatapannya menatap tajam pada sang suami.
"Minta dikit, haus!" sela Andrew, sebelum wanita itu berkata
"Hmmm, lain kali bilang-bilang." cibir Chika
"Iya." Andrew memeluk tubuh sang istri, menyandarkan kepalanya di pundak wanita itu, sedangkan tangannya melingkari perut buncitnya
Chika menatap heran, namun ia tidak mempermasalahkan sikap suaminya.
Tanpa terasa mobil yang membawa dua pasang anak manusia itu telah tiba di Kafe tersebut, entah kenapa tiba-tiba Andrew menginginkan Kafe yang berada ditengah-tengah Taman dengan adanya beragam bunga dan air mancur. sangat aesthetic, cocok sekali untuk tempat nongkrong anak millenial jaman sekarang.
"Raffa, kemarikan kunci mobil!" pinta Andrew, pria itu memberikannya
Mereka pun masuk dengan hati yang gembira, sepertinya kedua wanita itu sangat menyukai tempat ini. Andrew mengulum senyum melihat keceriaan wanitanya, dunianya seakan berwarna melihat senyum sederhana itu.
**
"Sayang, aku ingin ice cream, tapi lupa bilangin ke Mbak nya." keluh Chika
"Nanti aja ice creamnya, makan siang dulu."
Chika menggeleng, "Ini maunya adek tau!"
__ADS_1
"Biar saya aja yang mesanin, Nona." sela Assisten Raffa, ia beranjak bangkit.
Chika cepat-cepat melambaikan tangannya, mencegah pria itu.
"Nggak perlu! suamiku saja."
Assisten Raffa tampak bingung, menatap Tuannya yang menganggukkan kepala.
"Saya aja," ucap Andrew, ia bangkit berdiri dan melangkah memasuki kafe tersebut untuk bertemu dengan pelayan.
Chika kegirangan, ia tersenyum kepada sahabatnya dan juga sang Assisten.
"Dasar bumil!" ledek Melani, menggeleng-gelengkan kepala
"Hehehe, efek kehamilan ... makanya buruan nikah." seloroh Chika
"Ck! nikah sama siapa coba? mending kerja dulu, masih muda kali." cibir Melani
Chika hanya tersenyum-senyum sembari mengelus perutnya.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba Chika merasa sesak, ia pun pamit kepada dua orang yang masih duduk dengan tenang di kursinya.
"Aku ke toilet dulu yaa, sesak pipis." pamitnya
Lama menanti, Melani dan Assisten Raffa yang hanya diam sedari tadi kini mulai merasa canggung. mengingat hanya mereka berdua selama beberapa menit terakhir menunggu kedatangan suami istri itu.
Bahkan makanan yang telah di pesan pun telah berada di meja, namun belum tersentuh. Melani menatap pria di sampingnya, ia terhenyak tatkala pria tersebut juga tengah menatapnya.membuat mereka menjadi salah tingkah.
"Kemana mereka?" gerutu Assisten Raffa
"Enggak tau, mending makan aja deh, lama amat." seru Melani, ia mulai melahap makanan miliknya.
**
Disisi lain, Andrew dan Chika saling tergelak di dalam mobil yang baru saja mereka tempati. Andrew buru-buru menyalakan mesin mobil dan bergegas keluar dari parkiran itu.
Chika tergelak, ia sempat mengintip interaksi sahabatnya dan juga Assisten Raffa yang hanya diam melongo.
"Lucu tau! mereka masih canggung," seru Chika
"Memang harus seperti itu biar mereka dekat,"
"Pria itu sungguh malang, masih jomblo disaat usianya udah kepala tiga." sahut Andrew seraya menyetir mobil
__ADS_1
"Seru yaa rencana kita comblangin mereka,"
"Hooh, dan sekarang waktunya kita hanya berdua tanpa ada yang mengganggu." Andrew menggenggam tangan istrinya, mengangkat tangan itu lalu mengecup punggung tangan sang istri
Chika mengulum senyum melihatnya
"Sekarang kita kemana? aku udah lapar," keluh Chika, memegang perutnya
"Kita lihat saja nanti, kemana mobil ini akan berlabuh."
"Hmmm ..." Chika berdehem
Hingga beberapa menit kemudian, mobil yang membawa kedua insan ini telah tiba di tempat tujuan. Chika mengedarkan pandangannya, tempat ini sungguh sejuk dan menenangkan. Ada hamparan rerumputan dan sebuah Danau ditengah-tengahnya, sangat menyejukkan pandangan.
Andrew merangkul tangan sang istri, berjalan sembari menunjukkan sesuatu yang berjarak sedikit jauh.
"Lihat tikar itu? kita akan menghabiskan waktu disana."
"Wah, iya! kamu so sweet banget sih." Chika memeluk suaminya
"Tentu saja, siapa dulu." ucapnya dengan bangga
Chika melangkahkan kakinya dengan cepat menghampiri danau tersebut, menghirup udaranya dalam-dalam yang terasa menyegarkan.
Andrew tersenyum melihat wanitanya, setiba di belakang Chika, pria itu langsung memeluk tubuh mungil itu dari belakang sembari mengecup tengkuk lehernya.
"Kamu suka??"
Chika mengangguk, "Sangat suka! terima kasih ya,"
"Hmm." Andrew kembali menelusuri leher istrinya, membuat Chika melenguh dan mengeluarkan suara erotisnya
"Sayang, jangan gini terus ... aku lapar tau!"
Andrew menarik kembali kepalanya, "Baiklah-baiklah, ayo kita makan!" ajaknya
💥💥💥
__ADS_1