Selir, Gairah Pria Kesepian

Selir, Gairah Pria Kesepian
Tampan Yang Menyeramkan


__ADS_3

💥💥💥


"Mami, apa kembar udah tidur?" tanya Andrew, melihat Mami dan besannya sedang mengobrol di ruang keluarga


"Sudah, baru saja diletakkan di kamar kamu." ucap Mami


Andrew mengangguk paham, kembali ia menoleh pada Chika di sisinya, perpagutan tangan diantara mereka tidak pernah terlepas sedikit pun. saling menggenggam, seolah mereka akan berpisah di terjang badai jika saja melepaskan genggaman tangan itu.


"Saatnya kamu juga harus tidur." tegas Andrew pada istrinya, Chika hanya memerhatikan dengan lekat raut wajah yang tengah diliputi hawa panas itu


Chika mengangguk, sepasang suami istri ini melangkahkan kaki menaiki anak tangga yang berjumlah puluhan itu.


Dug!


Andrew mengunci tubuh Chika di daun pintu setelah pelindung ruangan itu ditutup dan dikunci. Chika tersentak, nafasnya menggebu-gebu menerima serangan mendadak dari suaminya. bagaikan harimau yang kelaparan, melahap mangsa dengan rakusnya, itulah yang Chika rasakan saat menerima perlakuan suaminya.


Eemh ...


Andrew memasukkan sesuatu ke dalam inti tubuh sang istri, memainkannya disana seiring perpagutan antar anaconda berseteru didalam belahan kenyal yang dilapisi pagar itu.


"Oh, Andrew!" Chika semakin tak kuasa, ia kelimpungan namun ia juga menikmati perlakuan suaminya yang barbar untuk malam ini


Andrew mengeluarkan tangannya, berusaha membuka balutan indah yang menutupi raga istrinya hingga tubuh itu benar-benar polos, begitu pula dengannya.

__ADS_1


Andrew tersenyum puas, istrinya benar-benar terhanyut dalam peperangan anaconda di dalam sana. kedua tangannya meraba gundukan seksi yang montok di belakang sana, meremasnya dan menekan hingga anaconda raksasa merasakan goa indah yang belum disentuh.


Hingga kedua tangan itu beralih memegang paha, dalam sekali angkat, tubuh Chika sudah bergelayut di tubuhnya. Andrew berusaha memasukkan anaconda raksasa ke sarangnya,.membuat wanita itu melenguh merasakan tubuhnya terasa sesak, hingga tubuh mungil itu terus berguncang di pelukan andrew.


**


Pagi ini, setelah sarapan pagi, Andrew dan istri beserta Ibu Ayna, mengantarkan Mami dan Papi ke Bandara. menaiki jet pribadi keluarga yang bersiap kapan saja mengantarkan Tuannya ke berbagai negara.


Beberapa menit kemudian, mobil yang membawa mereka telah tiba di pelataran Bandara tersebut.


"Jeng, yakin nggak mau ke Spanyol? kita bisa jalan-jalan lho kesana."


"Lain kali saja deh, Jeng, kalau ada waktu." ujar Ibu Ayna


"Huft, baiklah. saya berangkat dulu ya," pamitnya, memeluk tiga orang itu dengan penuh rasa kasih sayang. kemudian mereka melambaikan tangan satu sama lain sebagai salam perpisahan sementara.


Aysha mengajak kedua bocah itu mengobrol, sesekali bercanda hingga ia tertawa dan dua bayi itu juga ikut tertawa. seolah mereka mengerti apa yang dikatakan Aysha hingga mampu membuatnya tertawa. bayi itu juga semakin terlihat menggemaskan, tatkala kedua kaki dan tangannya terlalu aktif untuk bergerak.


"Kalian ini seperti sedang zumba saja, terlalu aktif." godanya, tak lupa pula mentoel pipi sepasang bayi lucu ini


Aysha terkesima melihat Robert datang menghampirinya dengan tubuh basah itu. hanya bertelanjang dada dan.mengenakan boxer. gundukan dibawah sana yang tercetak jelas, benar-benar menggodanya. Aysha yang dingin, kembali mengalihkan perhatian kepada keponakan aktif itu


"Hai, twins!" sapa Robert, sembari mengenakan kimono untuk menutup tubuh kekarnya

__ADS_1


"Hai juga, Uncle!" balas Aysha dengan menirukan suara bayi


Membuat Robert terlihat gemas, ingin sekali mengacak-ngacak rambutnya.


Pria itu naik, mendekatkan tubuhnya pada bayi itu yang tengah menatap lekat wajah tampan Robert.


"Hai, Giel, kenapa berhenti tertawa setelah melihatku, hm? apa uncle mu ini tampan?" ia menyugar rambut basahnya ke belakang


"Aku tak pernah melihatmu, siapa kamu sebenarnya?" sahut Aysha, ia tergelak melihat reaksi gadis mungil ini


"Oh, Giel ... padahal kita sudah berkenalan, aku Robert, om kamu. bilang saja dirimu terpesona dengan wajah bule ini kan?" ia mengerlingkan mata pada bayi perempuan itu


Sontak saja, perlahan wajahnya memberengut, dan sejurus itu ia menangis kencang setelah mendengar ocehan pria dewasa ini


"Oeeeek ...."


Suaranya nyaring terdengar, hingga membuat baby Veer senam jantung dan ikut menangis kencang.


Sontak saja, kedua manusia dewasa itu saling pandang. gara-gara Robert membuat baby twin ini menangis. Aysha bergegas menggendongnya, ingin menenangkan bayi perempuan itu dalam pelukannya. begitu pula dengan Robert, turut menenangi baby Veer.


Suara bayi itu terdengar nyaring hingga ke dalam rumah, bagaimana tidak, dua bayi yang menangis kencang mampu mengundang amukan seseorang yang baru saja datang.


"Kalian apakan bayiku!"

__ADS_1


💥💥💥


Mampus deh lo, bang Robert! 😂😂


__ADS_2